-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

– Ibuki Mio SS – Tidak Ada Alasan Untuk Itu


Youjitsu 2nd Year Volume 4

– Ibuki Mio SS –
Tidak Ada Alasan Untuk Itu


Ini adalah hari ke-10 ujian di pulau tak berpenghuni

Pagi ini, aku pergi ke tenda lain yang ada di dekat.

Aku mengkonfirmasi kalau pemiliknya sedang pergi sebelum meraih ransel di dalamnya.

Aku tidak mencoba mencuri apa pun. Aku hanya ingin mengkonfirmasi sesuatu.

Dan aku harus melihat apa yang ada di dalamnya untuk melakukannya.

Tapi aku tidak benar-benar ingin melihatnya. Ini adalah kontradiksi.

Aku mengambil ransel dengan sedikit ragu-ragu.

“Lebih ringan dari yang kuduga...”

Melihat betapa ringannya itu membuatku semakin yakin dan aku memeriksa isinya tanpa perasaan yang tersisa.

Pakaian, perlengkapan kebersihan, makanan——dan satu botol PET berukuran 500ml.

“Sudah kuduga.”

Ketika keraguan ku tumbuh menjadi keyakinan, pemilik ransel kembali, Ayanokouji.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“tsu!”

Panggilannya yang tiba-tiba sangat mengejutkanku hingga kupikir aku melompat dari tanah.

“Apa kau mau melihat tabletku tanpa izin? Atau apa ada hal lain yang kau inginkan?”

“Aku tidak melakukan itu! Aku hanya... aku hanya ingin memastikan apakah pertukaran yang setara itu benar atau tidak.”

Aku tidak ingin disalahartikan sebagai pencuri, jadi aku tinggalkan ranselnya.

Bagaimanapun, sekarang setelah aku mengonfirmasinya, aku perlu menanyakan hal ini secara langsung.

“Hanya ada satu botol air yang tersisa di ranselmu. Apanya yang kebanyakan kalau gini?”

Orang ini ingin melakukan pertukaran yang setara dengan ku kemarin.

Dia ingin memberikan 2 botol air hanya untuk beberapa makanan.

Aku kehilangan ketenangan ku dan tidak dapat berpikir saat itu karena aku sangat menginginkan air, dan dia menyeretku untuk melakukannya...

Dia berbohong padaku.

Dia tidak pernah punya banyak air dan membantuku sejak aku mengalami dehidrasi.

“Kau menyelamatkanku apa agar aku berhutang budi padamu?”

Jika demikian, itu terlalu naif baginya. Aku perlu membuatnya menyadari itu.

Atau begitulah yang kupikir...

“Kau tidak akan merasa perlu berhutang budi kecuali kau memeriksa ranselku.”

“Uh.”

Tentu saja. Jika aku tidak pernah memeriksanya, aku tidak akan tahu kalau dia juga kekurangan air.

“Dengan kata lain, apapun kebenarannya, itu adalah pertukaran yang setara.”

Jadi itu sebabnya aku harus melontarkan [Terima kasih] dengan jujur? Aku tidak akan pernah melakukan itu bahkan jika seseorang memaksa membuka mulutku.

Siapa juga yang mau.

“Rasanya aku tidak bisa menerimanya... baiklah. Kalau begitu aku tidak akan mengembalikan apa pun padamu.”

Apa kau tidak keberatan? Aku bertanya untuk berjaga-jaga.

“Sebaliknya, apa kau akan mengembalikannya jika kau berhutang budi padaku?”

“Tidak akan kukembalikan.”

Aku menjawabnya dalam sekejap, tanpa perlu dipikiran.

Tidak ada alasan untuk itu.

Kenapa, aku pria orang ini.

Related Posts

Related Posts

1 comment