-->

Cari Blog Ini

– Kushida Kikiyō SS – Pasti Khayalanku Saja

Youzitsu 2nd Year Volume 8 SS

– Kushida Kikiyō –
Pasti Khayalanku Saja


Ryūen mengambil inisiatif untuk mengancamku, hanya untuk membuatnya menjadi bumerang.

Tepat setelah menyelesaikan percakapan tapi...

“Kenapa... kamu ke sini menolongku? Tidak ada untungnya sama sekali buatmu, kan, Ayanokōji-kun?”

Ayanokōji-kun jelas tidak ingin menjadi sasaran dengan sengaja oleh Ryūen-kun.

“Ada untungnya. Karena Kushida adalah seseorang yang sangat diperlukan untuk kelas. Sekalipun aku tidak datang ke sini, Ryūen tidak akan membongkarnya, tapi aku tidak tahu bagaimana kau akan meresponnya. Kau pasti berpikir untuk buat dia tutup mulut dulu, bukan?”

“...Itu, yah...”

Aku tentu saja merenungkan betapa dangkal dan gegabahnyaku. Tapi kenapa aku tidak bisa menahan emosiku saat ini? Kegagalan masa laluku telah membawaku pada situasi ini, yang tidak membuat apa-apa selain membebaniku.

Jika masa laluku terbongkar, hanya aku yang akan berada dalam masalah. Namun, kelas juga akan kehilangan tangan yang bisa berkontribusi pada kelas.

“Aku harus menjaga tempatku. Aku jelas bertindak untuk alasan ini, tapi...”

“Ryūen bukanlah tandinganmu. Bisa jadi masalah jika kau mendekatinya lebih dulu karena ia tidak kunjung menyerang hanya untuk menghancurkan dirimu sendiri. Itulah kenapa aku memutuskan untuk muncul.”

Sungguh kata yang memalukan yang membuatku merasa sangat terhina. Tapi... itu benar.

Sudah lama sejak aku memiliki kesan pertama [hanya seorang siswa yang tidak penting] untuk Ayanokōji-kun.

“Setidaknya di tahap ini, aku belum mengganggap Ryūen sebagai lawan yang tangguh.”

Orang yang berdiri disampingku mengatakan apa yang tidak mungkin bisa kukatakan, sealami cuaca hari ini.

Tidak mengherankan jika pernyataan seperti itu akan ditertawakan, karena itu jelas sesuatu yang tidak bisa dilakukan.

“Ha-Hah? Apa itu...”

Otakku tidak bisa mengikuti pemahamanku, jadi aku melakukan yang terbaik hanya untuk menjawab seperti ini. Tapi itu memalukan dan menjengkelkan melihat diriku dalam keadaan bingung seperti itu.

“Pokoknya, kamu tidak perlu menyebrangi jembatan berbahaya lagi. Jagalah baik-baik dirimu yang sekarang.”

“Sanjungan itu rasanya tidak nyaman. Apakah kelas  benar-benar sangat membutuhkan bantuanku?”

Hatiku terasa seperti dicengkeram oleh kicauan, dan aku merasa seperti tersipu malu. Keringat dingin? Detak jantungku juga tampak meningkat secara aneh.

“Masih ada lagi.”

“Ada lagi?”

“Aku merasa bisa menjalin hubungan baik dengan Kushida sekarang, karena kau bisa bicara terus terang.”

Ha...? Apa dia, bodoh?

“Hentikan. Mana mungkin ada orang yang tahu sifat asliku benar-benar merasa seperti itu?”

Aku tidak ingin mendengar kata-kata yang akan semakin membingungkanku secara mental. Sudah jelas bahwa aku tidak ingin mendengar kata-kata itu, tapi aku ingin dia mengatakan lebih banyak. Kontradiksi ini menghancurkan otakku.

“Tidak juga. Jujur kau menyenangkan.”

“Apa itu... aku tidak tahu seberapa seriusnya kamu. Karena Ayanokōji-kun tidak bisa kupercaya.”

Aku ingin membalas dengan senyuman, tapi aku tidak bisa. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Aku tidak bisa bersikap seperti diriku yang biasa.

“Ini faktanya. Ada sebagian orang di dunia ini yang merasa lebih nyaman dengan sifat aslimu”

“Mana mungkin———”

Otakku, benar-benar membeku. Aku tidak bisa melihat langsung ke arah pria di depanku dan melarikan diri ke dinding.

Dengan begitu aku tidak bisa melihatnya.

Tidak, tidak, tidak! Apa yang kulakukan?! Aku harus tenang, pasti ada yang salah dengan ini! Ini bukan... aku tidak mungkin... jatuh cinta padanya?

Mustahil. Mustahil. Mustahil, mustahil... Mustahil!

Ngomong-ngomong, jika dipikir-pikir, bukankah Ayanokōji-kun menyentuh payudaraku? Tidak, daripada mengatakan ia menyentuh payudaraku, harus kukatakan aku memaksanya untuk menyentuhnya. Pada saat itu, aku tidak bisa memikirkan metode lain selain yang satu ini, dan tidak ada yang bisa kulakukan.

Hmm? Tunggu sebentar. Aneh. Kupikirkan dengan tenang, jika dia mau, bukankah Ayanokōji-kun bisa dengan mudah melepaskan diri dari cengkeramanku?

Entah itu sidik jari pada seragam atau apapun, aku tidak ingat apa yang kukatakan saat itu, tapi dia seharusnya tahu bahwa ini bukan ancaman, ‘kan?

“...Kenapa?”

Ia memakai ekspresi yang tidak berbahaya. Apakah dia benar-benar hanya berpikir [beruntung, aku bisa menyentuh payudaranya] atau sesuatu seperti itu?

Ha! Bukankah itu tidak tahu malu? Tunggu sebentar. Tunggu... Tunggu sebentar. Tenang, tenang. Hoo~ha~, hoo~ha~.

Kesampingkan masalah payudara untuk sekarang. Perasaan lain yang menjadi masalah besar. Aku jatuh cinta dengan orang lain? Ha———? Hal semacam ini tidak mungkin terjadi, ‘kan?

Jatuh cinta sebagai seorang siswa atau sesuatu seperti itu tidak akan ada gunanya untuk masa depan. Jadi aku tidak akan menyukai siapa pun di sini.

Satu-satunya hal yang penting adalah diriku sendiri. Demi kebahagiaanku sendiri, mungkin ada kalanya aku harus menikah di masa depan, tapi paling banyak, itu saja. Jika aku menilai bahwa yang terbaik bagiku adalah hidup sendiri, maka tentu saja aku akan melakukannya. Jadi, sama sekali tidak mungkin aku memiliki perasaan seperti itu padanya.

Akhir-akhir ini, aku menjadi lebih lemah karena kelemahanku telah terbongkar ke orang-orang di sekitar ku. Kebetulan saat ini, aku sedikit tersentuh oleh sikap Ayanokōji-kun.

“Enggak papa, enggak papa...”

Tenanglah. Pikirkan tentang hal itu dengan tenang terlebih dahulu. Sejauh ini, aku telah dengan tegas memainkan peran diriku yang lembut kepada siapa pun.

Pada akhirnya, siapa Ayanokōji-kun? Tunggu sebentar... Ayanokōji-kun sedang menunggu di belakangku, dia seharusnya menyadari kelainanku.

Jadi aku akan berbalik dan menjawabnya dengan senyuman, mengatakan bahwa aku baik-baik saja meski aku merasa sedikit sakit. Itulah aku yang biasa selama ini. Aku berbalik dengan pikiranku yang sudah bulat.

“Aku sedikit pusing, tapi sudah tidak lagi! Aku baik-baik saja!”

Saat aku berbalik dan melihat wajah Ayanokōji-kun, aku berhenti sejenak.

“...Kau yakin baik-baik saja?”

Karena secara obyektif, aku mengeluarkan suara yang agak aneh, jadi wajar jika Ayanokōji-kun bertanya.

Jangan lihat ke sini! Tidak, tidak, aku masih gemetar...!

Bingung, dihantui. Ini———ini tidak mungkin.

Aku benar-benar dihantui!!!!

Related Posts

Related Posts

4 comments