-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 6 Intro


〇Seorang Pria Bernama Tsukishiro


Aku bangun di ujung kanan E3 di pagi hari dan mencoba memeriksa peta di tabletku.

Akibat menghindari barisan siswa tahun pertama kemarin, kemarin berakhir tanpa aku menginjak area yang ditunjuk. Sakayanagi melaporkan bahwa mereka telah menarik diri segera setelah sore hari, tapi aku tidak berani pergi ke daerah yang ditunjuk. Aku hanya berpartisipasi dalam tugas di tengah pelarian dan mendapatkan skor minimum.

Area yang ditunjuk secara acak yang diumumkan pukul 13.00 kemarin adalah F3, setelah itu, pukul 15.00 adalah G3.

Aku membuka peta dan memuat gambar mulai pukul 13.00, dari pencarian GPS kemarin. Semuanya ada total lima grup tahun pertama yang telah mengikutiku. Dan Housen yang mendekat dengan GPS dimatikan. Itu tidak salah lagi. Setelah Housen beralih untuk bentrokan dengan Ryuuen dan berakhir, jelas dari pencarian berikutnya bahwa semua grup menarik diri dan kembali ke ujian khusus.

Tapi———. Sementara aku dan Sakayanagi sadar akan musuh-musuh itu, beberapa grup siswa tahun pertama yang berpencar berkumpul dan bergerak di depan area yang ditunjuk. Aku pikir grup ini mencurigakan karena pada pukul 15:00 sore, ketika area yang ditunjuk keempatku G3 diumumkan, pada saat yang sama, mereka pindah ke barat dan mulai menuju F4. Jalan di sini sempit, dan sulit untuk kabur jika jalan dijaga, tapi jika menghindarinya, aku akan dipaksa untuk memutar cukup jauh.

“Aku menghindari bahaya untuk berjaga-jaga, tapi itulah kenapa aku menerima pengurangan besar pada hari terakhir.”

Hasil dari menghindari resiko. 6 kali pengabaian berturut-turut, sama dengan 4 penalti berturut-turut. Keadaanku saat ini harus dilepaskan secepat mungkin. Jika aku menerima penalti tiga kali berturut-turut lagi, aku akan kehilangan 18 poin dari sini.

Total skor yang ditampilkan adalah 119 poin, yang jauh dari zona aman untuk menghindari pengusiran. Batas aman yang aku bayangkan ada di sekitar 105 poin. Tidak mengherankan jika skorku berada di bawah titik ini, aku akan dikeluarkan. Oleh karena itu, aku terpaksa bergerak di tengah malam untuk sementara, dan berhasil mencapai area yang ditunjuk keempat kemarin di G3 yang dalam jangkauan.

Karena aku tidak bisa melihat peringkatnya, aku harus bertarung sambil membayangkan peringkatku di hari terakhir ini. Peringkatku pada malam hari ke-12 yang sama sekali tidak bisa diandalkan. Ada 157 grup secara keseluruhan, jadi kelihatannya baik-baik saja, tapi kenyataannya banyak grup yang sudah selesai melakukan penggabungan. Dengan kata lain, lebih baik mengasumsikan bahwa jumlah grup telah menurun drastis. Tentu saja, pada hari terakhir ini, terlihat jelas bahwa beberapa grup akan bergerak untuk memberikan lebih banyak pertolongan.

Jika grup dengan hampir 200 poin termasuk dalam grup terendah, skorku akan terlampaui pada saat itu.

Efek menggandakan skor di hari terakhir ini tidak bisa kuabaikan.

Itu artinya strategi anak tahun pertama adalah secara bertahap mendorongku ke jalur pengusiran.

Ada kemungkinan siswa tahun pertama masih menunggu di depan, tapi pencarian GPS sudah tidak bisa digunakan lagi.

Area yang ditunjuk yang diumumkan pada pukul 07.00 adalah H3. Sulit untuk mengatakan bahwa ini adalah posisi yang bagus karena di pegunungan, tapi apa boleh buat karena ini bukan sesuatu yang bisa kutebak. Bahkan jika aku pergi dari sini lewat rute terpendek, ini akan memakan waktu hampir dua jam. Aku tidak bisa membuang-buang waktuku.

Pada hari ketika banyak siswa akan menantang tugas yang digandakan, mereka akan dipaksa untuk berjuang keras menginjak area yang ditunjuk terlepas dari bisa atau tidaknya mereka. Mungkin peringkat mereka akan turun lebih jauh sekitar tengah hari.

Ketika aku pergi dengan semua barang bawaanku, Sakayanagi menghubungiku dengan transceiver.

[Selamat pagi, Ayanokouji-kun. Kemarin benar-benar sulit, ya.]

“Berkat Sakayanagi, aku tertolong.”

[Apa penaltimu baik-baik saja? Sepertinya kamu cukup banyak bergerak di tengah malam.]

Pergerakanku sudah diketahui oleh Sakayanagi lewat GPS.

“Area yang ditunjuk pertamaku adalah H3, aku tidak punya banyak waktu, tapi kupikir aku akan tepat waktu.”

[Di H3, ya?]

Sakayanagi menggumamkan area yang ditunjuk untukku dengan penuh minat, seolah dia sedang memikirkan sesuatu.

Aku terus berbicara dengan Sakayanagi sambil bergerak.

[Sebenarnya, aku dalam masalah. Ichinose-san menghilang saat fajar.]

Itu juga merupakan masalah yang merepotkan untuk sebuah peristiwa yang terjadi di hari terakhir.

“Apa maksudmu menghilang? Apa terjadi kecelakaan?”

[Tidak, sepertinya dia pergi dengan sendirinya. Sikapnya aneh dalam beberapa hari terakhir.]

Oh iya, aku pernah dengar soal itu.

“Tapi kenapa menghubungiku? Aku rasa tidak ada yang bisa kubantu.”

[Sebenarnya, saat aku melakukan pencarian GPS untuk mengetahui posisi Ichinose-san, ternyata dia berada di E3 yang sama dengan Ayanokouji-kun. Tapi, dia berada di seberang dekat D3.]

Bahkan di area yang sama, ada jarak tertentu di antara ujung-ujungnya.

Dan sekarang aku sudah menginjakkan kaki di F3.

“Di mana area yang ditunjuk terakhir grupmu kemarin, Sakayanagi?”

[Di D5. Ichinose-san telah tiba di sana.]

Apa dia mulai bertindak tanpa memberi tahu siapa pun saat dini hari dan kenapa dia pergi ke E3?

[Aku menyadari bahwa kami kehilangan satu poin di pagi hari. Aku sudah memeriksa orang-orang dalam grup, tapi tidak ada yang memiliki bukti telah menggunakan pencarian GPS. Sepertinya Ichinose-san yang menggunakannya. Tidak jelas saat ini apakah dia mengincar E3 atau area di sekitarnya, tapi bukankah normal untuk berpikir bahwa dia pergi untuk menemui seseorang?]

“Aku rasa begitu. Jika dia menginjak area yang ditunjuk keempat kemarin, itulah satu-satunya alasan untuk bergerak saat dini hari.”

[Aku pikir mungkin untuk bertemu Ayanokouji-kun, tapi———]

“Maaf, tapi aku tidak tahu. Soalnya aku belum pernah bertemu Ichinose dalam ujian khusus ini. Jika aku menunggu, Ichinose mungkin akan datang ke dekat F3, tapi sayangnya aku sedang terburu-buru. Apa yang akan kau lakukan?”

[Area yang ditunjuk pertama yang harus kami tuju adalah E6. Kami harus membuang hadiah urutan datang, tapi kami tidak punya pilihan selain mengabaikannya. Dalam kasus terburuk, bahkan jika dia mundur, itu tidak akan berdampak negatif besar pada hari terakhir ini.]

Bisa dikatakan, grup Sakayanagi adalah grup beranggotakan tujuh orang yang berharga. Di penghujung hari ke-12, mereka berada di peringkat ke-4 yaitu posisi terbaik untuk mengincar podium. Kehilangan Ichinose di sini akan sangat menyakitkan.

Jika aku membaliknya, itu berarti dia bertindak egois di hari terakhir yang begitu penting.

Untuk seorang Ichinose, yang bertindak demi teman-temannya lebih dari siapa pun, itu adalah perilaku yang tak terbayangkan dan misterius.

“Kau juga sepertinya dalam kesulitan, ya.”

[Kecelakaan biasa terjadi. Yah, bahkan jika aku biarkan begitu saja, aku rasa tidak akan ada masalah karena ujian khusus akan selesai dalam setengah hari. Jika kau melihatnya, tolong tanyakan kondisinya.]

Mengatakan bahwa lebih dari ini akan menjadi penghalang, Sakayanagi mengakhiri komunikasi.

“Kemana tujuan Ichinose...”

Saat aku berjalan, aku menyimpan transceiver di ranselku dan kali ini aku mengeluarkan tablet. Di hari terakhir, aku tidak perlu berpikir untuk mengecasnya lagi. Jika ada 31% tersisa, seharusnya tidak akan ada masalah.

Pada peta yang diperluas di layar, ada tugas yang tersebar di area yang ditunjuk dan berbagai tempat di mana aku harus tuju.

Selama dua minggu terakhir, tugas benar-benar muncul di mana-mana di pulau tak berpenghuni ini.

Tapi, terlihat tidak ada tugas yang muncul di area yang terletak di bagian utara pulau dari baris kotak nomor 1 sampai 3 hanya pada hari terakhir ini. Sebaliknya, banyak tugas terkonsentrasi antara baris kotak nomor 5 sampai 10 di tengah dan selatan, dan lebih khusus lagi, dari A ke E. Karena ini hanyalah hari terakhir ujian, masuk akal untuk berpikir bahwa ini membimbingmu kembali ke titik awal. Bijaksana untuk segera menginjak area yang ditunjuk dan menantang tugas tersebut.

Aku juga ingin menggunakan pencarian GPS untuk mengetahui lokasi Ichinose, tapi sekarang aku dalam bahaya dikeluarkan dari sekolah. Aku harus menyisihkan setiap poin di sini untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup sebanyak mungkin.

Related Posts

Related Posts

1 comment