-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Seirei Gensouki Volume 17 Bab 1 Part 5 Indonesia

Bab 1
Hari-hari di Kerajaan Galarc


◇◇◇


Setelah latihan tempur Rio, para peserta diantar ke dalam mansion. Tujuannya adalah untuk makan siang sebelum mereka kembali bertugas di sore hari, dan untuk memperdalam interaksi di antara para peserta.

Namun, sebelum itu, untuk menghilangkan keringat dari aktivitas fisik, diputuskan untuk mengantar seluruh kelompok ke pemandian. Di mansion, ada dua kamar mandi besar, satu untuk wanita dan satu untuk pria. Karena semuanya diselesaikan dengan berbagi pekerjaan dengan Alma, pemandian pria pun dibuka dan membagi pemandian menjadi dua. Sementara itu, Rio juga segera membasuh tubuhnya di kamar mandi kecil yang disediakan di kamar tidur utama.

Setelah membersihkan kotoran, dia membantu Miharu dan yang lainnya yang sedang menyiapkan makan siang. Akhirnya, para perserta juga selesai mandi, dan dia membawa mereka ke ruang makan utama——,

“Kalau begitu, mari kita segera mulai.”

Charlotte mengambil alih dan pesta makan siang diadakan. Ada beberapa meja di dalam ruangan itu, tapi tidak ada pengaturan tempat duduk khusus karena acara tersebut diadakan atas nama pertemuan sosial di antara para peserta.

Dengan gaya prasmanan, mereka bisa bergerak bebas dan berbicara dengan siapa pun yang mereka inginkan, atau mereka juga bisa duduk dan makan saja. Makanan diletakkan di atas meja di tengah ruangan, dan setiap orang bisa meletakkan hidangan yang mereka suka di piring mereka dan memakannya.

“Hidangan disiapkan oleh Miharu-sama dan Orphia-sama. Beberapa hidangan disiapkan oleh Haruto-sama, jadi jangan malu-malu dan makanlah sebelum dingin. Silahkan dinikmat tanpa formalitas apapun. Baiklah, mari kita makan.”

Charlotte menepuk tangan dengan ringan dan mengakhiri pidato pembukaannya dengan singkat. Para Ksatria Penjaga sedikit gugup karena para putri juga hadir di pertemuan itu, tapi——,

“...Dengan senang hati saya menerima tawaran Anda, Yang Mulia.”

“Hidangan ini disiapkan oleh Miharu-sama, Orphia-sama, dan Tuan Amakawa. Tidak sopan membiarkannya menjadi dingin.”

Kata Louise dan Vanessa——, keduanya adalah kapten dari Ksatria Penjaga dari Galarc dan Restorasi, dan mengambil inisiatif untuk mengambil makanan. Jadi bawahan mereka mengikuti.

“Rasanya aneh berada di sisi penerima keramahan, ya. Apalagi oleh atasan...”

Kata Natalie, pelayan Liselotte, tampak sedikit tidak nyaman. Dari semua pelayan, Natalie mungkin memiliki kepribadian yang paling serius, tapi sepertinya dia tidak terbiasa menerima keramahan dari orang lain, karena dia biasanya memberikan keramahan. Sementara itu——,

“Tuan Putri sudah berkata begitu, jadi tidak sopan untuk menahan diri. Selain itu, aku pernah memiliki kesempatan untuk menikmati masakan buatan Haruto-sama dan Miharu-sama sebelumnya, dan itu sangat lezat. Sayang sekali kalau kamu tidak mencobanya. Sini, ayo kita makan.”

“Hei, Cosette.”

Cosette menarik lengan Natalie dan mulai berjalan ke meja yang dipenuhi makanan. Di belakang mereka berdua——,

“Ya ampun, jangan terlalu terbawa dan berlebihan.”

Aria melontarkan kalimat itu sambil menghela nafas.

“Fufu, kamu juga adalah tamu kami hari ini, jadi silakan terima semua keramahan kami. Lupakan soal pekerjaanmu.”

Celia cekikikan dan berbicara dengan Aria.

“Aku sudah menerima lebih dari cukup keramahan. Setelah pelatihan, aku bisa menikmati pemandian yang sebagus itu, dan kemudian makan siang yang mewah. Terus terang, aku ingin bekerja di mansion ini.”

Aria juga menanggapi Celia dengan senyum di bibirnya. Dan selanjutnya, di bagian lain dari tempat tersebut——,

“Nē, nē, Onī-chan. Ayo kita ambil makanan juga!”

Latifa menarik-narik lengan Rio.

“Maaf, aku akan pergi sebentar dan mandi dengan benar. Aku hanya membasuh tubuhku dengan cepat sebelumnya soalnya.”

“E~? A, kalo gitu, gimana kalau aku ikut masuk dan membasuh punggungmu?”

Pipi Latifa menggembung ringan ketika dia mendengar bahwa Rio akan pergi, tapi dia dengan cepat mengatakan itu dengan senyum nakal.

“Tentu saja tidak boleh. Lagipula akan mengganggu kalau ada seorang pria sendirian di antara para wanita, kalian semua harus bersenang-senang untuk sementara waktu. Dan tujuan pertemuan ini adalah agar peserta dapat berinteraksi satu sama lain.”

Rio menghela nafas sedikit putus asa, tapi dengan lembut membelai kepala Latifa. Jadi Latifa memejamkan matanya dan ekspresinya berubah senang.

“Kalau begitu, aku pergi dulu.”

Setelah mengatakan itu, Rio berjalan pergi dan perlahan meninggalkan ruang makan agar tidak terlihat. Namun, beberapa dari mereka segera menyadari bahwa Rio tidak ada di sana——,

“Ara, di mana Haruto-sama?”

Charlotte, yang sedang berbicara dengan Christina dan Liselotte, memiringkan kepala dan melihat sekeliling. Oleh karena itu, orang-orang yang ada di sekitarnya juga melihat sekeliling ruangan.

“Dia sudah pergi, katanya mau mandi dengan benar. Katanya para wanita harus bersenang-senang tanpanya dulu.”

Latifa menjelaskan dengan terpaksa.

“Haruto-sama adalah tuan rumah mansion ini, jadi dia seharusnya tidak perlu sungkan tentang itu...”

Charlotte sedikit merajuk, terlihat agak cemberut.

“Tapi yah, mungkin memang tidak nyaman menjadi satu-satunya anak laki-laki di ruang ini. Biasanya juga seperti itu sih, mansion ini sekarang benar-benar seperti sekolah khusus perempuan.”

Kata Satsuki sedikit simpatik, melihat sekeliling. Ada lusinan orang di ruang makan utama sekarang, termasuk para pelayan, dan semuanya adalah wanita.

“Meski begitu, aku tidak menyangka dia menghilang saat baru dimulai. Aku pikir seorang pria seusia..., tidak, semuda dan sehat Haruto-sama akan secara sukarela mencoba untuk tinggal di ruangan ini.”

Ruangan itu penuh dengan wanita cantik usia muda. Itu normal bagi bangsawan pria yang berada di puncak kedewasan dan memiliki banyak energi untuk berbicara dengan para wanita secara aktif.

“Tidak, tidak, dia meninggalkan ruangan sendiri, karena dia sehat dan tidak ingin membuat para gadis khawatir, bukan?”

“Kalau benar begitu, itu terlalu sehat.”

Mungkin itu yang disebut anak laki-laki herbivora. Satsuki menilai Rio seperti itu. Tapi, Charlotte tampak agak tidak puas dengan itu dan membuat wajah sedih.

“N~, yah, aku tahu apa yang Char-chan coba katakan, tapi itu salah satu hal baik tentang Haruto-kun bahwa dia tidak terbawa suasana bahkan dalam situasi seperti itu.”

“Soal itu aku sangat setuju denganmu, sih.... Aku ingin dia mengevaluasi daya tariknya sendiri sedikit lebih objektif. Semua orang ingin berbicara dengan Haruto-sama soalnya.”

“Yah, kurasa.”

Satsuki setuju dengan dia dengan mendengus. Itu karena Haruto adalah yang terbaik dari yang terbaik. Dia tampan, kepribadian baik, kemampuan tinggi, status tinggi, dan banyak prestasi, dan bukan sanjungan atau apapun, dia sempurna. Apalagi usianya baru 16 tahun dan masih lajang. Wajar jika dia ingin dekat dengannya, bahkan jika dia tidak memikirkan pernikahan dengannya. Itulah yang dia pikirkan.

“Aku sedikit demi sedikit mulai memahami kesulitan yang kalian semua alami. Padahal kupikir mungkin ada sedikit kemajuan dalam hubungan kami dengan kami menjalani kehidupan sehari-hari bersama.”

Charlotte menghela nafas sedih. Dia mengunjungi mansion hampir setiap hari dan bahkan mencoba segala macam trik menggoda, tapi Rio lebih enggan untuk jatuh cinta daripada yang dia kira. Bukan karena dia menjaga jarak darinya, dan jika Charlotte tetap dekat dengannya, dia akan bereaksi seolah-olah dia mengenalinya sebagai lawan jenis, tapi dia tidak mencoba menyentuhnya sama sekali. Mendengar ratapan Charlotte——,

“Baguslah kalau kamu ngerti.”

Latifa bergabung dengan percakapan dengan wajah cemberut. Dia tidak hanya bersama Rio selama bertahun-tahun. Dia mengerti betul sesulit apa itu.

Dan menonton serangkaian percakapan seperti itu dari jarak yang agak jauh adalah duo teman lama Celia dan Aria, serta Natalie dan Cosette.

“Sepertinya Haruto-sama sudah meninggalkan ruangan, ya.”

Kata Natalie sambil mengalihkan pandangannya ke arah mereka, mungkin karena telah mendengarkan percakapan Charlotte dan yang lainnya.

“Hā, padahal aku ingin mengambil kesempatan ini untuk berbicara dengan Haruto-sama.... Uwa, hidangan telur ini enak.”

“Kamu mau depresi atau menikmati makanan, pilih salah satu dong.”

Natalie berbicara dengan Cosette yang mencicipi makanan dengan ekspresi kecewa di wajahnya. Kepada dua orang ini——,

“Aku yakin Haruto akan segera kembali.”

Celia berbicara dengan senyum masam.

“Yah,  sepertinya yang lain juga ingin bicara dengan Haruto-sama, jadi kita tidak akan punya banyak waktu untuk bicara dengannya, sih...”

Kata Aria, dan melihat sekeliling ruangan. Rupanya, para wanita Ksatria Penjaga yang memegang makanan juga menyadari bahwa Rio tidak ada di sana, dan beberapa dari mereka menunjukkan ekspresi kecewa. “Gimana kalau kita bicara dengannya saat dia kembali?” terdengar suara seperti itu.

“Jika kalian ingin berbicara dengan Haruto, gimana kalau aku panggilkan dia saat dia kembali nanti.”

Celia mengatakan itu, mungkin dia ingin mengambil keuntungan.

“Be-benarkah?”

Ekspresi Cosette cerah dan dia mencondongkan tubuhnya ke depan.

“Y-Ya.”

“H-hei, Cosette. Kamu tidak sopan pada Celia-sama. Saya minta maaf.”

Melihat Celia terlihat sedikit terkejut, Natalie dengan cepat memarahi Cosette dan meminta maaf.

“Aku juga akan memarahinya nanti.”

Aria juga menambahkan, dan Cosette menegang saat dia mengerang, “Ugh...”

“Itu tidak benar kok. Hari ini adalah pertemuan sosial, jadi mari tidak usah ada formalitas. Aku senang kamu bisa berbicara dengan orang-orang yang biasanya bekerja denganmu, Aria. Kamu dikelilingi oleh rekan kerja yang menyenangkan, ya.”

Celia cekikikan dan menatap Aria.

“Ya, itu semua berkat kamu.”

Aria menganggukkan kepalanya dan mengangkat bahunya seolah berkata, “Astaga”, tetapi ekspresinya sedikit lembut dan tersenyum.

“Celia-sama itu teman sekelasnya, bukan?”

“Ya, itu benar.”

“Aria selalu memberi kami neraka, tapi apakah dia sudah sekuat ini sejak masih menjadi pelajar?”

Dan seterusnya, Natalie dan Cosette mengajukan pertanyaan kepada Celia.

“Tidak ada siswa yang bisa menandingi Aria dalam ilmu pedang. Dia adalah yang terbaik bahkan di antara anak laki-laki. Kamu bahkan sejajar dengan Haruto, sudah kuduga kamu benar-benar kuat, ya, Aria?”

“Haruto-sama terus bertahan kecuali di bagian akhir, dan aku tidak yakin apakah kami setara atau tidak...”

“Begitukah? Sejujurnya, aku tidak terlalu paham tentang ilmu pedang...”

“Aku mencoba menyerangnya dengan cukup serius, tapi dia terus menghindarinya dengan cemerlang. Aku tidak tahu apakah aku benar-benar bisa menang jika kami mencoba bertarung sampai ada pemenangnya.... Setidaknya dalam pertandingan itu, aku tidak sebanding dengan kedalaman Haruto-sama.

