-->
olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 5 Part 8


〇Spekulasi Setiap Orang


8


Seorang pria berbadan besar berlari melalui hutan dengan jarak pandang yang buruk.

Tujuan pria besar itu adalah perkemahan tempat Tsubaki Sakurako, Yagami Takuya, dan Utomiya Riku berada.

Dia sudah diinstruksikan oleh Sakayanagi untuk mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab atas operasi kali ini.

Ketika Kitou berlari dan mencoba untuk menjaga perkemahan tetap terlihat, dia menemukan seseorang di depan matanya. Pria itu berdiri di jalan seolah-olah sedang memblokir jalan, melihat ke arah Kitou.

Kitou tidak mengenali wajah orang itu, tapi segera menyadari bahwa dia bukanlah sekutu. Dia mencoba mengubah arahnya saat ada jarak, tapi melihat itu, pria itu juga mulai berjalan.

Menyadari bahwa dia adalah musuh, Kitou berhenti berlari dan menoleh ke pria itu.

“Ada urusan apa kau di belakang sana?”

(Tln: kono saki = di depan Kitou atau di belakang Utomiya)

Lawan bicaranya adalah siswa senior, tapi Utomiya lupa menggunakan sebutan kehormatan dan bertanya dengan nada tegas.

“Kalau tidak salah kau dari kelas A tahun kedua Kitou Hayato... senpai, ‘kan?”

Mengatakan itu dengan tenang sambil mencampurkan kehormatan. Awalnya dia sendirian, jadi dia ingat Kitou, tapi dia dihapus dari daftar karena dia bergabung dengan grup.

Tapi memberitahunya bahwa dia mengenalnya sejak awal mungkin akan mencurigakan, jadi dia pura-pura tidak mengenalnya.

“Aku sedang buru-buru sekarang.”

Sekali lagi memberi penolakan, Kitou mencoba menghindari Utomiya.

Tapi, Utomiya meraih pundaknya dan menghentikannya.

“...Ada apa.”

Kitou kesal dengan tindakannya itu memelototinya, tapi Utomiya juga hanya mengarahkan tatapan matanya yang tajam.

“Maaf, tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi lebih jauh dari sini.”

“Apa?”

Tinju Utomiya mendekat di depan mata Kitou yang dengan curiga mengerutkan alisnya.

Kitou dengan tenang menghindari tinju dan mengambil jarak.

“Apa artinya ini?”

Lalu, Utomiya mendekat dan mencengkeram kerahnya.

“Sudah kubilang, ‘kan. Kalau aku tidak akan membiarkanmu pergi lebih jauh dari sini.”

“Siapa namamu?”

“Kelas C tahun pertama, Utomiya Riku.”

Utomiya. Salah satu target investigasi yang diperintahkan Sakayanagi.

Pada tahap dia di sini untuk menghambatnya, dia keluar dari target yang dianggap sebagai komandan.

Dan Utomiya juga curiga bahwa Kitou diperintahkan oleh seseorang.

“Siapa yang menyuruhku datang ke sini?”

Saat ditanya nama seseorang, Kitou tidak menunjukan kepura-puraan untuk menjawab.

“Aku tidak akan segan-segan bahkan dengan siswa senior.”

Mata Kitou bersinar tajam pada kata-kata itu, dan tangannya yang tebal mengarah ke leher Utomiya.

Tanpa terburu-buru, Utomiya mengambil jarak dan lolos dari serangan Kitou tanpa kesulitan. Tapi, karena menghindar dengan cepat, transceiver di sakunya jatuh ke kaki Kitou.

“Oh sial...!”

Meskipun dia mencoba untuk mendekat dengan cepat, Kitou sudah siap jadi dia tidak bisa melompat dengan ceroboh.

Tatapan tajam berlanjut untuk beberapa saat, tapi keheningan itu pecah dari tempat lain.

[Utomiya-kun? Apa yang sedang kau lakukan?]

Suara Tsubaki bocor dari transceiver yang meluncur di kakinya.

“Cih...”

Utomiya mendecikan lidahnya dan melihat transceiver yang terjatuh.

[Bukankah seharusnya kau mengikuti perintahku?]

Tsubaki terus berbicara, meskipun dia curiga dengan tidak adanya balasan.

Utomiya sedang mencari kesempatan untuk melompat, tapi Kitou mengirimkan sinyal untuk santai saja dengan satu tangan.

Dia mengangkat transceiver di kakinya dan melemparkannya dengan ringan ke arah Utomiya.

“Uh. Apa maksudnya... ini?”

Utomiya menanyakan perilaku tak terduga itu seolah-olah dia telah terbebas dari racun.

“Tujuanku sudah tercapai”

Saat dia merasa tidak perlu bertarung lagi, Kitou mengambil barang bawaannya dan berbalik.

Dia mendengar suara Tsubaki dari transceiver dan memutuskan bahwa dia adalah komandannya.

Punggung Kitou mulai menjauh, membuatnya tidak berdaya.

[Jika kau bisa mendengar, tenanglah Utomiya-kun. Itu langkah yang buruk untuk melawan Kitou-senpai di sini sekarang.]

Tanpa membalas, sambil menatap transceiver untuk beberapa saat, Kitou menghilang.

“...Ini aku”

Saat dia sudah sendirian, Utomiya menjawab dengan transceiver.

[Apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan Kitou-senpai?]

“Dia pergi begitu saja di depan mataku.”

[Kenapa kau bertindak tanpa izin? Jika tidak hati-hati, Utomiya-kun juga akan dikeluarkan dari sekolah, loh? Atau kau sedang menjauhkan tahun kedua dariku?]

“Tidak, bukan begitu... maaf. Ini keputusanku sendiri. Bahkan jika strategi kali ini tidak berhasil, kurasa tidak perlu memberikan informasi tambahan pada orang yang kutemui. Aku ingin mencegahnya agar tidak mendekatimu, Tsubaki.”

[Aku tidak bisa tidak menyalahkanmu atas apa yang sudah terjadi, tapi apa itu ide Utomiya-kun?]

Setelah keheningan sejenak, Utomiya berbicara.

“Tidak... Y-Ya. Aku bergerak sendiri.”

Mungkin itu jawaban yang membuatnya kesal, Tsubaki terdiam beberapa saat di belakang perangkat komunikasi.

[Begitu. Kalau kau bisa bergerak, kembalilah untuk saat ini.]

“Baiklah.”

Setelah menyelesaikan komunikasi, Utomiya melihat ke bawah ke arah tablet.

Kemudian, saat dia memegang transceiver lagi, dia mengubah kode dan memulai komunikasi.

“Aku sudah mengusir serangga pengganggu tahun kedua. Seharusnya kau puas melihat Tsubaki sebagai komandan.”

[Seperti yang diharapkan, Utomiya-kun.]

“Jadi, bagaimana dengan rencana Tsubaki?”

[Dia gagal seperti yang kau inginkan. Bahkan tanpa perlu repot-repot memberikan peringatan dini pada Ayanokouji-senpai, aku pikir itu adalah strategi klise yang tidak akan berhasil sejak awal.]

“Aku matikan.”

Tanpa sembarangan memperpanjang percakapan, Utomiya mematikan transceiver.

Related Posts

Related Posts

3 comments