-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

– Sakayanagi Arisu SS – Perasaan Yang Rumit

Youzitsu 2nd Year Volume 6 SS

– Sakayanagi Arisu –
Perasaan Yang Rumit


Aku bersenang-senang mengobrol dengan Ayanokōji-kun yang tidak ikut dalam festival olahraga dan absen.

Aku selalu harus berhati-hati dengan apa yang orang lain lakukan sampai sekarang, dan hari ini adalah satu-satunya kesempatan yang ku miliki di mana tidak ada yang bisa ikut campur.

“Karena dalam mengamati dengan tenang itu hanya membawaku untuk menemui Ayanokōji-kun, dan kamu tidak melakukan apa pun secara langsung terkait festival olahraga. ...Aku mengerti.”

Aku mengumpulkan semua petunjuk yang tersebar yang dia berikan kepadaku selama percakapan kami.

“Itu berarti———”

Tiba-tiba, dia dengan lembut meraih bahuku dan mendorongku ke belakang.

Biasanya, jumlah kekuatan ini tidak berarti apa-apa bagi kebanyakan orang, tapi karena tubuhku agak lemah dan aku tidak mengharapkannya, aku jatuh ke belakang dengan linglung.

Itu tidak menyakitkan tentu saja. Aku hanya jatuh ke belakang dari tempat aku duduk di tempat tidur.

Seharusnya aku melihat wajahnya sekarang, tapi mataku berputar saat melihat ke langit-langit.

Sebelum aku berhasil mengatasi situasinya, Ayanokōji-kun mulai menaikiku.

Dia meletakkan tangannya di kedua sisi kepalaku meninggalkanku tanpa cara untuk melarikan diri.

“A-Ano?”

Dia tidak terlihat seperti dia telah menyerah pada keinginan utamanya.

Seharusnya tidak mungkin, tetapi entah bagaimana kemungkinan itu ada dalam perhitunganku.

Pikiranku semua kacau dan itu menghalangiku untuk mendapatkan jawaban.

“Aku menjalani kehidupan sekolahku di dasarkan pada rencanaku. Baik itu kunjunganmu ke sini hari ini, maupun rute dimana kau tertarik pada rencanaku, dan kemungkinan kamu mencapai jawabannya.”

Seolah-olah dia sedang mengolok-olokku, dia mencapai kesimpulannya terhadap situasi ini.

“Jika kau memberi tahu orang lain tentang hal ini, itu akan mengganggu rencanaku.”

“Kamu pikir aku... akan membocorkannya?”

Aku tidak begitu naif sehingga aku tidak mengerti betapa merepotkannya hal itu baginya.

Kupikir kami berdua mengerti itu…

“Kemungkinan itu mungkin tidak nol saat ini. Jika kau mengancamku dengan mengajakku bertanding jika tidak ingin dibocorkan, aku tidak punya pilihan selain menerimanya. “

“Aku mengerti, memang... itu mungkin benar. Tetapi, jika aku ingin memaksakan pertarungan dengan cara seperti itu... kan bisa saja aku mengangkat sekilas hal-hal terkait White Room?”

Tujuan sebenarnya tersembunyi.

Itu memang benar, tapi aku masih belum cukup menenangkan diriku sekarang untuk memikirkannya.

Sementara pikiranku bekerja, mencoba menenangkan pikiranku, aku terus berbicara dengannya.

“Mari kita mulai pelajaran khusus kita?”

Aku melihat matanya saat dia menggumamkan ini dan akhirnya mengerti tujuannya.

Aku tidak bisa menahan tawa, memejamkan mata dan menunggu pelajaran.

Jika ini adalah tujuannya, aku tidak akan keberatan.

Dengan perasaan rumit ini, aku mengakui bahwa aku akan dimanfaatkan olehnya.

Tapi, ingat ini, Ayanokōji-kun.

Jika kamu akan menggunakanku———aku akan menggunakanmu sampai akhir.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment