-->

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 6 Bab 1 Part 3 Indonesia

Bab 1
Kompensasi Kemenangan


3


Kelas pagi keesokan harinya setelah aturan spesifik untuk festival olahraga dijelaskan.

Sama seperti kemarin, suasana di kelas tidak terlalu ceria.

Penyebabnya adalah kursi kosong dari tiga teman sekelas. Mereka absen lagi hari ini sama seperti kemarin. Tidak masuk sekolah karena penyakit atau kurang sehat merupakan hal yang biasa terjadi pada setiap orang dan tidak jarang terjadi. Namun, dalam kasus ketiga siswa ini, kupikir semua orang berpikir bahwa mereka semua tidak hadir karena alasan lain.

Untuk absen berturut-turut, biasanya perlu pergi ke rumah sakit di Keyaki Mall untuk membuat surat keterangan medis. Sebaliknya, selama kau punya surat keterangan medis, itu bukan masalah besar. Dengan kata lain, bahkan jika kamu tidak demam, asalkan kamu mengeluhkan semacam gejala sakit, rumah sakit mungkin akan merawatmu selama beberapa hari.

Namun, menurut apa yang dikatakan Chabashira-sensei saat kelas pagi, tak satu pun dari ketiganya diperiksa di rumah sakit.

 Sepertinya 2 dari mereka, kecuali Kushida, sudah menghubunginya, tapi masih belum jelas sampai berapa lama mereka akan diizinkan absen. Masalahnya adalah jika ketiganya terus absen mulai besok dan seterusnya. Absennya Haruka terkait dengan dikeluarkannya Airi. Absennya Wang adalah karena pengungkapan cintanya pada Yōsuke. Absennya Kushida karena pengungkapan sifat aslinya. Semuanya tidak ada hubungannya dengan penyakit.

Apa yang akan terjadi jika ini berlanjut selama 3 hari, 5 hari, atau bahkan seminggu? Pihak sekolah tentu saja tidak berpikir bahwa absen beruntun ini hanya kebetulan, jadi tidak mengherankan jika mereka akan melakukan pemeriksaan. Seperti yang Chabashira-sensei katakan, pada akhirnya itu akan berdampak besar pada poin kelas.

Selain itu, beberapa retakan mulai muncul di tempat-tempat yang tidak terlihat oleh mata.

 Wang bukan satu-satunya korban pengungkapan Kushida. Pasangan baru Ike dan Shinohara yang ikut terlibat juga menjadi sumber kecemasan. Faktanya, dia tidak terlihat berbicara dengan Kei, Matsushita, atau Mori, yang dikatakan telah menjelek-jelekkan Shinohara.

Meski nama mereka tidak disebut pada saat itu, tidak menutup kemungkinan Shinohara tidak berbicara dengan siswa seperti Satō dan Maezono untuk alasan yang sama.

Kelas selalu memiliki ikatan horizontal yang kuat di antara para gadis, bahkan jika kelompok yang biasanya berinteraksi dengan mereka berbeda.

Jelas bahwa itu sekarang benar-benar menciptakan jarak.

Sudah waktunya untuk mulai menentukan anggota tim yang akan bersaing dalam kompetisi tim untuk mendapatkan poin, tapi kelas ini belum mencapai tahap itu.

Jika kami mencoba membagi tim seperti sekarang, perpecahan internal akan semakin berkembang. Horikita tahu itu, makanya dia tidak bisa melangkah maju. Di sisi lain, tidak mungkin juga mendamaikan mereka di titik ini. Tak hanya Horikita, tapi juga Yōsuke sangat menyadari hal ini.

Meski begitu, waktu berlalu dan kelas pagi berakhir.

Tak lama kemudian, aku menerima sebuah pesan di tabletku.

[Aku perlu bicara denganmu sebentar. Ikuti aku]

Itu adalah pesan singkat dari Chabashira-sensei.

Tak lama setelah Chabashira-sensei meninggalkan kelas, aku meninggalkan tempat dudukku seolah-olah akan pergi ke kamar mandi.

Keuntungan dari tempat duduk barisan akhir dekat koridor benar-benar ditunjukkan, dan tidak ada yang melihatku. Tepat di sudut koridor menuju ruang staf, aku melihat Chabashira-sensei berdiri dengan punggung menempel di dinding.

“Tidak biasa Sensei untuk memanggilku seperti ini. Apa ada keperluan mendesak?”

Untuk sesaat, kupikir ini tentang absennya ketiga orang itu, tapi tampaknya bukan.

“Ya. Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu. Ini soal Sakura.”

“Soal Airi?”

Sudah seminggu berlalu sejak Airi meninggalkan sekolah ini, dan waktu telah berlalu.

Memangnya ada sesuatu yang harus dia katakan padaku sekarang.

“Ketika dia dikeluarkan, pihak sekolah tentu saja menjalankan prosedurnya. Mengepak barang-barangnya, mengumpulkan poin pribadinya. Yah, kebutuhan seperti itu... atau istilahnya kerjaan pasca ujian itu.”

Meskipun ekspresinya lugas, kata-katanya sedikit tidak jelas.

Aku bertanya-tanya apakah itu karena emosinya setelah kehilangan seorang siswa dari kelasnya.

“Barang-barang yang dibeli sebelumnya di sekolah pada dasarnya adalah milik siswa, dan terserah siswa itu mau diapakan barangnya itu. Meninggalkannya atau membawanya pergi tidak akan menimbulkan masalah. Penerimaan resmi pengusiran dilakukan di ruang staf, tapi... sebenarnya, satu hal tak terduga terjadi sebelum itu.”

“Hal tak terduga, ya?”

“Ya. Setelah ujian khusus suara bulat, kami menemukan bukti bahwa Sakura telah menggunakan sekitar 5.000 poin pribadinya, dan kami masih mencoba memutuskan apa yang harus dilakukan dengan poin tersebut.”

“Poin pribadi siswa yang dikeluarkan akan dicabut, bukan?”

“Ya. Tapi, seperti yang kataku tadi, itu hanya bisa dilakukan setelah penerimaan resmi. Namun, sekolah menganggap ini juga sebagai area yang sangat abu-abu. Misalnya, mentransfer poin pribadi ke siswa tertentu itu tidak diperbolehkan.”

“Iya sih. Jika dia mentransfer semua poin pribadinya setelah dia dikeluarkan, itu bisa menjadi masalah. Tapi apakah Airi mentransfer 5.000 poin ke seseorang?”

“Tidak, bukan begitu. Sakura...”

Aku diberitahu tentang penggunaan poin pribadinya yang tidak terduga.

Saat menerima penjelasan, pada saat yang sama, aku juga menyadari bahwa aku bukan orang yang tidak ada hubungannya.

“———Jadi kupikir aku akan memanggilmu sebagai orang yang bersangkutan. Tentu saja, kamu tidak berkewajiban untuk menangani masalah ini. Kalau kamu menolak, kami akan menanganinya sendiri.”

Tindakan Airi yang dilakukan dalam waktu singkat setelah pengusirannya dikonfirmasi.

Dengan firasat tertentu tentang jawaban untuk itu, aku memutuskan apa yang harus aku lakukan.

“Jumlahnya tidak terlalu besar, jadi biarkan saja.”

“Maksudmu kau yang akan membayarnya?”

“Dengan begitu tidak ada masalah, bukan?”

“Ya. Untuk mudahnya, itu akan menjadi poin pribadi yang kamu gunakan, jadi sekolah tidak akan melihatnya sebagai pelanggaran.”

“Aku mengerti.”

Aku akan mendapat konfirmasi dari Sensei bahwa ini tidak akan menjadi masalah.

“Aku punya satu pertanyaan, apakah ini ada hubungannya denganmu.... juga?”

Tanya Chabashira-sensei, memberiku pandangan yang sedikit menyelidiki.

“Tidak, bukan. Dia pasti telah memikirkannya sendiri dalam waktu terbatas yang dia miliki dan sampai pada kesimpulan itu.”

Tentu saja, aku tidak tahu detailnya saat ini, tetapi seiring berjalannya waktu, aku yakin jawabannya akan datang dengan sendirinya.

“Yang jelas, ini adalah kabar baik bagiku karena satu masalah, meskipun kecil, telah dibereskan. Karena situasi kelas tidak begitu menyenangkan.”

Sosoknya mengkhawatirkan kelas sebagai guru wali kelas rasanya kok tidak cocok.

(Tln: Buset, dendamnya masih ada bekasnya)

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Enggak kok. Memang benar bahwa kelas sedang tidak stabil sekarang, seperti kata Sensei. Aku bermaksud untuk meluruskan sebagian dari mereka dengan paksa, tapi mungkin itu tidak perlu.”

(Tln: Anjir, terang-terangan sama niatnya ini orang. Beneran serius)

“Apa maksudmu?”

“Untuk saat ini, tolong awasi mereka. Awasi pertumbuhan dan perkembangan setiap siswamu.”

