-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 6 Bab 4 Part 1 Indonesia

Bab 4
Persetujuan


1


Tepat sebelum jam 7 malam, Sakayanagi, Kamuro, dan Hashimoto dari kelas A tahun kedua berkumpul di sebuah kafe di Keyaki Mall.

“Aku tidak terkejut dipanggil tiba-tiba karena sudah terbiasa, tapi ada perlu apa hari ini, Hime-san?”

“Tentang apa yang terjadi di festival olahraga nanti. Dan apa yang harus kita lakukan.”

“Bukankah kebijakannya sudah diputuskan?”

“Situasi berubah dari waktu ke waktu. Dan hari ini, itu berarti perubahan lain telah terjadi!”

Mengatakan demikian, Sakayanagi melanjutkan.

“Kelas Ryūen-kun dan kelas Horikita-san melakukan kontak.”

Mendengar itu, mata Hashimoto berubah.

“Dari siapa mendekati siapa? Apa dari Ryūen?”

“Itu tidak diketahui. Tapi bagaimanapun juga, aman untuk menganggap keduanya terhubung.”

“Tunggu sebentar. Aku tidak berpikir itu akan berhasil dengan mudah. Aku tidak berpikir Horikita akan dengan mudah mempercayai Ryūen. Dia bukan tipe pria yang bisa kamu ajak berkolusi.”

“Musuh dari musuhku adalah sekutuku, bukankah begitu? Kita berada dalam posisi yang solid untuk memimpin jauh. Meski mereka tidak memiliki hubungan saling percaya, selama mereka memiliki tujuan yang sama, mereka dapat bekerja sama dengan baik.”

Kesulitan dua kelas yang bekerja sama bisa dengan mudah ditebak oleh keduanya.

Laporan itu tidak menyenangkan, dan ekspresi di wajah mereka mengeras.

“Kita dalam bahaya jika seperti ini.”

“Maksudmu kita akan kalah jika sendiri?”

“Kita akan kalah. Jika ketiga kelas bersaing secara terpisah, masih ada kemungkinan untuk menempati peringkat berapa pun, tapi koneksi datang dari tempat yang tidak terduga.”

Sakayanagi membuatnya jelas dan menatap Hashimoto.

“Kalau aku tidak akan bekerja sama dengan Ryūen sih. Kita tidak pernah tahu kapan dia akan menggunakan taktik pengecut.”

“Sebaliknya akan lebih bagus jika dia menggunakan taktik pengecut. Kelas Ryūen-kun berada di peringkat pertama dan kelas Horikita-san berada di peringkat kedua. Kalau hasilnya sejelas itu aku terima, tapi kalau sebaliknya agak merepotkan.”

Sakayanagi lebih waspada terhadap kelas Horikita daripada Ryūen.

Pernyataan Sakayanagi yang bisa dianggap seperti itu, menyebabkan senyum tipis Hashimoto menghilang.

“Tidak ada keraguan bahwa mereka mendapatkan momentum sekarang. Kupikir tidak mungkin bagi siapa pun selain kelas Ryūen untuk membuang kroco demi mendapatkan 100 poin. Apakah Horikita sudah tumbuh dewasa... atau apakah Ayanokōji juga aktif di belakang layar?”

Menekankan nama Ayanokōji, dia menoleh ke Sakayanagi. Seolah mengkonfirmasi sesuatu.

Tidak mungkin penyelidikan seperti ini akan berhasil, Sakayanagi melanjutkan dengan sikap acuh tak acuh.

“Dia juga telah meningkatkan reputasinya baru-baru ini. Apa ada sesuatu?”

“...Tidak, tidak ada. Aku pikir dia menyembunyikan kemampuannya yang melebihi OAA. Yah, Ayanokōji bukan satu-satunya siswa yang seperti itu.”

Hashimoto dengan cepat mundur, karena keluhan akan berdampak buruk bagi posisinya.

Karena dia memutuskan bahwa itu bukan ide yang baik untuk memprovokasinya dan menarik perhatian.

“Tapi apa yang akan kamu lakukan? Kau bilang kita akan kalah tanpamu, tapi kamu akan absen, ‘kan?”

Dengan kata lain, kamu membuang pertarungan? Kamuro bertanya.

Hashimoto yang tersenyum, tampak prihatin tentang hal ini, dan ekspresinya mengeras lagi. Hanya 150 poin. Bahkan jika Kelas A tenggelam ke dasar klasemen, itu tidak akan menimbulkan banyak kerusakan.

Namun, kekalahan bukanlah sesuatu yang harus disambut, karena situasinya telah dibangun di atas fondasi pertempuran yang berkelanjutan.

“Hanya ada satu jawaban.”

Sakayanagi tertawa dan melanjutkan.

“Aku juga akan berpartisipasi dalam festival olahraga. Meskipun mereka benar-benar bekerja sama, mereka menghitung bahwa mereka hampir tidak bisa menang jika digabungkan dengan ketidakikutsertaanku. Biarkan mereka tahu bahwa itu adalah ilusi.”

“Serius? Apa kau akan baik-baik saja?”

“Termotivasi sih boleh-boleh saja, tapi———apa kamu yakin?”

Keduanya prihatin dengan pengumuman partisipasi Sakayanagi.

“Dijadikan tontonan, ya? Aku bisa menyiasatinya sebanyak yang ku mau.”

“Yah, aku yakin kamu akan melakukannya dengan baik. Jika kamu bilang kamu akan keluar, maka itu akan menjadi solusi cepat.”

“Tapi meski begitu, itu tidak meningkatkan performa atletik secara keseluruhan. Aku hanya bisa mengambil kompetisi yang mungkin kita lewatkan. Dengan kata lain, itu akan menjadi pertarungan yang sulit bagi kita untuk menempati peringkat pertama, bahkan dengan partisipasiku.”

“Aku pikir itu cukup karena aku hanya tidak ingin berada di dasar klasemen.”

“Tidak begitu sulit untuk memecahkan hubungan kaca antara Horikita-san dan Ryūen-kun. Mari kita alihkan mereka pada hari ketika mereka berusaha mati-matian untuk bekerja sama.”

Hashimoto dan Kamimuro memiliki keyakinan pada Sakayanagi, yang memancarkan keyakinan mutlak.

Itu telah menghasilkan hasil yang tinggi berkali-kali.

“Itu melegakan, ya. Yah, tapi bagaimana kau bisa menerima informasi begitu cepat, Hime-san? Kamu tidak melakukannya dengan kakimu sendiri, bukan?”

Untuk pengumpulan informasi sehari-hari, dia sering menggunakan Hashimoto dan Kamuro.

Tapi kali ini keduanya belum pernah mendengarnya sebelumnya, dan Hashimoto bertanya dengan rasa ingin tahu.

“Karena begini-begini aku masih perwakilan Kelas A. Aku semakin banyak kenalan siswa tahun pertama.”

Tanpa panik, Sakayanagi tersenyum lembut seolah menikmati keadaan sulit.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment