-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Watashi, ni-banme no kanojo de īkara Vol 1 Episode 5 part 3 Indonesia

Episode 5
Aku Tahu



Di pagi hari, Tachibana-san menyapaku di depan gerbang sekolah.

“Selamat pagi, Ketua.”

Dasi seorang pria diikatkan di dadanya.

“Bagaimana dengan ini?”

“Kamu terlihat cocok. Lebih keren dari dasi pita.”

“Ketua, bagaimana perasaanmu sekarang?”

“Biasa.”

Jawabanku sepertinya tidak menarik, Tachibana-san berkata, “Fūn,” dan berjalan pergi.

Aku benar-benar tidak memikirkan apapun.

Aku hanya merasa bahwa kombinasi pagi musim panas dan Tachibana-san sungguh menyegarkan.

Di sisi lain, para pemuda penggemar Tachibana-san menghela nafas.

Sumber harapan mereka adalah bahwa Tachibana-san juga bersikap dingin pada pacarnya. Jika dia adalah pacar hanya dalam nama, masih ada kesempatan untuk menikungnya. Harapan itu hancur oleh keributan dasi cinta ini.

“Kirishima-kun, kau baik-baik saja?”

Hayasaka-san memanggilku di koridor.

Pelajaran pertama adalah eksperimen kimia, dan aku hendak pindah ke lab.

“Soal apa?”

“Itu loh, Tachibana-san. Sepertinya dia mulai dekat dengan pacarnya.”

“Kalau hanya itu aku baik-baik saja. Bukan masalah besar.”

“Mungkinkah, kamu sedang merasakan nikmatnya frustasi lagi?”

Saat kami sedang berbicara, Tachibana-san datang dari sisi lain.

Sebotol kertas minuman cuka hitam di tangannya. Dia peduli kesehatan.

“Kalian kelihatannya sangat dekat, ya.”

Tachibana-san memanggil Hayasaka-san.

Sejak bertemu di gedung stasiun, keduanya tampak cukup akrab.

“Hayasaka-san, apakah kau menyukai Ketua?”

“E-Enggak kok.”

Ketika ditanya pertanyaan langsung, Hayasaka-san menjawab dengan panik.

“Biasa aja kok, biasa.”

“Fūn. Aku dan Ketua sangat dekat, loh.”

Saat mengatakan itu, Tachibana-san menempelkan dirinya ke lenganku. Seketika, wajah Hayasaka-san berkedut.

“Hei, Tachibana-san, ini, di sekolah tahu.”

“Ya, aku tahu.”

“Selain itu, kau punya pacar, ‘kan?”

“Memang kenapa?”

“Aku tidak percaya kamu, um, menempel seerat itu pada Kirishima-kun padahal sudah punya pacar...”

“Kontak fisik antara Ketua dan anggota klub.”

“O-Oh. Un, itu benar. Baguslah kalau kalian dekat. Aku senang kalau kalian berdua dekat.”

Hayasaka-san tersenyum canggung.

Hayasaka-san, jangan membuat wajah yang sejelas itu.

Tachibana-san hanya menguji kita. Tachibana-san tampak puas dengan reaksi Hayasaka-san.

“Ah, kelas sudah dimulai.”

Sambil mengatakan itu, dia memasukkan sedotan ke dalam minuman cuka hitamnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya saat dia pergi.

“Kirishima-kun, ayo kembali ke kelas bentar.”

Hayasaka-san berkata, “Ikut aku sebentar,” dengan senyum tegang, jadi kami kembali ke ruang kelas yang kosong.

“Sepertinya kamu dan Tachibana-san sudah dekat, ya.”

“Mmm, maaf.”

“Tidak usah. Apa boleh buat, dia gadis nomor satumu sih.”

Namun demikian, tangannya yang memegang buku pelajaran itu begitu kuat hingga jari-jarinya memutih.

“Kirishima-kun, kamu terlihat sedikit lebih keren dari biasanya di bagian dada.”

“Apa iya?”

“Kau bahkan membuka kancing kedua bajumu. Tapi Tachibana-san, kenapa dia tiba-tiba begitu? Dia dekat dengan pacarnya, tapi dia masih menempel padamu.”

“Soal itu.”

Aku menjelaskan kalau Tachibana-san sudah mulai menguji perasaan kami.

“Fūn, jadi dia melakukan itu untuk membuatku cemburu.”

“Mungkin begitu.”

“Yah, aku sama sekali tidak keberatan dengan hal semacam itu.”

Aku sangat keberatan.

“Itu juga gak bakal terlihat di wajahku.”

Senyumnya menakutkan.

“Aku tahu kalau aku nomor dua sih. Aku gak peduli mau dia nunjukin apa padaku sih, biasa aja sih.”

Aku bisa melihat patung Nioh di belakangnya. Setelah mengatur napasnya, Hayasaka-san menatapku dengan seksama.

“Ngomong-ngomong, Kirishima-kun, kamu sudah beli kondisioner rambut, tapi kamu belum terlalu sering memakainya, ya.”

“Aku tidak punya banyak waktu di pagi hari, jadi aku sering lupa memakainya.”

“Gak boleh lupa, itu untuk perawatan pribadi. Biar aku pakaikan.”

Setelah mengatakan ini, Hayasaka-san mengambil wax rambutnya sendiri dari tasnya.

Dia bilang dia membawanya karena ada pelajaran renang.

Hayasaka-san berdiri tegak dan mengulurkan tangannya untuk menaruh wax di kepalaku.

“Nah, sudah selesai. Terlihat lebih bagus.”

Ada wangi bunga sakura dan lily of the valley.

Wangi yang sama yang selalu tercium dari rambut Hayasaka-san.

“Kamu harus benar-benar terlihat keren di depan Tachibana-san. Di depan Tachibana-san loh, ya.”

Related Posts

Related Posts

1 comment

  1. Di depan Tachibana atau di depanmu Hayasaka hmm 😏

    ~fadoridesu

    ReplyDelete