-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Seirei Gensouki Volume 17 Bab 2 Part 1 Indonesia

Bab 2
Menjelang Keberangkatan


Ini cerita tepat sebelum Rio mulai tinggal di mansion kastil Kerajaan Galarc.

Di perbatasan terjauh dari wilayah Strahl, telah lahir sebuah negara kecil yang dianggap sesat oleh negara lain.

Namanya adalah Republik Demokratik Saint Erika. Tentu saja ada alasan untuk menggambarkan negara Erika ini (demikian rakyat menyebutnya) sebagai sesat.

Hal ini dikarenakan bangsa baru ini tidak memiliki karakteristik yang sama dengan banyak negara bagian di wilayah Strahl. Dengan kata lain, tidak ada raja absolut seperti raja atau kaisar, dan tidak ada bangsawan yang memiliki hak istimewa.

Ini adalah negara yang ada untuk rakyat. Negara ada bukan untuk raja dan para bangsawan, tapi untuk rakyat yang tinggal di sana. Orang-orang dilahirkan bebas dan setara. Berdasarkan ideologi ini, negara lahir tak lain dari tangan rakyat, yang menghapuskan monarki.

Oleh karena itu, orang-orang di negara ini tidak didiskriminasi berdasarkan status mereka. Tidak ada keluarga raja dan bangsawan yang mendiskriminasi rakyat di negeri ini. Negara ini dijalankan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Untuk mengikuti slogan ini, Republik Demokratik Saint Erika telah mengadopsi demokrasi tidak langsung di mana perwakilan terpilih membentuk parlemen dan membuat keputusan politik.

Namun, ada juga keberadaan yang mewakili dan melambangkan negara. Dia adalah Saint Erika, kepala negara pertama yang dipilih oleh parlemen yang dibentuk setelah pemilihan pertama yang diadakan setelah berdirinya negara, dan yang memimpin rakyat dalam pembentukan negara. Nama negara, Republik Demokratik Saint Erika, juga diberikan untuk menghormati Saint Erika.

Dan yah, kesampingkan itu——,

Lokasinya adalah di ibu kota Erikaburg. Kota ini pernah disebut ibu kota kerajaan, tapi sekarang benar-benar sepi. Ini karena tentara pembebasan yang dipimpin oleh Saint Erika telah menyerbu ibukota kerajaan untuk memulai sebuah revolusi. Kastil kokoh yang melindungi mendiang raja benar-benar hancur menjadi puing-puing, dan banyak bangunan di kota telah dihancurkan oleh serangan tentara revolusioner.

Namun meski begitu, rakyat yang tinggal di ibu kota Erikaburg ini tetap ceria. Ini karena para keluarga raja dan bangsawan yang telah lama menindas kehidupan rakyat dengan pajak yang berat telah menghilang.

Saint Erika mengatakan bahwa perlu membayar pajak ke negara, tetapi dia menyatakan bahwa itu akan digunakan untuk kepentingan rakyat. Dan seolah-olah untuk mendukung kata-katanya itu, Erika dengan murah hati mendistribusikan kekayaan yang telah ditimbun oleh keluarga raja dan bangsawan kepada rakyat untuk mendukung rekonstruksi kota.

Selain itu, Erika berusia pertengahan dua puluhan dan cantik, jadi dia sangat populer di kalangan rakyat. Penduduk menghormati Saint Erika dan bekerja tanpa lelah untuk membangun kembali kota.

Dan berbicara tentang Saint Erika itu, dia sedang duduk di kursi di kantor gedung yang dianggap sebagai kediaman perdana menteri sementara. Di depannya——,

“Erika-sama, bisakah Anda mempertimbangkan kembali keputusan Anda?”

Ada seorang pria dengan wajah bermasalah sedang memohon kepada Erika. Namanya Andrei. Dia adalah seorang pria muda berusia dua puluhan, dengan penampilan serius dan pintar.

“Tidak bisa, Andrei. Karena aku sudah mengambil keputusan.”

Erika menggelengkan kepalanya perlahan dan tersenyum, rambut hitamnya berkibar lembut di udara.

“Namun, akan sangat meresahkan jika Anda, sebagai kepala negara, menghilang pada saat ini, tepat setelah berdirinya negara. Tiba-tiba, Anda melakukan perjalanan...”

Andrei menatap Erika dengan lekat.

“Tentu saja, negara ini adalah basisku, dan orang-orang yang tinggal di negara ini masih menjadi target keselamatanku. Rapi, pasti ada orang-orang di setiap negara yang tertindas oleh keluarga raja dan bangsawan dan kehilangan martabat mereka sebagai manusia. Aku memiliki misi untuk menyelamatkan orang-orang seperti itu secara setara. Untuk itu, aku ingin segera mengetahui kondisi sebenarnya di setiap negara. Aku hanya memiliki satu tubuh, jadi aku harus memprioritaskan tindakanku...”

Saat dia berbicara, Erika menghela nafas dengan sangat sedih.

“Erika-sama......”

Andrei menatap Erika dengan tatapan cemas. Tapi, ada juga ekspresi kekaguman di matanya, mungkin karena dia terkesan.

“Hei, Andrei. Kamu cemas karena kamu sangat mengandalkanku, bukan? Aku sangat senang dengan itu.”

Erika tersenyum lembut pada Andrei.

“I-Itu! Maaf atas kelancangan saya!”

Andrei agak tersipu dan menggelengkan kepalanya dengan panik.

“Kamu sudah membantuku sejak aku mulai bergerak menuju pendirian negara. Kamu adalah orang yang berharga. Dan orang yang sangat bisa diandalkan. Aku bisa memutuskan untuk memulai perjalanan karena kehadiranmu di negara ini. Karena aku tahu kamu ada di negara ini, aku bisa meninggalkan urusan negara ini di tanganmu dengan tenang.”

“I-Itu..., saya tidak pantas menerima kata-kata itu.”

“Itu tidak benar. Itulah sebabnya semua orang di parlemen telah menunjukmu sebagai Perdana Menteri untuk membantuku, kepala negara. Selama kepergianku, kamu, sebagai Perdana Menteri, akan bertindak sebagai Kepala Negara.”

Andrei dulunya adalah seorang penjaga toko di sebuah Guild tertentu, tapi dia terkesan dengan ajaran Erika bahwa semua orang adalah sama, dan dia mulai mendukung revolusi sejak awal. Sekarang setelah negara itu didirikan, dia adalah Perdana Menteri Republik Demokratik Saint Erika, dan telah menjadi pemimpin nomor dua setelah Erika.

“...Saya tidak bisa menggantikan Anda, Erika-sama.”

“Andrei, memimpin orang itu lebih mudah daripada yang kamu pikirkan.”

Erika berbicara kepada Andrei, yang tidak percaya diri, dengan suara yang sangat elegan.

“Itu tidak mungkin. Siapa lagi selain Anda yang bisa memimpin rakyat? Anda-lah satu-satunya yang peduli dengan rakyat lebih dari orang lain...”

“Aku hanya menganggap rakyat itu setara.”

“Itulah sebabnya. Itulah kenapa Anda adalah Saint. Saya ingin Anda mengajar dan membimbing kami. Itulah sebabnya kami memilih Anda untuk menjadi kepala negara pertama kami.”

“Aku ingin membalas perasaan kalian, tapi...”

“...Tekad Anda sudah bulat, ya. Saya mengerti. Kalau begitu, silakan gunakan grifon untuk perjalanan Anda. Saya juga akan mengirim beberapa pengawal.”

Andrei menundukkan kepalanya dengan pasrah.

“Maaf, ya, Andrei.”

“Anda tidak perlu meminta maaf.”

“Kuharap aku dapat membawa pulang beberapa suvenir dari perjalananku sebagai permintaan maafku... Oh ya, apakah itu Ricca Guild, yang kamu ceritakan saat pertama kali kita bertemu? Aku pikir produk dari sana mungkin bagus. Bukankah kamu bilang kalau kamu ingin menjualnya di tokomu suatu hari nanti?”

“...Apakah Anda mengingatnya?”

“Bukankah sudah jelas?”

“Terima kasih banyak.... Tapi saya sudah berhenti berdagang.”

Andrei mengucapkan terima kasih dengan senang hati, tapi pada saat yang sama, dia terlihat sedikit sedih.

“Tapi bukankah itu impianmu? Untuk bisa berbisnis dengan guild yang terkenal di seluruh negeri.”

“Ya, begitulah...”

“Selain itu, kau tidak harus menjadi pedagang untuk berbisnis. Aku yakin negara juga akan membeli barang dari guild.”

“Itu benar, saya telah melewatkan masalah itu.”

“Jika itu adalah guild yang seterkenal itu, kuharap mereka akan mendukung negara kita juga. Mungkin ada baiknya untuk meminta pertemuan dengan perwakilan selama perjalananku.”

“Kupikir akan sangat meyakinkan jika mereka setuju dengan ajaran Anda dan menjadi sekutu kita, tapi.... Aku pernah mendengar kalau ketua Ricca Guild adalah putri dari salah satu bangsawan terbesar di Kerajaan Galarc.”

“Aku tidak akan langsung menganggapnya sebagai musuh hanya karena dia seorang raja atau bangsawan. Kita adalah pecinta damai, soalnya. Mari kita berharap putri yang mewakili Ricca Guild juga akan menerima ideologi kita setelah berdiskusi.”

Erika memberi tahu Andrei dengan senyum suci dan penuh kasih. Itu terjadi beberapa hari sebelum dia meninggalkan negara itu.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment