-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 7 Bab 3 Part 1 Indonesia

Bab 3
Sepucuk Surat Cinta


1


Sepulang sekolah hari itu. Ichihashi mendekati Horikita yang duduk di depan, dengan agak ragu-ragu.

“Anu, Horikita-san... bisa bicara sebentar?”

Dia biasanya tidak memiliki hubungan dekat dengan Horikita dan jarang bicara dengannya.

Orang biasanya akan mengira... mengenai festival budaya yang akan segera berlangsung.

Tapi benda di tangannya menyiratkan sesuatu yang berbeda.

“Ada apa, ya?”

“Sebenarnya, aku ingin minta tolong sedikit. Setelah ini, kamu ada kerjaan di OSIS, ‘kan?”

“Ya. Seperti yang kukatakan ke semua orang di kelas beberapa waktu yang lalu, aku ada kerjaan di OSIS. Aku tidak bisa selalu membantu persiapan untuk festival budaya.”

“Ya, um, bukan soal itu. Ini... aku mau minta tolong bisa?”

Katanya, lalu dia menyodorkan sepucuk surat.

Sekilas terlihat stiker hati menempel pada mulut amplop.

“Ini?”

“Itu, surat cinta...”

“...Eh?”

Wajar saja kalau dia terlihat bingung sejenak karena tidak memahami artinya.

Meskipun kita hidup di zaman di mana keragaman diterima, jika itu adalah surat cinta dari seorang gadis kepada seorang gadis, bisa dimengerti bahwa surat itu lebih membuat gundah dalam arti lain daripada surat yang dikirim oleh lawan jenis.

“Ah, begini. Itu bukan surat dariku untuk Horikita-san. Sebenarnya... seorang temanku memintaku untuk memberikannya ke Ketua OSIS Nagumo.”

“Ke Ketua OSIS? Tapi bukankah itu harus diberikan secara langsung?”

Jika akan menembak seseorang yang disukai, teori umumnya adalah melakukannya secara langsung.

“Dia memintaku untuk memberikannya kepadanya karena dia terlalu gugup untuk melakukannya. Tapi, aku juga tidak berani untuk menyerahkannya ke Ketua OSIS secara langsung, ya kan... aku bukan pihak terkait.”

Nagumo adalah orang yang lebih mudah bergaul daripada, misalnya mantan Ketua OSIS Horikita Manabu, tapi dia masih seorang siswa senior dan perwakilan dari sekolah ini. Ini adalah rintangan yang cukup tinggi bagi seseorang yang tidak pernah berhubungan dengannya untuk berbicara dengannya.

Di sisi lain, Horikita berbeda. Sangat mudah untuk membayangkan mereka membicarakan tentang tugas OSIS setiap hari.

“Aku paham situasinya, tapi...”

“Tolonglah. Dia terus-terusan galau... sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk mengirim surat.”

Seandainya ini adalah Horikita yang agak lama, dia mungkin akan menolak permintaan ini.

Tetapi sekarang, penting juga untuk membangun hubungan dengan teman sekelasnya.

Untuk memulihkan bagian yang hilang dalam ujian khusus suara bulat, hal ini tidak bisa dihindari.

“...Oke. Aku akan coba menyerahkannya kalau ada kesempatan. Tidak masalah, ‘kan?”

“Ah, ya.”

Jawab Ichihashi, tapi itu tampat agak tidak jelas.

“Masih ada masalah?”

“Um, gini, ada sedikit masalah dengan surat cinta ini.”

Setelah menerima surat itu, Horikita menyadari bahwa tidak ada nama di bagian depan atau belakang surat itu.

Dengan kata lain, ini berarti pengirim tidak diketahui tanpa melihat isinya.

“Bisakah aku berasumsi kalau dari siapa surat ini sudah tertulis di dalamnya?”

“Aku tidak tahu... biasanya sih pasti ditulis.... Tapi kalau dia, sudah senang hanya dengan mengungkapkan perasaannya, mungkin namanya tidak akan ditulis.”

Dengan kata lain, baik pemberi maupun penerima tidak mengetahui pengirim surat cinta tersebut.

“Itu agak sulit untuk diterima.... Tentu saja aku akan menjelaskannya sewaktu aku menyerahkannya, tapi jika salah tangkap, nanti dikira itu adalah surat dariku.”

Biarpun sudah dibilang kalau dia menerima surat itu dari orang lain, namun sebenarnya itu adalah surat dari Horikita.

Kemungkinan Nagumo menangkapnya seperti itu tidaklah nol.

“Ka-Kalau gitu, kamu minta tolong saja sama orang lain? Misal anak laki-laki kenalanmu dari OSIS... bisa? Pokoknya, aku ingin kamu memberikannya hari ini.”

“Mudah sekali kamu mengatakannya...”

Terlepas dari keraguannya, Horikita berpikir sejenak dan mengangguk.

“Aku akan coba usahakan dengan segala cara, tapi tidak ada jaminan aku akan bisa memberikannya, oke?”

“Syukurlah kamu mau menerimanya, Horikita-san. Aku yakin anak itu juga akan senang.”

Meski enggan, Horikita setuju untuk mengirimkan surat cinta itu kepada Nagumo.

Normalnya dia akan menanyakan dari siapa surat itu berasal, tapi Horikita tidak tertarik dan tidak mencoba untuk membahasnya lebih mendalam.

Related Posts

Related Posts

2 comments

  1. Bakal ada hubungan dengan manipulasi yg baru kayanya. Bisa Ayanokouji, Yagami, atau Haruka yg pengen balas dendam.

    ReplyDelete
  2. Konspirasi Wahyudi... 🧐🧐

    ReplyDelete