-->
olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 2 Chapter 3 Part 10 Indonesia

  

 

Musim Panas Hampir Tiba, Pertanda Pertarungan Sengit

 

10

 

Pada sore hari, kencan kamar dengan Kei yang sudah menjadi kebiasaan dimulai.

Topik hari ini dimulai dengan pertengkaran yang berujung perpisahan antara Ike dan Shinohara, dan tentang pembentukan grup menjadi fokus utama.

“Hei... Kiyotaka, dengan siapa kamu akan membentuk grup untuk ujian di pulau tak berpenghuni?”

Sambil menunjukan sikap malu-malu, Kei mendongak dan mengajukan pertanyaan padaku.

“Untuk saat ini, Aku tidak punya rencana untuk membentuk grup dengan siapa pun.”

“E? Ke-kenapa?”

Aku tahu kalau Kei ingin membentuk grup denganku, tapi mungkin membentuk grup tidak akan menguntungkan untuk ku. Itu karena pertimbangan keberadaan Tsukishiro ketimbang kurangnya kemampuan.

“Tidak salah lagi bahwa membentuk grup berarti akan mendapat keuntungan. Tapi, itu bukan berarti bahwa kau tidak bisa menang sendirian. Sebaliknya, ada keuntungan dimana kau bisa bergerak dengan bebas tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Selain itu, tergantung pada situasinya, kau bisa pergi untuk membantu grup lain. Jika ada kelompok yang kemungkinan akan jatuh, kau bisa masuk dan menutupinya.”

“Artinya dengan sendirian kau bisa bergerak lebih fleksibel, ya...”

Baik anak laki-laki dan perempuan diizinkan untuk berpartisipasi solo. Dengan kata lain, bagi siswa yang bangga dengan fleksibilitas mereka, ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menang sendirian.

“Jika siswa yang berpartisipasi solo mendapat tempat pertama, itu berarti 300 poin bersih untuk kelas nya.”

“Mungkinkah Kiyotaka bisa mengambil tempat pertama?”

“Bagaimana menurutmu?”

Ketika Aku melihat ke belakang, mata kami bertemu dan Kei seperti membeku berpikir sambil kami menatap satu sama lain.

“De-dengan wajah dinginmu itu... Aku merasa kau akan mengambil tempat pertama. Eh, tapi tunggu sebentar. Jika itu terjadi, akan lebih sulit untuk mengatakan bahwa kita berpacaran!?”

Kei tiba-tiba membayangkan masa depan dan mulai panik.

“Aku akan jatuh pingsan karena senang dan bangga kalau Kiyotaka mengambil tempat pertama sendirian, tapi tapi, aa, Aku tidak tahu apa yang paling ideal untuk terjadi.”

“Seenaknya sendiri bersemangat. Tidak mudah untuk mengambil tempat pertama jadi tidak perlu khawatir.”

“Ka-kalau begitu, Kiyotaka juga berpikir kalau kau tidak bisa menang?”

“50:50 kalau Aku harus menebaknya.”

“Bahkan jika kau menjawab hanya ada setengah kemungkinan, itu sudah luar biasa...”

“Bagaimanapun, poin yang Kei harus khawatirkan bukanlah tentang dengan siapa kau bekerja sama.”

“Ee? Bukankah itu penting? Jika Aku sembarangan memilih, Aku akan dikeluarkan dari sekolah.”

“Itu benar, ujian khusus kali ini melibatkan hukuman dikeluarkan dari sekolah. Jika kau berada dalam grup peringkat 5 terbawah, kau akan dipaksa menerima penalti. Tapi kau tidak bisa memilih dengan bebas pasangan grup mu.”

“Un. Itulah sebabnya Aku ingin satu grup dengan Kiyotaka... Aku ingin kau melindungiku.”

Kei yang mengundang ku secara tidak langsung dengan jujur mengaku di sini.

“Bahkan tanpa Aku melindungimu, masih ada cara lain untuk bisa selamat, kan? Dengan menyimpan poin pribadi jika kau membutuhkan keselamatan.”

“Itu benar sih, tapi...”

Meskipun diperlukan poin pribadi dalam jumlah besar, sebaliknya selama kau memiliki poin tersebut, kau tidak akan pernah dikeluarkan dari sekolah.

“Itu benar sih, tapi bahkan jika Aku membentuk grup dengan 6 orang selama ujian, Aku masih harus memiliki 1 juta poin untuk menghindari pengusiran, kan? Aku tidak punya sebanyak itu.”

“Berapa poin mu yang tersisa sekarang?”

“Mmm... 240.000 poin. Me-meski hanya segitu tapi akhir-akhir ini Aku lebih sering menabung lho!”

Aku sih tidak akan menyalahkannya karena itu.

Aku berada dalam situasi yang sama sehingga dia tidak bisa disalahkan.

“Kekurangannya 760.000, ya.”

Aku memiliki sekitar 250.000 poin. