-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

– Onodera Kayano SS – Itulah Yang Kuyakini

Youzitsu 2nd Year Volume 6 SS

– Onodera Kayano SS –
Itulah Yang Kuyakini


Pukulan dengan kekuatan luar biasa menghantam raket Hōsen-kun.

Kemarahannya sedang diubah dan dibawa ke dalam permainan itu sendiri, bentuk ideal sportivitas ku.

Keringat yang berhamburan berkilau seperti batu permata.

“Woooooooooh!!”

Melihat Sudō berteriak dari intinya, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bersemangat dalam kemenangan ini.

“Berhasil, kita berhasil!”

Hōsen-kun, yang telah bermain dengan kami, tampak frustrasi dan membanting raketnya ke tanah.

“Kita menang, Onodera! Berkat dirimu!”

Sudō berlari ke arahku, dan aku mengangkat tanganku untuk melakukan tos tetapi malah disambut dengan udara.

Aku dipeluk dengan kedua tangannya di sekitarku dalam pelukan.

“AAA-Ap!?”

Kebahagiaan diikuti oleh gelombang kepanikan.

Tapi akulah satu-satunya yang bingung karena Sudō hanya terlihat bahagia dan bersemangat.

Dia mulai meremas lebih keras, jadi aku mencoba menarik keluar.

“Tunggu, sakit, sakit loh, Sudō-kun!”

Dia akhirnya menyadari kesakitanku dan sekarang dialah satu-satunya yang bingung.

“Ma-Maaf maaf!”

Kami tertinggal karena cederaku, tapi mengubahnya menjadi kemenangan, tidak pernah menyerah sampai akhir.

Keyakinan dan keuletan kami mengalahkan Hōsen-kun sejauh satu mil.

“Selamat atas kemenangan penuhmu, Sudō-kun.”

“Ya. Terima kasih ya, Onodera, Jika bukan karena bantuanmu, kita pasti akan kalah dalam pertandingan ini.”

“Itu tidak benar. Yang ada, aku malah menghambatmu...”

“Bukan berarti berkah kau terluka, tapi ketika kamu terluka dan aku kehilangan kesabaran, kupikir aku akan kalah satu kali. Dan kaulah yang menyadarkanku.”

Matanya yang menatap lurus ke arahku terasa seperti sedang menghisapku.

“Begitu, ya. Maka kita... mitra yang baik, kurasa.”

“Ya. Mudaaah sekali bekerja sama denganmu, dan aku bisa mengandalkanmu. Terbaik emang, Onodera. Ah, kuharap Suzune melihat keberhasilan kita saat ini di suatu tempat.”

Matanya yang aku rasa dapat aku perhatikan untuk selamanya menjauh dariku dan mengamati area di sekitar gimnasium.

“Suzune... ya?”

Aku bergumam. Dia bereaksi seperti anjing saat mendengar nama itu dan tiba-tiba menatapku dengan tatapan bertanya.

“Ha? Dimana? Dimana dia!?”

“Aah tidak, um, maaf, aku salah orang.”

“Sial. Begitu ya, mungkin dia ada di lapangan...”

Aku benci kalah dan itu menyalakan semangat juang dalam diriku.

Ya, aku harus mengakuinya.

Aku, tertarik pada Sudō-kun.

Aku bisa mengejar dan menunjukkan hasil, tidak peduli seberapa jauh dia di depan.

Itulah sportifitas yang ku yakini.

“Sepulang dari kegiatan klub lain kali, ayo kita pergi makan bareng?”

“Eh? Ya, aku sih oke-oke saja. Yang lebih penting, bantu aku nyari Suzune. Dimana sih Suzune~?”

“Ahahaha. Ogah banget.”

Related Posts

Related Posts

Post a Comment