-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 2 Chapter 4 Part 1 Indonesia

  

Pertarungan siswa tahun pertama dan ketiga

 

1

 

Sepulang sekolah keesokan harinya, kafe di Keyaki Mall.

“Aku tidak suka jam tangan seperti itu karena suara gerakan detiknya yang tik-tak itu sangat menyebalkan.”

Amasawa mengutuk ketika dia melihat jam tangan di pergelangan tangan kiri Housen, yang duduk di depannya.

“Berisik. Apa kau tahu mengerti bernilainya jam tangan ini?”

“Nilainya? Jadi itu semacam merek premium? Aku tidak punya waktu untuk mempelajari hal-hal yang aku benci.”

“Ha, itu sebabnya perempuan sangat membosankan.”

Mengatakan itu, lalu dia tertawa dan menepuk jam tangannya sekali.

“Kau ini... yah, lupakan. Jadi apa yang kau mau?”

“Aku memanggilmu untuk ujian di pulau tak berpenghuni berikutnya. Bekerja samalah dengan ku, Amasawa.”

“Kau ingin bekerja sama dengan ku lagi. Selain itu di pulau tak berpenghuni, apa kau memikirkan hal yang mesum?”

“Ha?”

Dia mengerutkan alisnya dan menatap Amasawa, tapi dia kembali dengan senyum iblis tanpa rasa takut.

Amasawa perlahan menurunkan kakinya yang disilangkan, dan membuka kedua kakinya.

“Apa kau ingin melihat celana dalamku? Kau bisa mengintip dari bawah meja, lho?”

Jika dia mengambil posisi merangkak, dia akan bisa melihatnya di antara kaki Amasawa, yang terbuka lebar.

Menanggapi godaan seperti itu, Housen meletakkan siku lengan kanannya di atas meja dan membungkuk ke depan.

“Apakah kau pikir Aku tidak akan mengangkat tanganku pada seorang perempuan?”

“Aku sama sekali tidak berpikir begitu. Jangan khawatir, Aku pikir kau tipe pria yang akan memukul siapa pun tanpa pedulikan akibatnya.”

“Kalau begitu jangan mengatakan omong kosong. Itu buang-buang waktu.”

“Buang-buang waktu memang. Kalau begitu, biarkan Aku mendengarnya. Rencanamu itu. Kenapa kau meminta ku untuk datang?”

“Karena kau memiliki keberanian untuk tidak ragu mencoba mengeluarkan Ayanokouji.”

“Yah itu benar? Kebanyakan orang yang tahu tentang hadiah itu tidak melakukan apa-apa, ada juga yang mencoba mengincarnya tapi trik mereka untuk menyerang hanya setengah hati. Jika uang 20 juta dipertaruhkan, itu normal untuk melakukannya dengan seluruh kekuatan.”

Amazawa mengatakan itu tanpa menunjukkan penampilan yang buruk.

“Lalu apa imbalan untuk bekerja sama denganmu? Aku tidak murah, kau tahu.”

Suara keras datang dari belakang Amasawa, yang bertanya apa yang akan dia berikan.

“Kita seharusnya setara. Aku katakan itu sebelumnya, kan?”

Nanase telah bergabung dengan mereka yang datang sedikit terlambat.

“Setara? Meski kau memiliki wajah yang cantik, kau ternyata cukup terus terang. Aku ingin tahu apakah Hoizumi-kun sedang mengevaluasi hal-hal yang tidak membuatmu takut?”

Tiba di meja dan tiga orang berkumpul.

“Aku mengerti. Jadi kita bertiga adalah grup yang dipikirkan Housen-kun. Satu orang lagi?”

“Aku tidak membutuhkannya. Bukan tahun kedua atau tahun ketiga yang akan memenangkan ujian di pulau tak berpenghuni kali ini, tapi itu adalah kita bertiga.”

“Kau sangat bersemangat. Tapi sepertinya ada banyak orang tangguh di siswa senior, tidak seperti tahun pertama, iya kan?”

“Itu bukan masalah, Aku akan menghancurkan mereka semua.”

“Yah, bahkan jika kemampuan Housen-kun adalah nomor satu... Bukankah kita tahun pertama sedang membicarakan tentang kerja sama antara empat kelas? Berbicara tentang unggulan dari Kelas D, Aku yakin kalian berdua di depan ku akan masuk, kan?”

“Aku yang akan menilai Kelas D untuk memutuskan itu. Kau tahu apa maksudku?”

“Jadi, kau mengirim ikan kecil untuk mewakili kekuatan utamamu. Kau akan bertarung ke segala arah.”

“Itu tergantung pada apa yang membuatmu menjadi andalan. Jika setidaknya kau mengirim siswa dengan kemampuan akademik atau kemampuan fisik tinggi, mereka akan dapat membantu. Selain itu, jika Housen-kun berada di grup terkuat, itu akan membuat beberapa masalah.”

“Yah, kurasa kita tidak bermain kooperatif. Mungkin lebih baik untuk melepasnya dalam pengertian itu. Kalau begitu, mari kita kembali ke topik utama, berapa banyak yang akan kau berikan?”

“Aku tidak punya uang untuk diberikan. Seperti yang Aku katakan sebelumnya, kita akan memiliki hubungan yang setara. Tentu saja, kami akan secara merata mendistribusikan poin pribadi yang didapat oleh kelas D.”

Nanase bertanya apakah itu tidak cukup.

“Tapi, kau tahu, itu tidak berarti kita sama dalam kontribusi, kan? Aku yakin kalau Aku bisa berkontribusi lebih dari siapa pun, entah itu di pulau tak berpenghuni atau bukan. Sepertinya butuh banyak stamina, tapi bisakah Nanase-chan yang cantik ini mampu mengimbangiku?”

“Apakah kau ingin mencobanya?”

Nanase menanggapi tantangan dengan sebuah provokasi. Amasawa mengalihkan pandangannya sekali ke Housen, dan tanpa peringatan, dia mengulurkan tangannya ke wajah Nanase. Ini bertujuan tamparan kejutan untuk membuatnya kesal.

Namun, Nanase tidak ragu untuk meraih lengan yang dia rentangkan dengan cepat.

“Itu berani sekali, untuk mencobanya di sini.”

“Wow. Mengejutkan, kau ternyata bermulut dingin? Aku suka dengan gadis yang kuat.”

“Kau juga tidak normal.”

“Entahlah? Bolehkah Aku mencobanya lebih banyak?”

Satu sisi tersenyum, sisi lain tanpa ekspresi.

Waktu berlalu ketika mereka mengeksplorasi kekuatan satu sama lain.

“Aku, Nanase dan kamu akan membentuk grup tiga orang. Setuju?”

“Aku mengerti bahwa Nanase-chan bisa bergerak dengan caranya sendiri, tapi Aku tidak berpikir itu hubungan yang setara denganku.”

“Kenapa? Apakah karena dua dari tiga orang di grup kita adalah Kelas D?”

“Aku tidak peduli tentang itu. Sepertinya mereka akan meratakan poin pribadi yang bisa didapatkan seseorang. Hanya saja... Aku harus mendapatkan uang tambahan untuk bekerja sama denganmu, tahu~.”

Mengatakan itu, Amasawa mengepalkan tangan kirinya, lalu menggosok perut ibu jarinya dan jari telunjuknya dalam gerakan yang meminta tip.

“Karena kau mengundanku untuk membeli ku, bukankah wajar untuk menjual diriku sedikit lebih tinggi?”

“Kau cukup besar kepala juga ternyata. Baik Nanase dan kamu, kalian lebih menyebalkan ketimbang Yagami atau Takahashi.”

“Apa kau tidak tahu? Anak perempuan lebih kuat di zaman sekarang ini.”

“Lalu Aku akan bertanya padamu. Apa yang kau inginkan selain imbalan grup?”

“Wajar untuk mengambil tempat pertama. Tapi itu bukan satu-satunya hal yang penting—”

Amasawa mematahkan gerakan tangan kirinya, dia hanya mengangkat dan membawa ibu jarinya ke lehernya sendiri.

Kemudian dia perlahan-lahan menggesernya dari kanan ke kiri.

“Semua poin yang kita dapat dengan mengeluarkan Ayanokouji-senpai dari sekolah adalah milikku. Itulah syarat untuk bekerja sama.”

“Ha, kau cukup serakah juga. Itu bukan syarat yang mudah untuk diterima.”

“Kalau begitu Apa perlu Aku menolaknya. Tapi bagaimana jika Aku menolakmu? Jika kau tidak ada teman yang bisa diandalkan selain Nanase-chan, bukankah kau akan kesulitan menghadapi ujian khusus?”

Housen bertempur di segala arah, seperti yang dikatakan Amasawa sebelumnya.

Terlebih lagi, jika itu menjadi grup yang egois sementara empat kelas berusaha bekerja sama, tidak ada siswa lain yang bisa membantu. Kecuali Amasawa yang eksentrik.

“Aku akan lebih terisolasi di Kelas A jika Aku bekerja sama dengan Housen-kun. Bukankah wajar untuk tidak akan mengatakan ya jika hadiah tidak sesuai?”

Pandangan Housen dan Amasawa saling bertemu.

“Memang kalian tidak akan mendapat uang tambahan karena sudah mengeluarkannya dari sekolah. Tapi kehormatan mengeluarkan Ayanokouji-senpai dari sekolah akan diberikan sepenuhnya kepada Housen-kun. Dengan itu sudah cukup, kan?”

“Kau tidak perlu menerimanya. Mempertimbangkan masa depan, 20 juta poin uang besar akan mengalir ke Kelas A tahun pertama...”

“Kau diamlah, Nanase.”

Menghentikan saran Nanase, Housen terus menatap mata Amasawa.

“Aku akan memberimu hadiah uangnya.”

“Terima kasih. Sangat menyenangkan memiliki pria yang tidak pelit.”

Setelah mengatakan itu, Amasawa berdiri dengan ringan dari kursinya.

“Sampai jumpa lagi saat ujian khusus nanti.”

Karena negosiasi telah selesai, tidak perlu tinggal lebih lama, dan Amasawa pergi tanpa ragu-ragu.

“Apakah itu benar-benar tidak masalah?”

“Tidak masalah.”

“Aku mengerti, lagipula kamu yang memutuskan. Tapi apakah kau yakin bisa mempercayai Amasawa-san? Aku pikir dia tipe yang tidak keberatan mengkhianati teman-temannya.”

“Percaya? Jangan berasumsi bahwa Aku percaya padanya. Aku tidak percaya baik itu Amasawa ataupun kamu.”

“Jadi, kenapa kau memutuskan untuk bekerja sama dengannya?”

“Karena dia berbeda dengan sampah di luar sana. Sama sepertimu, kalian tidak tahu apa yang ada di bawah sana.”

“Aku mengerti, itu mungkin benar. Meski begitu, 20 juta masih merupakan syarat yang luar biasa .”

“Aku tidak peduli tentang janji lisan. Selama itu jelas dari fakta bahwa Aku yang membuatnya dikeluarkan, tentu saja uangnya akan ditransfer kepadaku. Aku tidak peduli apakah dia akan menangis nanti.”

Hoizumi mengatakan itu adalah janji yang tidak ingin dia pertahankan sejak awal.

“Kau adalah orang yang mengerikan.”

“Ayanokouji dan Ryuuen, dan siswa lainnya, Aku akan menghancurkan mereka semua yang datang untuk melawanku. Aku tidak tahan tenggelam dalam aturan gila sekolah ini.”

Housen tidak bisa menahan tawanya, dan tidak punya pilihan lain selain bersenang-senang.


Related Posts

Related Posts

Post a Comment