-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 6 Bab 5 Part 1 Indonesia

Bab 5
Festival Olahraga Kedua


1


Lari 100 meter diadakan segera setelah upacara pembukaan. Kompetisi pertama pertandingan melawan Ibuki-san. Hasilnya adalah kemenangan yang sulit bagiku. Anehnya, itu setipis tahun lalu. Setelah melewati garis finis, Ibuki-san menendang tanah dengan frustrasi dan membuat alasan bahwa dia sudah berlari secepat mungkin sebelum balapan.

Pertarunganku dengannya selanjutnya adalah di perlombaan keempat, lompat jauh. 2 kompetisi sebelum itu, kami berada dalam pertarungan terpisah.

Perlombaan kedua adalah pacuan kuda, di mana aku menempati tempat pertama, dan yang ketiga adalah tarik tambang tim, di mana aku menempati tempat ketiga.

Sejauh ini, aku pribadi telah mengumpulkan total 21 poin, 5 poin di awal, 10 poin untuk 2 peringkat pertama dalam kompetisi individu, 3 poin untuk peringkat ketiga tarik tambang dalam kompetisi tim, dan 3 poin untuk hadiah partisipasi. Itu adalah awal yang baik.

Kemudian, sekitar pukul 10.00, ronde kedua dengan Ibuki-san, lompat jauh, dimulai.

Saat ini, aku baru saja menyelesaikan kompetisi dengan lompatan satu kali.

Rekor yang ku buat adalah 5 m, 79 cm.

Tidak buruk. Kukira aku hampir bisa membuat rekor terbaikku dalam situasi di mana tidak boleh ada kegagalan.

Ibuki-san yang akan melompat 3 giliran setelahku, sedang melihat rekor dan mengatur pernapasannya. Ada 3 pelompat yang tersisa. Dengan lompat ke tempat pertama sementara, aku lebih dekat untuk mencetak poin di kompetisi ini.

“Suzune! Akhirnya ketemu juga!”

Saat aku sedang menonton pelari berikutnya, aku mendengar suara memanggilku dari belakang.

Aku menoleh ke belakang dan melihat Sudō-kun berlari ke arahku dan Onodera-san berjalan lebih jauh di belakangnya.

Mereka adalah pasangan yang sangat kuharapkan sebagai peraih poin di festival olahraga ini.

“Dari kelihatannya, kamu tampaknya dalam kondisi yang baik.”

“Sudō-kun sudah menang tiga kali berturut-turut di babak pembukaan loh. Apalagi, itu benar-benar mudah, dia memang hebat.”

“Yah begitulah. Tapi kau juga berpartisipasi dalam 2 kompetisi dan meraih tempat pertama di keduanya. Ya, ‘kan, Onodera?”

“Kalau aku sih sedikit beruntung saja.”

Onodera yang tak ada bandingannya dalam renang, juga menunjukan bakatnya di bidang atletik.

“Aku tidak memiliki kesan bahwa kamu secepat itu ketika awal masuk sekolah. Di mana kamu berlatih?”

Hal ini menjadi perhatianku karena aku selalu melihatnya di kelas olahraga.

“Aku tidak terlalu suka berlari, dan aku tidak tertarik pada apa pun selain berenang, jadi bisa dibilang cuman coba-coba.”

“Kau bilang kau tidak pernah lari jarak jauh, ‘kan?”

“Itu sangat melelahkan, lariku juga tidak secepat itu, dan itu juga bukan keahlianku.”

Mereka telah berlatih bersama setiap hari karena mereka memutuskan untuk berpasangan dan sepertinya mereka menjadi pasangan yang jauh lebih alami daripada yang kubayangkan.

“Hanya saja yah, sebenarnya. Aku ingin melawan Kōenji jika bisa. Orang itu juga semua peringkat pertama dalam 3 perlombaan yang dia ikuti, dan dia masih ingin memperpanjang kemenangan beruntunnya.”

“Itu tidak boleh. Bukan ide yang bagus untuk saling menghancurkan sesama teman sekelas. Kamu tahu itu, ‘kan?”

Baik Sudō maupun Kōenji memiliki potensi untuk menempati peringkat pertama.

Aku mengerti keinginannya untuk bersaing dalam perlombaan yang sama, tapi dia harus mengutamakan kelas.

“A-Aku tahu kok, aku hanya bercanda.”

“Tenang saja. Aku akan mengawasinya untuk itu, jadi jangan khawatir.”

“Benar. Aku tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu karena aku bisa menyerahkannya padamu, Onodera-san.”

“Jadi aku ini tidak bisa dipercaya...”

Dia tampak tidak puas, tapi ketika aku melihat lurus ke arahnya, dia membuang muka dengan tidak nyaman.

Itu pertanda bahwa dia sedang merenungkan apa yang telah dia lakukan di masa lalu.

“Setelah ini, kalian akan mengikuti serangkaian kompetisi berpasangan, bukan? Semoga beruntung.”

“Ou. Akan kuperpanjang kemenangan beruntunku.”

Itu kata-kata yang menjanjikan. Dan sekarang pelari terakhir berdiri di garis start.

Aku berhenti bicara dan mengalihkan perhatianku ke Ibuki-san.

“Kita tidak boleh mengganggunya. Ayo kita pergi untuk mengintai kompetisi berikutnya.”

“Ayo. Sampai jumpa lagi, Horikita-san.”

“Ya.”

Aku dengan ringan memandang mereka dan melihat ke arah Ibuki-san, yang mulai berlari.

Aku sepenuhnya mengerti bahwa kemampuannya dekat kemampuanku.

Dengan kata lain, bisa dibayangkan bahwa dia bisa melampaui rekor yang ku buat.

Dua emosi berayun antara ingin dia gagal dan ingin bersaing dengan baik dengan upaya terbaiknya.

Di bawah tekanan yang seharusnya kuat, gerakannya lincah dan anggun.

Dia melompat, mendarat di tanah dan jatuh ke depan.

Tidak peduli dengan kotoran di wajahnya, matanya segera beralih ke catatan rekor. 5 m, 81 cm. Hanya 2 cm, tapi itu adalah 2 cm yang tidak bisa kucapai, maka kekalahanku telah dikonfirmasi.

“Berhasil———!”

Ibuki-san melakukan pose kemenangan dan sangat senang seperti anak kecil. Dia membuat lompatan brilian dalam situasi satu kekalahan lagi dan tidak ada lain kali.

“Kau lihat!? Aku menang! Kamu kalah!”

Aku tahu dia sangat senang sampai kegirangan, tapi itu sedikit menjengkelkan.

“Aku kira kamu memiliki keuntungan dari hambatan udara yang lebih sedikit...”

(Tln: Lu juga papan cucian kali Horikita)

Jika tidak ada perbedaan dalam kemampuanku dan Ibuki-san, itulah satu-satunya perbedaan di antara kami...

“Ha? Hambatan udara?”

“Bukan apa-apa.”

“Jangan banyak alasan dan akui saja kekalahanmu dengan jujur.”

“Jangan senang dulu. Dengan ini 1 kemenangan dan 1 kekalahan. Kita hanya kembali imbang.”

Meskipun aku memperingatkan dia agar tidak terbawa suasana, Ibuki-san terus saja menyeringai.

Dalam hal ini, kurasa aku harus menyesal karena kehilangan tempat pertama, tapi aku merasa seperti aku bisa memaklumi kalau dia sangat senang....

“Aku menang! Aku menang! Aku menang!”

...Ternyata tidak juga.

Sebaliknya, aku merasa seperti stres mentalku telah meningkat seketika. Dengan ini 1 kemenangan dan 1 kekalahan. Aku ingin segera mulai pertandingan ketiga, tapi ada beberapa kompetisi tim dengan skor tinggi yang akan diadakan setelah ini, jadi aku harus menunggu sampai kompetisi balok keseimbangan di sore hari untuk menyelesaikan pertarungan kami.

Related Posts

Related Posts

3 comments