-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 5 Bab 1 Intro Indonesia

Bab 1
Langkah Kaki Keributan


Liburan musim panas telah berakhir dan semester kedua tahun kedua dimulai hari ini. Jika aku melihatnya secara luas, itu berarti aku akan segera mencapai titik balik dari tiga tahun kehidupan sekolahku. Aku mengikat dasiku dan memasukkan lenganku ke lengan blazerku. Melihat ke cermin, aku menata rambutku, memastikan aku terlihat rapi, dan menuju pintu. Dalam perjalanan, aku bergabung dengan Sudō yang menguap lebar, dan kami bertukar sapa, menjaga kecepatan, dan keluar dari asrama.

“Suzune mengancamku dengan kemungkinan akan adanya ujian tertulis di awal semester kedua, jadi aku begadang semalaman loh semalaman.”

“Jadi kamu bahkan belajar di hari terakhir liburan musim panas?”

“Untungnya, aku sudah diberi kurikulum yang harus aku kerjakan selama sisa tahun ini. Yah, aku sendiri, aku ingin mendapatkan nilai tinggi dan membawa prestasi akademikku di OAA ke B atau lebih tinggi.”

Nilai B atau lebih tinggi di bidang akademik itu hal yang besar. Tapi aku tidak yakin itu hanya bualan.

Jika dia belajar dengan giat selama liburan musim panas, tidak heran jika prestasi akademiknya semakin meningkat. Dia telah menjadi orang yang cocok dengan ungkapan baik dalam olahraga dan belajar.

Jumlah masalah keseharian seperti keterlambatan, ketidakhadiran, dan tertidur juga menurun drastis.

Masih ada bagian dari dirinya yang mudah emosian tergantung pada situasinya, tapi itu juga merupakan ciri khas Sudō.

“Ini mungkin pertanyaan aneh, apakah menurutmu si Kanji itu sudah mencium Shinohara?”

“E?”

“Aku senang dia memiliki pacar, tapi aku frustrasi karena dia mendahuluiku dalam banyak hal. Akhir-akhir ini aku agak terganggu oleh itu, kau tahu?”

“Kenapa tidak tanya langsung padanya? Kupikir Ike akan memberitahumu.”

“...Mana bisa aku tanya padanya. Aku masih terima jika dia bilang dia bahkan belum berpegangan tangan, tapi jika dia memberitahuku bahwa dia sudah melakukan lebih dari itu... tinju kananku mungkin akan mengaum untuk pertama kalinya setelah sekian lama.”

Jadi begitu, itu sedikit masalah. Jika tinjunya mengaum, itu akan menjadi masalah besar.

“Melihat karakter Ike, dia akan mengatakan apa pun yang membuatnya senang di mana pun dia bisa. Jika kamu belum mendengar tentang hal itu, maka dia belum membuat banyak kemajuan, bukan?”

“Benar juga. Tapi mungkin berbeda jika menyangkut cinta. Aku juga gak tahu sih, karena aku gak punya pengalaman. Omong-omong, Ayanokoji, apa kau pernah punya pacar? ...Gimana sih rasanya punya pacar?”

Pembicaraan tentang Ike tiba-tiba berubah menjadi pembicaraan tentang aku.

Mau tak mau aku merasakan tatapan penuh gairah (aku percaya padamu) Sudō yang penasaran.

“Aku akan melaporkannya karena percuma saja aku berbohong padamu, aku mendapatkan pacar pertamaku baru-baru ini.”

“...Serius? Kamu serius?”

Bukan ide yang bagus untuk menutupinya, mengingat itu akan segera menyebar dari Kei.

Ketika aku menjawab dengan jujur, Sudō menghela nafas sambil memegangi kepalanya.

Tepat setelah itu, dia buru-buru meraih kedua bahuku.

“Jajajajajaja-jangan bilang!?”

“Tenang saja. Dia bukan orang yang kamu pikirkan.”

“Beneran!? Aku bisa percaya kalau itu bukan Su-Suzune, ‘kan?”

Aa, bukan dia.”

“Gi-Gitu, ya. Yah, baguslah kalau begitu... untuk sesaat, kupikir jantungku akan berhenti berdetak...”

Mungkin berkeringat, dia meletakkan telapak tangan kirinya ke dahinya dan menyekanya dengan acak.

Kemudian dia menunjukkan keringat di telapak tangannya itu untuk menunjukkan kepanikannya.

“Lalu siapa itu?”

“Itu———”

“A! Ketemu!”

Ketika Sudō mendapatkan kembali ketenangannya, aku mendengar langkah kaki datang dari belakang kami. Langkah kaki itu menyusul kecepatan berjalan kami dan dia menatapku dengan ekspresi sedikit marah.

“Kupikir kita akan berangkat bareng ke sekolah, tapi kamu gak bilang kalau kamu gak ada di kamar!”

Kei menggembungkan pipinya sedikit dan mengeluh seperti itu.

“Tidak, kamu juga gak bilang kita akan berangkat bareng.”

“Itu soalnya... um, aku gugup dan bingung sampai saat terakhir...”

Sudō menatap kami dengan curiga saat kami tiba-tiba memulai percakapan misterius.

“Ngapain sih kamu nyela tiba-tiba, Karuizawa. Kami sedang membicarakan hal-hal penting di antara pria, jadi jangan ganggu kami.”

Rupanya dia tidak memperhatikan keanehan dari isi percakapan kami.

Dia sepertinya tidak terima dengan kedatangannya di sini saja.

Kalau dipikir-pikir, keduanya hampir tidak pernah terlibat dalam kehidupan satu sama lain.

Entah baik atau buruk... tidak, yang ada, itu hanya hubungan yang buruk.

“Apakah kamu akan mengungkapkan hubungan kita hari ini, Kei?”

“E? U-un. Aku sedang mencari waktunya.... Ini tidak seperti aku akan menyatakannya segera setelah aku sampai di sekolah... ternyata mempublikasikannya itu sulit juga, ya. Ini juga tidak seperti aku akan mengatakan, hei dengar~.”

“Sepertinya kamu menyatakannya lebih cepat ketika dengan Yosuke padahal.”

“I-Itu ya itu. Ini situasinya benar-benar berbeda.”

“Oioi, apa sih yang kalian bicarakan... i... ni.... ...Eh?”

Sudō menunjukkan kebodohannya, tetapi ketika dia menyadari bahwa aku memanggilnya dengan nama depannya dan memahami apa yang kami bicarakan, dia berhenti dan tampak tercengang.

“Ap... e? O-Oi, apa maksudnya ini, Ayanokōji?”

Meski begitu, dia masih tidak yakin karena mungkin dia tidak bisa membuat hubungan antara kombinasi ini. Di satu sisi, dia mungkin teman sekelas yang baik untuk jadi yang pertama mengetahuinya.

“Kami berpacaran.”

Kei menyeringai dan kemudian menyikut lenganku tiga kali.

Mungkin dia senang mendengarku mengatakannya.

“Ha... haaaaaaaa!? Ti-Tidak mungkin!?”

Mungkin dia terkejut, dia berteriak lebih keras dan lebih berlebihan dari yang kubayangkan.

Kebetulan tidak ada teman sekelas di sekitar, tetapi para siswa menoleh untuk melihat apa yang sedang terjadi.

“Suaramu terlalu keras.”

“Ma-maaf. Tapi, tidak, e!? Ke-Kenapa Karuizawa?”

“Apa maksudmu, ada yang salah denganku?”

“Bukan itu... maksudku sih, lagian... ee...?”

Dia menunjukan gerakan bingung yang sepertinya menariknya sedikit ke belakang dan memutar kepalanya tidak yakin.

“Apa, kamu ingin aku berpacaran dengan Horikita?”

“Aku gak akan pernah menerima itu! ...Tidak, bukan itu maksudku... sini sebentar.”

Dia meraih bahuku dan mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik dengan suara pelan.

“Aku tidak bermaksud kasar, tapi... Karuizawa kan um, pernah berpacaran dengan Hirata, dan sebelum itu, kita tidak tahu hubungan mencolok seperti apa yang dia miliki di SMP, ‘kan? Tidakkah kamu merasa enggan atau jijik dengan itu? Bukankah itu rintangannya terlalu tinggi untuk pacar pertamamu?”

Kurasa itulah gambaran Karuizawa Kei yang dimiliki teman-teman sekelas tentang dirinya.

Sebenarnya, sampai aku mengetahui tentang masa lalunya, aku juga selalu menganggapnya sebagai gadis seperti itu.

“Apa yang kalian bisikkan?”

“Bu-Bukan apa-apa kok.”

Sudō memelototinya dan menyelinap pergi. Dia pasti merasa bersalah karena dia sudah mengatakan sesuatu yang hampir seperti fitnah.

“Ayanokōji dan Karuizawa berpacaran...? Percuma, tidak peduli berapa kali aku memikirkannya, aku tidak bisa memahaminya. Aku ngantuk, dan semester kedua sudah buruk saja diawal...”

Sudō mengatakan beberapa patah kata itu, dan aku yakin aku mendengarnya.

Related Posts

Related Posts

11 comments

  1. terima kasih admin bagaimana cara saya untuk mendukung ni blog ?

    ReplyDelete
  2. Finaly di publikasikanny hubungan kiyo sama kei

    ReplyDelete
  3. Wahhh ga sabar lagii mauliat lanjutannya,
    Terimakasih buat penerjemah

    ReplyDelete
  4. Thanks buat chapternya min!! Semangat selalu buat nerjemahinnya:>

    ReplyDelete
  5. sad sudo .. udaH dompet tipis dilihat kouhai skrg tmn2 dktnya dah pnya gebetan lbh dulu.yg sabar ya boy....

    ReplyDelete
  6. Min bahasa banyak yg ngaco misal nya pas sudo agak bingung lebih cocok pake " hmm atau heee " bisa juga pake " etoo " juga ada kata-kata yg ke duplikat terus kalo misalnya pas agak gugup " jajajaja-jangan bilang " lebih cocok " j....jangan bilang " cuman saran sih min biar bahasanya lebih di mengerti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan si sudou gagap ngomongnya. Dia terkejut loh jadi wajar aja nulidnya ke jajajajajaj

      Delete