Meski Chabashira-sensei terlihat sedikit tidak puas, dia mengangguk pelan.

Related Posts

Related Posts

20 comments

  1. Ntah terlalu pendek atau diriku terlalu menikmati membaca bab ini, semoga cepet rilis bab baru lagi

    ReplyDelete
  2. Geram juga lama2 klo kondisi kelas kyk gini terus. Memang harusnya pakai jalan paksaan sih. Tapi sejak awal semua ini memang gara2 si Horikita b*go

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda salah.. Semua gara" author nya yg milih buat bikin alurnya begini... Chara yg punya banyak potensi di keluarin.. Tapi aku suka authornya milih buat ngejadiin alurnya begini. Intinya 3 gelas susu sama dengan 1 loli milkita.

      Delete
    2. Lu pikir gua gk tau kalo si author mertahanin Kushida supaya ceritanya lebih menarik? Tapi yg gua fokuskan disini itu dari perspektif karakter2 nya bukan dari perspektif authornya. Si Kiyo aja sama sekali gk kepikiran langkah Horikita mertahanin Kushida, padahal kmrn dia udah mantap mau ngeluarin dia. Coba lu tempatkan dirimu di posisi Haruka. Gimana perasaan lu? Intinya lebih baik aku jadi bodoh daripada harus kehilangan sahabatku

      Delete
    3. Horikita kecil emang konyol bro, makanya author ngesimp kei ama kiyo🤣🤣🤣

      Delete
    4. Dari awal emang udah jelas kalo author nya tuh nyetting Horikita Suzune ini sebagai karakter cewek yg egois dan gak disukai

      Delete
    5. Haha Horikita egois dan gak disukai,

      Ada orang yg sombong dengan kehebatan pacarnya walaupun dirinya gak bisa apa apa dan mengejek pasangan Shinora Ike seolah olah dia yg terbaik

      Siapa tuch? Hihihi

      Delete
    6. Gk bisa apa2? Lu baca LN nya dari awal gk sih? Klo mo komentar dipikir dulu. Kalo Kei nyombongin Kiyo itu ya wajar. Trus kalo bukan karena Kei, si Horikita ini dah dihajar abis-abisan kmrn sama Ryuuen & Kushida

      Delete
    7. Dem.. Aku komenin komen ini g ada niat roasting siapapun dan g ada niat ngejelekin siapapun sambil setengah bercanda biar g dibawa serius bgt malah jd saling roasting gini..

      Delete
    8. Ikut ah, mnrt gw klo ad readers yg berantem brrti authornya menang. Readers udh terbwa ke dunia yg dia tulis artinya.
      Karna karya2 hebat biasanya ramai hatersnya hahaha

      Delete
    9. Karakter perempuan yang gua suka ngeliat dia sama kiyotaka:
      1. Ichinose, adengan yang ada di vol11.5 janji 1 tahun kiyo dan honami, itu adegan yang paling gua suka.
      2. Sakayanagi, di semua adegan kebersamaannya dengan Ayanokoji itu sangat menarik buat ku.
      3. Hiyori, terlalu sedikit adegan nya bersama kiyo sih, jadi bingung gua. Tapi kalo harus jawab mungkin saat mereka bertemu di pulau tak berpenghuni yang baru ini.
      4. Kushida, adegan yang saat kushida menyentuhkan tangan kiyotaka ke dadanya, gua suka banget ekspresinya dan gua ngebayangin aja bagaimana nanti nya kalo sih kiyotaka bisa menaklukkan hati nya
      (Menjadikan nya sebagai budaknya kiyotaka).
      5. Kiriyuiin senpai, ga ada alasan cuman suka aja. Tapi bisa ga buat gua aja.
      6. Nanase Chan, suka adegan waktu dia satu tenda bareng sih kiyotaka atau bisa dibilang gua suka semua tiap kebersamaan nya di pulau tak berpenghuni.
      7. Ichika ( my little b*tch), suka aja Ama nih anak.
      Udah itu aja ga ada lagi

      Delete
  3. Makasih banget min, terus berjuang nerjemahin LNnya min kita pasti selalu mendukung mimin kok,

    ReplyDelete
  4. Satu pertanyaan dari Ku ? Jika masalah airi menggunakan 5000 point dapat diselesaikan semudah itu, lantas buat apa dimasukkan ke LN nya...apa ada keterikatan dengan masalah yang akan mereka hadapi kedepannya....atau hanya sebagai pemanjang cerita ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya sih ada, masalahnya juga gak disebutin secara jelas apa itu, jadi bisa jadi nanti dibahas ke depannya

      Delete