-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 2 Part 2


〇Dalam Diam, Hanya Bersungguh-Sungguh


2


Sebelum pukul 16.00. Saat itulah aku hendak meninggalkan tempat itu setelah menyelesaikan tugas yang aku ikuti.

“Ayanokouji-kun?”

Untuk pertama kalinya sejak berpisah pada hari pertama ujian khusus, aku melihat Horikita.

Meskipun dia menunjukan wajah sedikit terkejut, dia tidak terlihat sedang kelelahan.

“Sudah 8 hari, ya.”

“Benar.”

Kami bertemu kembali di F7 sejak ujian dimulai.

“Apa kau sedang mencari tugas, atau sebaliknya hanya lewat? Kemana tujuanmu?”

“Aku mau ke G8. Aku sedang dalam perjalanan ke sana lewat sini, kalau kamu?”

Tampaknya area yang dia tuju berada di sebelah area yang kutuju.

“Aku F8. Arahnya sepertinya sama.”

Tidak ada yang lebih percuma daripada bicara sambil berdiri, jadi kami mulai berjalan berdampingan dengan alam.

Jika kami mengikuti rute yang sama di tengah jalan, ini akan menjadi solusi terbaik.

“Kau terlihat lebih baik dari yang kuharapkan. Dari yang terlihat... apakah kau masih sendirian?”

(Tln: ‘lebih baik’ dalam kondisi badan/genki)

“Ya. Ada banyak kesulitan, tapi ada banyak aspek kemudahan saat aku sendirian.”

Memang benar, jika kau sendirian, kau tidak perlu khawatir tentang menyesuaikan kecepatan dengan siapapun. Tapi, Horikita seharusnya belum pernah berada di peringkat bawah sejauh ini. Itu adalah bukti kalau dia sudah mencetak skor dengan baik, meski begitu, aneh rasanya dia tidak terlihat kelelahan.

“Apakah sangat aneh kalau aku baik-baik saja?”

“Soalnya banyak siswa yang aku temui tampak kelelahan.”

“Apakah ada sesuatu yang berubah?”

“Sesuatu yang berubah? Ah... Ngomong-ngomong, apa kau sudah dengar tentang Shinohara dan yang lainnya di suatu tempat?”

“Ya. Aku baru mendengarnya hari ini. Karena itu, aku senang bertemu denganmu.”

Horikita tampaknya berhenti di dekat titik awal, di mana dia dipanggil oleh siswa kelas A tahun kedua dan bertemu Sakayanagi. Lalu dia mengetahui kalau Komiya dan Kinoshita telah mundur.

Selebihnya dia mendengar strategi yang ku usulkan ke Sakayanagi dan menerima negosiasi.

“Kau tidak menolak, ya.”

“Tidak ada alasan untuk menolaknya. Kita harus mencegah Shinohara-san dikeluarkan dari sekolah apa pun yang terjadi. Sepertinya kau yang pertama kali menemukannya, tapi apa kau tahu detailnya?”

“Tidak, secara khusus. Menurutku ada insiden dan kecelakaan.”

Aku menggambarkan adegan itu sebagai orang yang menyaksikannya dari dekat.

Tentu saja, tanpa menyentuh bagian di mana Amasawa terlihat dan bersembunyi di baliknya.

“Grup Shinohara-san langsung turun peringkatnya, dan sekarang berada di peringkat 7 terbawah. Jika begini terus, tampaknya akan turun ke peringkat risiko dikeluarkan dari sekolah hari ini. Yang terburuk jika dia tidak bisa menemukan grup, akulah yang akan bergerak. Untungnya aku sudah menyelesaikan tugas dan membuka tiga slot sebelum bertemu denganmu.”

Itu kabar baik. Ada sedikit tugas untuk membuka batas atas grup, dan jelas akan diperebutkan.

Tak akan mudah untuk menempati posisi pertama di sana.

“Tapi kalau begitu kamu dan Shinohara sendirian yang harus mengumpulkan skor. Jika memungkinkan, aku ingin kerja sama dengan Sakayanagi berjalan dengan baik dan membiarkan grup yang energik menyerapnya.”

Horikita setuju dengan itu, dan mengangguk sebagai jawabannya.

“Meski begitu, yang sangat aku sadari setelah berkeliling di pulau tak berpenghuni selama 8 hari terakhir adalah jauh lebih banyak gruo yang memiliki transceiver daripada yang kubayangkan. Sama seperti Sakayanagi-san menginfromasikan kasus Shinohara-san kepada teman-temannya di kelas A, aku melihat pertukaran seperti itu di berbagai tempat. “

“Tampaknya kecenderungan ini sangat kuat di kelas atas yang bisa mengambil kendali dan mampu membelinya. Alat yang dapat bertukar informasi jarak jauh sangat layak untuk dibeli dengan poin tinggi tergantung pada bagaimana mereka digunakan.”

“Kita juga... Aku ingin tahu apakah kita bisa melakukannya jika kita bisa lebih mempercayai satu sama lain.”

Mungkin agak sulit untuk dibayangkan, mulut Horikita sedikit menutup rapat.

“Itu bisa menjadi kepemilikan yang tak berguna. Tak selalu menjadi nilai tambah dalam ujian khusus.”

“Benar sih.”

Aku mengeluarkan tablet dan melihat apakah ada tugas baru.

Kemudian, muncul tugas yang bisa mendapatkan makanan tanpa resiko dan repot-repot hanya dengan berpartisipasi di dekat kami.

Apalagi jumlah grup yang bisa diterima cukup banyak yaitu 15 grup.

Tapi skornya tidak begitu menarik karena hanya bisa mendapatkan satu poin dari hadiah partisipasi.

“Makananku yang tersisa sudah menipis. Aku akan mengambil tugas ini, bagaimana denganmu, Horikita?”

Jika dia mengincar hadiah urutan kedatangan di area yang ditunjuk, lebih baik melanjutkan perjalan tanpa melihat tugas di sini.

“Aku tidak punya banyak sisa makanan, jadi aku akan mengambil tugas juga.”

Karena kami memiliki prioritas yang sama, kami memutuskan untuk mengubah rute sedikit untuk mengambil tugas.

Meskipun itu adalah tugas yang sangat disyukuri, tingkat persaingan untuk partisipasi cukup tinggi.

Baik aku dan Horikita meningkatkan kecepatan berjalan dan bergegas ke titik tugas. Dalam perjalanan, mungkin memiliki tujuan yang sama, aku melihat lebih banyak grup siswa tahun pertama, ketiga, dan tentu tahun kedua, dan semuanya berjalan ke arah yang sama. Sebagian besar grup mulai berlari begitu mereka menyadari bahwa lingkungan mereka adalah saingan.

“Jangan khawatir, kamu boleh lari lebih cepat kok, Horikita.”

“Kamu sendiri, kalau kamu tidak punya banyak makanan, untuk mendapatkannya kamu harus bergegas, bukan?”

“Aku hanya tidak punya tenaga untuk berlari lagi.”

“Akupun sama.”

Meskipun dia terburu-buru, sikap tidak berusaha menyia-nyiakan kekuatan fisik sama denganku.

Dapat dilihat bahwa Horikita, yang masih bertindak sendiri, memiliki fleksibilitas sampai batas tertentu dan menantang ujian di pulau tak berpenghuni dengan distribusi kecepatan yang mirip denganku.

Setelah itu, kami tepat waktu untuk berpartisipasi dalam tugas, jadi kami memutuskan untuk berbicara dengan teman sekelas yang kami temui di sana setelah sekian lama. Bahkan jika kami buru-buru pergi dari sini ke area yang ditunjuk, kami tidak akan bisa mendapatkan hadiah urutan kedatangan. Dalam hal ini, mungkin lebih baik untuk berbagi informasi hingga menit terakhir untuk hidup di paruh kedua ujian nanti.

Selain itu, masih banyak siswa yang belum mengetahui situasi Shinohara.

Hari ini, aku mendapat 4 poin untuk pergerakan dasar dan mengikuti 4 tugas untuk mendapat 14 poin. Total 18 poin. Total skor 96 poin dan peringkat ke-23. Aku mendapat kesan bahwa gerakan orang secara keseluruhan lebih aktif dari pada hari ke-5 dan ke-6, tapi karena beberapa grup tidak banyak bergerak, ini adalah hari yang terkesan jelas terpisah dari grup penghemat tenaga. Bisa dikatakan bahwa hari ke-8, yang tampaknya merupakan hari pertarungan sengit, bukanlah hari yang buruk. Dan skor untuk 10 besar tidak diperbarui secara signifikan, dimana peringkat 10 tetap grup Kuronaga dengan 111 poin.

Aku ingin bertemu dengan Sakayanagi segera jika memungkinkan sambil menjaga peringkat ideal besok.

Aku memutuskan untuk tidur dengan harapan area yang ditunjuk akan menuju ke titik awal.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment