-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 6 Bab 2 Part 3 Indonesia

Bab 2
Jalan Yang Tak Terelakan


3


Di hari yang sama. Setiap kelas, atau lebih tepatnya semua tahun ajaran, sedang tancap gas untuk festival olahraga.

Karena pernah diperlombakan tahun lalu, beberapa kompetisi sudah dikenal, para siswa meluangkan waktu untuk mulai berlatih seperti sedang di panggung yang sebenarnya, menggunakan lapangan dan gimnasium saat istirahat makan siang.

Mereka pasti ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin untuk berlatih, terutama untuk pertarungan tim dengan dua pemain atau lebih.

Di gimnasium tempat aku datang untuk pengintaian, banyak suara ceria bergema di sana-sini.

Ada sejumlah ruang yang dapat digunakan secara bebas oleh para siswa dari tahun pertama hingga tahun ketiga, dan fasilitas tampaknya telah disiapkan dengan cermat agar siswa dapat berlatih dengan adil. Anak-anak tahun kedua hari ini tampak sedang berlatih bola voli dan tenis meja.

Hal pertama yang menarik perhatianku adalah banyaknya peserta di salah satu kelas.

Selain itu, antusiasme mereka juga luar biasa tinggi. Mereka tampak aktif membahas tips dan trik permainan sambil berteriak.

“Keseriusan Kelas A bisa dilihat, ya.”

“Ya.”

Hari ini aku ke sini dengan Yōsuke dan aku dengan tenang menganalisis para siswa dan berkata.

“Kompetisi olahraga murni berdasarkan kelas bukanlah keahlian Kelas A.”

“Ya. Baik atau buruk, sebagian besar siswa memiliki kemampuan fisik rata-rata, dan hanya sedikit dari mereka yang mampu merebut peringkat teratas.”

Karena mereka tahu bahwa mereka berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam hal kekuatan secara keseluruhan, mereka bekerja sama untuk meningkatkan level kemampuan mereka dengan cepat. Kurasa mereka akan mengincar kompetisi di mana mereka bisa mendapatkan poin dengan pengalaman dari latihan.

Aku tidak bisa menemukan sosok orang itu, tapi aku yakin itu perintah Sakayanagi.

Ada siswa dari kelas Ichinose dan kelas Ryūen juga, tapi mereka tampaknya masih belum pasti. Di sisi lain, tidak ada siswa dari kelas Horikita yang ada di sana. Kupikir mungkin 1 atau 2 dari mereka akan muncul, tapi bahkan jika mereka ke sini, mereka hanya akan berdiri di sudut, tidak bisa melakukan apa pun dalam situasi ini.

“Kita masih terjebak dengan ujian khusus suara bulat. Berlatih dalam situasi seperti itu tidak akan mudah, ya.”

“Kamu benar, masih ada faktor kegelisahan. Tapi itu tidak selalu semuanya suram.”

Aku memberi tahu Yōsuke kalau Sudō dan Onodera telah bekerja sama untuk menjadi pria dan wanita siswa tahun kedua nomor satu. Mendengar sedikit kabar baik, dia sedikit menyeringai.

“Jika mereka terus memenangkan tempat pertama di kompetisi individu dan berpasangan, itu pasti sudah cukup bagi mereka untuk menjadi yang teratas.”

“Keduanya memiliki peluang bagus untuk menang.”

Ada banyak harapan, tapi meskipun demikian, dibutuhkan lebih dari mereka berdua untuk membuat kelas menang.

Meski penuh dengan sambungan, sistem kerjasama sementara sangat dibutuhkan.

“Aku jadi ingat, Sudo-kun memintaku untuk menemuinya sepulang sekolah hari ini, sebelum kegiatan klub. Apa mungkin kamu terlibat di balik layar, Ayanokōji-kun?”

(Tln: Sekali lagi penyebutan Hirata berubah. Ini orang instingnya tajam. Dia gak sepenuhnya percaya Kiyotaka)

“Aku tak melakukan apa-apa. Sudō memikirkannya sendiri dan memutuskan untuk mengandalkanmu, ‘kan?”

“Mungkin itu terkait dengan Shinohara-san, ya.”

“Sudō mungkin merasa tidak bisa membiarkannya seperti ini terus.”

“Tapi bagaimana dengan Mī-chan?”

“Dia biar aku yang urus.”

“Kau yang urus, Kiyotaka-kun?”

Yōsuke menunjukkan ketidaksetujuannya ketika aku beritahu untuk membiarkannya dan menyerahkannya kepada orang yang tepat. Kurasa alasan mengapa dia begitu terobsesi dengan Mī-chan bahkan setelah semua masalah ini mungkin karena unsur perasaan bahwa itu adalah [kesalahannya] lebih kuat daripada siswa lain. Tentu saja, itu sama sekali bukan salah Yōsuke.

Di tengah kesunyian, aku menilai bahwa hanya Mī-chan yang membutuhkan sedikit bantuan.

Tak bisa digunakannya Yōsuke sebagai kunci adalah salah satu alasannya.


===

Sorry
Belum kesimpen ternyata
Related Posts

Related Posts

5 comments