Aria mengingat kembali pertandingannya dengan Rio dan berbicara dengan wajah termenung.

“Apakah Haruto-sama pernah bertarung sengit sejauh ini?”

Cosette bertanya pada Celia.

“N~. Entahlah. Aku juga tidak tahu seberapa kuat anak itu, tapi aku tidak bisa membayangkan dia kalah, sih.... Menurutku Aishia sama kuatnya dengan dia, loh.”

Jawab Celia, melihat Aishia yang duduk bersama Miharu dan Liselotte.

“Memang, kami melakukan pertandingan ringan di paruh kedua pertandingan, dan dia sangat kuat. Sara-sama dan Alma-sama juga sangat kuat, sih...”

Kata Natalie. Di paruh kedua latihan, mereka harus melakukan pertarungan tiruan dengan mengingat ajaran Rio, dan mereka juga bertanding dengan Aishia, Sara, dan Alma, yang bertindak sebagai asistennya, tapi tidak ada peserta yang mampu mengalahkan Aishia. Hanya Aria yang bermain imbang karena dihentikan di tengah pertandingan (Sara dan Alma hanya kalah dari Aria, tapi menang melawan peserta lainnya).

“Kekuatannya luar biasa, tapi bukankah keimutan Aishia-sama juga terlalu hebat? Ketika aku melihatnya dari dekat, aku terkejut melihat betapa cantik wajahnya.... Kulitnya juga sangat putih, aku kalah darinya saat aku terpana karena terlalu iri.”

“Bertarungnya yang benar dong...”

Cosette mendesah kagum. Sementara itu, Natalie memotong dengan ekspresi tercengang di wajahnya.

“Ahaha.... Penampilan anak itu adalah sesuatu yang bahkan dikagumi oleh sesama jenis. Aku sudah terbiasa hidup dengannya, tapi kadang-kadang aku teringat akan kecantikannya, dan aku kehilangan kepercayaan diri saat membandingkan diriku dengannya.”

Celia berbicara dengan lesu, tapi——,

“Tidak, Celia-sama juga terlalu membuat iri oleh sesama jenis, tahu?”

“Memang benar, Anda seumuran dengan Aria, yang berarti Anda seumuran dengan kami, tapi tidak peduli bagaimana kami melihatnya, Anda terlihat seperti gadis remaja. Seperti peri, Anda adalah gadis kecil yang cantik, loh.”

Kata Natalie dan Cosette dengan ekspresi tercengang.

“Aku sering dibilang memiliki baby face...”

Celia menundukkan kepalanya dengan sedih.

“Itu bagus, ‘kan? Tugas terpenting seorang wanita itu untuk menjaga dirinya awet muda dan cantik, tahu? Penampilan Celia-sama adalah senjata ampuh yang membuat iri semua orang. Selain itu, Anda mungkin mati rasa oleh kenyataan bahwa semua orang di sekitar Haruto-sama penuh dengan gadis-gadis cantik, tapi Celia-sama adalah salah satunya.”

“Te-Terima kasih banyak...”

Celia tersentak dan berterima kasih kepada Cosette atas argumennya yang kuat. Lalu——,

“Sepertinya kalian sedang bersenang-senang.”

Vanessa mendekat dan berbicara dengan kelompok Celia. Tepat di sampingnya, ada juga Louise, Kapten Penjaga yang menjaga Charlotte.

“Wah, Vanessa-san. Aku bisa mengamati latihanmu sampai pertengahan, dan aku senang melihatmu baik-baik saja.”

Celia yang saat ini paling akrab dengan Vanessa menanggapi.

“Umu, itu semua berkat Tuan Amakawa. Aku merasa sangat baik, loh. ... Ngomong-ngomong, Celia-kun, apakah kamu dan Aria saling kenal?”

Vanessa bertanya melihat mereka berdua.

“...Ya, kami adalah teman sekelas selama di Royal Academy.”

Setelah berkomunikasi dengan Aria langsung dengan matanya untuk melihat apakah tidak apa-apa untuk dijawab, Celia menjawab.

“Hō.... Jika benar begitu, kelas itu pastilah generasi yang luar biasa. Ada jenius sihir dan jenius pedang yang terdaftar pada saat yang sama soalnya.”

“Selain Celia, yang merupakan penyihir yang sangat berbakat, penilaianmmu tentangku terlalu berlebihan. Aku dikeluarkan dari akademi bahkan tanpa lulus.”

“Tidak, sayang sekali, tapi kamu tidak diragukan lagi adalah peserta yang paling terampil hari ini. Kerugian negara kami tidak terukur karena kami telah melepaskan orang berbakat sepertimu. Beruntung bahwa tujuanmu adalah kerajaan sekutu Galarc, sih...”

“Aku merasa terhormat, tapi aku tidak sehebat itu.”

Aria menggelengkan kepalanya dengan sungguh-sungguh. Lalu——,

“Seperti Tuan Amakawa, tampaknya semua jenius sejati rendah hati, ya. Para pelayan yang melayani putri Duke Creta semuanya sangat berbakat, tapi kepala pelayannya jaug lebih unggul dari yang lain. Tidak ada keraguan bahwa kamu adalah salah satu yang terbaik di kerajaan ini. Seperti itulah rumornya bahkan di kastil kerajaan. Aku juga berpikir bahwa itu benar.”

Louise bergabung dalam percakapan dan memuji Aria.

“...Aku merasa terhormat.”

“Aku ingin mengundang orang sekaliber kamu untuk bergabung dengan Ksatria Penjaga, padahal...”

“Maaf, tapi aku tidak punya niat untuk melayani siapa pun selain Liselotte-sama.”

“Itu loyalitas yang mengagumkan.”

“Aria-kun adalah seorang pelayan dan juga seorang ksatria, ya...”

Louise tersenyum senang pada Aria, yang langsung menjawab. Vanessa pun mengagumi Aria dengan penuh kekaguman, meski terkesan agak rumit.

“Ngomong-ngomong, selama pelatihan berlanjut, kita akan memiliki banyak kesempatan untuk saling bertemu. Mari kita terus berhubungan baik. Aku akan senang jika kita bisa saling mengenal sebagai orang yang memimpin bawahan masing-masing.”

“Ya, dengan senang hati.”

Aria menggenggam tangan yang diulurkan Vanessa padanya.

“Tuan Amakawa mengatakan bahwa dia tidak yakin apakah dia bisa menjadi pelatih kita atau tidak, tapi tidak setiap hari kita mendapatkan kesempatan untuk belajar dari seseorang yang seterampil dia. Para peserta juga sangat berbakat. Ini akan menjadi pelatihan yang luar biasa. Mari kita tingkatkan keterampilan kita masing-masing.”

“Ya. Aku berterima kasih kepada Nona kami karena memberiku kesempatan ini, dan kepada Tuan Amakawa atas pelatihannya.”

Louise dan Aria juga berjabat tangan.

“Setelah sesi latihan terbaik, kita dimanjakan oleh kamar mandi yang indah itu dan diberi suguhan. Aku ingin berterima kasih lagi kepada Tuan Amakawa...”

“Sayangnya, sepertinya dia sedang pergi sekarang. Aku yakin dia akan muncul lagi nanti, jadi tolong beri tahu dia saat itu.”

Celia berbicara dengan Vanessa, yang melihat sekeliling dan mencari Rio.

“Ya. Semua anak buahku sangat ingin berbicara dengan Tuan Amakawa. Mereka semua kecewa.”

“Begitu juga dengan anak buahku.”

Vanessa mengatakan itu dengan senyum pahit, dan Louise mendesah dan memadukannya.

“Apakah ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan?”

Celia bertanya dengan memiringkan kepalanya——,

“Pekerjaan kami tidak memungkinkan kami bertemu banyak orang soalnya. Dan sejujurnya, kami semua kelaparan.”

Vanessa menjelaskan situasinya. Secara umum, wanita lebih cocok untuk menjaga keluarga kerajaan wanita, tapi juga tidak diinginkan untuk sering berganti personel, jadi begitu mereka menjadi salah satunya, mereka tidak bisa berhenti dengan mudah.

Dan karena banyak bangsawan pria tidak menyukai kurangnya kebebasan di masa pensiun, Ksatria Penjaga wanita cenderung melewatkan kesempatan menikah, yang menyebabkan kurangnya Ksatria Penjaga wanita untuk melindungi keluarga kerajaan.

“Situasinya sama di setiap kerajaan, ya.”

“Menjadi pelayan juga sama saja.”

Louise dan Aria juga tersenyum mengejek diri sendiri. Cosette dan Natalie menganggukan kepalanya dengan kuat di sampingnya.

“Ahaha...”

Celia tertawa canggung saat dia mengerti.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment