-->
olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 5 Part 4


〇Spekulasi Setiap Orang


4


Menatap laut yang bersinar seperti berlian yang mempesona, Sakayanagi menyesap air dengan mulutnya.

Daripada untuk minum, tujuannya lebih untuk mengembalikan kelembapan bibirnya.

Waktu menunjukkan pukul 07:05 pagi. Waktu saat Tsubaki mulai menjalankan operasinya.

“Sepertinya mereka mulai bergerak, ya.”

Sakayanagi yang menatap tablet itu, memberikan instruksi dengan transceiver di satu tangannya.

Sakayanagi terus melakukan pencarian GPS pada malam hari ke-10, malam hari ke-11, dan malam hari ke-12. Ini karena perlu mengincar di luar jam ujian untuk mengurung Ayanokouji.

“Sepertinya standby kita juga sudah berakhir, jadi mari kita mulai.”

[Itu tidak masalah, tapi tidak ada jaminan bahwa kami akan bertemu mereka hanya karena kami berada di area yang sama, bukan?]

Suara lesu seseorang terdengar dari transceiver.

Itu adalah Tsukasaki dari kelas yang sama dengan Sakayanagi.

Sakayanagi menjelaskan bahwa dia akan mengganggu siswa tahun pertama dan memblokir tugas hari ini, dan mengirim mereka ke lokasi tersebut.

“Dalam 12 hari terakhir, bagian dalam pulau tak berpenghuni ini sedikit demi sedikit telah membawa perubahan medan. Apa kau tahu apa itu?”

[Perubahan medan?..... Singkatnya, apakah ini yang terjadi setelah orang-orang pindah?]

“Benar. Para siswa dan guru berpindah-pindah di pulau tak berpenghuni setiap hari. Faktanya, bukankah wajar jika Tsukasaki-kun menggunakannya secara alami untuk pemilihan rute yang aman dan tercepat.”

Meski perubahan kecil, banyak ruas jalan yang meninggalkan jejak jelas orang yang lalu lalang karena hujan.

“Di atas segalanya, jika titik target sudah ditetapkan, tidak akan sulit untuk menebak rutenya.”

[Kau seharusnya tidak melihatnya secara langsung, tapi sepertinya kau bisa melihat jalannya.]

Meski hanya dari tablet, pulau tak berpenghuni ini memang terlihat dalam tiga dimensi oleh Sakayanagi.

Dia memiliki simulasi nyata di dalam tentang siapa dan apa yang mereka lakukan.

Dan lebih dari itu, dia pergi untuk menangkap bayangan orang yang membuat keseluruhan scene ini.

Setelah itu, Sakayanagi menghabiskan waktu sejenak untuk melihat ke laut, melihat tabletnya lagi dalam waktu sekitar 30 menit.

“Baiklah, sangat sedikit orang yang tidak bergerak sama sekali selama waktu ini saat mereka mengincar area yang ditunjuk atau tugas———”

Selain itu, jika dia mempersempit tahun ajaran hanya untuk siswa tahun pertama dari sana, dia bisa mempersempitnya hingga batasnya dalam sekejap.

Dan di hari ketiga, dia menemukan respons GPS yang tidak bergerak sejak ujian dimulai pada pukul 07:00 pagi.

“Yagami Takuya-kun, Utomiya Riku-kun, Tsubaki Sakurako-san, siapa yang benar-benar jadi lawanku? Ataukah ketiganya?”

Dia menyipitkan mata dengan gembira sambil cekikikan dan tertawa.

Sakayanagi mulai memikirkan orang yang membawa pertempuran menarik ini.

(Tln: Dengan kata lain mulai sange nih)

Itu terjadi tiga hari lalu. Membawanya kembali ke tengah malam pada hari ke-10 ujian khusus.

Komunikasi masuk dari grup Takemoto yang semula memiliki transceiver dari Sakayanagi.

[Di jam segini ada apa? Apa kau dalam masalah?]

Sakayanagi mengira itu semacam kecelakaan, tapi sepertinya tidak demikian.

[Tidak, bukan begitu. Sebenarnya, Ayanokouji ingin berbicara denganmu.]

“Ayanokouji-kun ingin bicara denganku?”

Nama yang tak terduga membersihkan kesadaran Sakayanagi yang sedikit mengantuk.

[Kami sedikit berhutang dengannya, jadi kalau kau mau bicara dengannya itu akan sangat membantu———]

“Tentu saja tidak masalah. Tolong berikan padanya.”

[Tunggu sebentar.]

Setelah keheningan beberapa saat———.

[Ini dengan Sakayanagi?]

“Selamat malam, Ayanokouji-kun.”

Sakayanagi berbicara dengan sapaan yang anggun yang membuatnya sulit dipercaya bahwa mereka di tengah ujian di pulau tak berpenghuni.

[Koordinasi kelas sepertinya bekerja dengan baik.]

“Ya. Aku bisa menghubungi Ryuuen-kun dan Horikita-san. Kami berjalan lancar. Aku belum mendengar detailnya, tapi sepertinya kau sudah menolong Takemoto-kun dan yang lainnya.]

[Grup Sakayanagi juga membuat kemajuan besar, sekarang ada di peringkat ke-5, ya. Kalian dalam posisi di mana kalian bisa mengincar peringkat yang cukup tinggi.]

“Bukan berarti tanpa kekhawatiran sama sekali.”

[Apakah begitu?]

“Apa kau sudah bertemu dengan Ichinose-san?”

[Belum, aku belum pernah bertemu dengannya selama ujian ini. Apa ada yang salah?]

“Aku diberi tahu kalau keadaan dia agak aneh. Aku khawatir dia sudah dalam keadaan dimana hatinya ada di tempat lain selama beberapa hari.”

Ini adalah ujian khusus jarak jauh, dan tidak jarang seseorang merasa sakit atau depresi.

“Jadi, ada urusan apa denganku?”

[Ada satu hal yang ingin kuminta Sakayanagi untuk lakukan.]

“Tolong jangan ragu untuk bertanya padaku. Aku akan membalas budi karena sudah membantu teman sekelasku.”

[Ini tentang White Room.]

“Itu sungguh, kedengarannya seperti cerita yang sangat menarik.”

Sakayanagi juga tahun cerita tentang Direktur Pengganti Tsukishiro, jadi atas dasar itu Ayanokouji menjelaskan bahwa Nanase adalah salah satu pembunuh yang dikirim oleh Tsukishiro. Tapi, selain itu, siswa White Room sedang mengintai. Dia menjelaskan bahwa kemungkinan besar itu adalah Amasawa Ichika.

“Aku harap kau bisa memberitahuku lebih awal.”

Seolah-olah dia melewatkan kesempatan untuk bersenang-senang, Sakayanagi kecewa.

[Karena semuanya belum di dikonfirmasi.]

“Aku hanya harus menghancurkan orang yang bernama Amasawa Ichika-san, ‘kan?”

[...Tidak, bukan begitu.]

Ayanokouji panik mendengar Sakayanagi yang mengatakan sesuatu yang luar biasa dengan enteng.

[Sebenarnya, ada satu gangguan lagi.]

Ayanokouji sekarang memberi tahu Sakayanagi tentang topik utama, yaitu hadiah uang yang akan diberikan oleh Nagumo dan Tsukishiro.

Sakayanagi adalah satu-satunya orang di tahun kedua yang mengenal masa kecil Ayanokouji.

Tapi, alasan dia belum membicarakan hal ini sampai sejauh ini adalah tentu saja ini masalah besar yang dimiliki Ayanokouji, dan Sakayanagi tidak bisa dihitung sebagai [sekutu].

Awalnya, di sekolah ini, skema musuh tidak berubah sampai kelulusan saat kelas mereka berbeda.

Mungkin saja Sakayanagi akan menggunakan bagian yang berhubungan dengan White Room untuk menang.

Tapi, Ayanokouji tahu saat dia melakukan kontak dengannya bahwa risikonya tidak terlalu tinggi.

Dan kali ini, hasil dari mempertimbangkan risiko kecil itu dan risiko baru, fenomena pembalikan keadaan terjadi.

“Dengan kata lain dalam waktu dekat, siswa tahun pertama akan mengambil tindakan untuk mengincar Ayanokouji-kun.”

[Begitulah. Aku ingin meminta Sakayanagi untuk menghadapinya.]

“Tetapi, jika itu adalah siswa White Room yang sama mungkin masih bisa, kurasa tidak mungkin ada orang lain yang bisa memburu Ayanokouji-kun.”

[Mungkin siswa tahun pertama keluar untuk memaksa. Cara paling efektif untuk mengeluarkan ku dari sekolah adalah dengan menyerang bagian dari grup sendirian. Dalam hal ini, jika mereka memblokir tugas dan mencegahku melangkah lebih jauh dengan paksa, hal itu bisa menghalangi pergerakanku ke area yang ditunjuk.]

Tak peduli berapa banyak orang yang datang, Sakayanagi menilai bahwa tidak akan sulit bagi Ayanokouji untuk mengusirnya dengan cara paksa.

Tapi, itu bukan berarti cara yang bagus untuk menghadapinya.

“Jika siswa tahun pertama yang sekuat tenaga tetap tidak bisa mengalahkanmu, nama Ayanokouji-kun akan menyebar ke seluruh sekolah sekaligus. Bagiku———ini terasa rumit, entah aku harus senang atau sedih.”

[Jika bisa, aku ingin kamu sedih. Selain itu, Tsukishiro mungkin masih merencanakan sesuatu. Aku ingin berkonsentrasi pada hal itu jika memungkinkan.]

“Aku memahami situasinya dengan baik.”

[Tidak dapat dipungkiri bahwa beban Sakayanagi akan bertambah.]

“Aku tahu. Jika aku ingin terus memantau, ada risiko bahwa aku harus menggunakan pencarian GPS secara teratur.”

Bagaimanapun juga, ada beberapa bagian yang harus mengandalkan pihak Sakayanagi.

“Jangan khawatir. Aku sudah tahu semua skor grup yang termasuk dalam kelas A.”

[Itu sungguh——kau sudah menjaga komunikasi dengan cermat, ya.]

“Ini adalah mekanisme untuk mengetahui skor dari 10 grup terbawah hingga hari ke-12, dan sangat penting untuk mengetahui grup mana yang dalam keadaan darurat dan grup mana yang aman. Ada beberapa grup yang aman, tapi tidak mencapai 10 grup teratas. Dengan kata lain, bahkan dengan asumsi kami menggunakan pencarian GPS beberapa kali per grup, kami akan bisa menutupi keamanannya sampai hari terakhir.”

(Tln: aman/kemanan di sini maksudnya tidak berada di peringkat bawah)

Sebuah strategi yang bisa diwujudkan dengan bergandengan tangan dengan kelas A Sakayanagi yang memiliki kendali sempurna, dan kelas C Ichinose yang tidak akan pernah berkhianat. Bisa dikatakan ini adalah strategi yang sepertinya bisa dilakukan tapi tidak bisa dilakukan oleh kelas D. Biaya untuk mengamankan transceiver bukan masalah sepele.

“Bolehkan jika aku menahan siswa tahun pertama yang mengincar Ayanokouji-kun?”

[Apa kau yakin akan bekerja sama?]

“Ini adalah ujian yang membosankan jika hanya untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, dan pembicaraan ini sepertinya juga bermanfaat untukku.”

[Maksudnya?]

“Hutang budi karena sudah membantu Takemoto-kun itu terlalu besar. Dengan kata lain, ini berarti akan menjadi ‘peminjaman’ baru, ‘kan?”

[Kebenaran yang menyakitkan untuk diterima, tapi jika itu akan membuahkan hasil, aku akan ‘meminjamnya’.]

“Berarti sepakat, ya. Kalau begitu, aku akan mulai bersiap-siap.”

[Ah selain itu, kalau tidak keberatan, bolehkah aku meminjam transceiver ini sekaligus?]

“Tentu saja aku memang ingin meminjamkannya. Lebih mudah untuk berhubungan satu sama lain. Kalau begitu, bisakah kau kembalikan transceiver-nya ke Takemoto-kun dulu? Setelah aku memberitahu dia tentang situasinya, aku akan menyuruhnya untuk memberikannya padamu, Ayanokouji-kun.”


———Sakayanagi mengingat malam hari ke-10 dan tersenyum dengan kenangan indah.


Di tablet itu, 5 grup yang dipimpin Sakayanagi pergi untuk menghentikan siswa tahun pertama.

“Sekarang, dengan ini pergerakan 5 grup yang mencurigakan itu terhenti. Izinkan aku mengidentifikasi orang yang merencanakan serangan ini.”

Dengan transceiver di tangannya, Sakayanagi menghubungi siswa kelas A.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment