-->
olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

– Karuizawa Kei SS – Dewi Asmara Karuizawa

Youzitsu Volume 7.5 SS

– Karuizawa Kei SS –

Dewi Asmara Karuizawa

 

Akhirnya tanggal 25, dan kencan ganda dimulai. Aku, dengan setia menjalankan permintaan Satou-san, agar dapat berhasil dalam sekali coba, mengambil panah cinta di tanganku. Panah ini adalah panah ajaib yang akan menyebabkan siapapun yang terkena untuk jatuh cinta. Satou-san di sampingku, dalam upaya untuk bersama dengan Kiyotaka, datang berhubungan dengannya dengan jarak yang serasa mirip dengan seorang kekasih. Melihat mereka berdua, Aku memutuskan untuk memanggil mereka seperti seorang wanita usil dari lingkungan sekitar.

“Heh... kalian berdua terlihat cukup serasi bukan?”

“B-Benarkah?”

“Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, kalian terlihat seperti pasangan yang penuh kasih menghabiskan Natal bersama, perasaan semacam itu?”

Pertama, Aku perlu memberi tahu Kiyotaka bahwa mereka secara alami terlihat cocok. Kiyotaka, yang biasanya memikirkan hal-hal yang bahkan tidak bisa kupahami, dalam hal percintaan saja, dia tidak terlihat seperti seorang profesional.

Dia seharusnya tidak tahu bagaimana lingkungannya memandangnya.

“Hehehe. Bukankah itu memalukan, Ayanokouji-kun? Mereka bilang kita terlihat seperti pasangan.”

“...Aku rasa begitu.”

Terhadap kata-kata dari Satou-san itu, Kiyotaka menjawab dengan tidak tertarik. Apa maksudnya [Aku rasa begitu]. Bukankah kau seharusnya bahagia jauh di dalam hati? Zuzuzu, seperti itu di dalam diriku, sesuatu yang gelap berbisik.

Ahh, tidak boleh, tidak boleh. Dewi asmara cinta tidak memikirkan pikiran gelap seperti itu.

“Tapi tetap saja, kalian berdua serius tidak pacaran? Mungkinkah yang sebenarnya kalian sudah pacaran~.”

Membunuh perasaan ku sendiri, Aku mendesak mereka untuk jawaban dengan penuh semangat untuk menggerakan mereka.

“T-T-Tidak. Tidak kok. Kami masih belum memiliki hubungan seperti itu!”

Meskipun dia mati-matian menyangkal hal itu, Satou-san juga memeriksa keadaan Kiyotaka dengan pandangan sekilas. Jika dia tampak bahagia, itu berarti akan menjadi bahan baginya untuk memutuskan bahwa mereka memiliki kemistri bersama.

Namun sebaliknya, orang bodoh ini, tidak peduli apa yang dikatakan, tidak pernah sekalipun mengubah wajah seriusnya. Dia tidak tertawa dan juga tidak marah, itu membuat penilaian jadi sulit.

“Benarkah? Jika kalian menyembunyikan sesuatu sebaiknya kalian memberitahuku sekarang, ok?”

Bahkan ketika aku menyerang berulang kali seperti itu, sebagai tanggapan, Kiyotaka memberikan jawaban yang hampir seperti mengabaikan kami.

Aku penasaran apakah itu ide yang buruk untuk mengatakannya secara tidak langsung.

“Ngomong-ngomong, Satou-san, kau belum punya pacar kan?”

“Y-Ya.”

Karena sudah begini, Aku mencoba mengekspresikannya dengan blak-blakan namun Kiyotaka masih belum memiliki reaksi yang baik terhadapnya. Lebih tepatnya, dia bahkan tidak memperhatikan kata-kataku. Hampir seperti dia tidak memiliki kesadaran bahwa dia sedang berkencan. Kencan ganda baru saja dimulai, mungkin kami terlalu kuat dengan pembukaannya...

“Kami akan menikmati ini sendirian, jadi kalian berdua, jangan pedulikan kami, oke?”

Untuk saat ini Aku memutuskan untuk meninggalkan Satou-san dan Kiyotaka untuk bertindak secara mandiri. Saat Aku berbicara dengan Yousuke-kun, aku menguping pembicaraan mereka berdua dari sebelah mereka. Ngomong-ngomong, Aku menunggu cukup lama tapi percakapan di antara mereka berdua tidak dimulai sama sekali. Mungkin Satou-san juga menjadi gugup, tapi dia sepertinya tidak bisa memulai topik untuk dibicarakan. Atau bisa jadi dia mengharapkan percakapan datang dari Kiyotaka dan sedang menunggunya. Jika itu masalahnya mungkin tidak akan ada harapan.

Kiyotaka tampaknya tidak memiliki niat untuk berubah dari dirinya yang biasa yang pendiam. Ahh, mou! Itu berarti tidak ada yang tersisa selain bagi ku untuk melakukan sesuatu terhadap mereka.

Aku mengarahkan pandangan putus asa ke arah Kiyotaka. Dan ketika Aku melakukannya, rasanya perasaan Aku disampaikan kepadanya ketika pandangan ku langsung bertemu dengan Kiyotaka.

“Kamu agak pendiam. Jadi apa ini berarti kamu akan tetap bersikap diam?”

“Ini tidak seperti Aku sedang berakting atau apa pun. Aku tidak terbiasa berkencan, Aku hanya tidak mengerti topik gaya hidup yang biasa dibicarakan orang-orang.”

Mungkin hal semacam itu.

Aku merasa seperti dari pandangan kami, Aku bisa membaca perasaan seperti itu dari Kiyotaka.

“Satou-san, bukankah hanya Ayanokouji-kun saja yang tidak tahu harus bicara apa?”

Panah cinta yang telah kulepaskan. Jika itu kena, itu adalah panah ajaib yang akan menyebabkan seseorang jatuh cinta. Panah yang satu ini, dengan satu atau cara lain Aku akan memastikan untuk mengenai Kiyotaka dengan itu.



Terjemahan Indonesia oleh : Luckser Rayne

Related Posts

Related Posts

Post a Comment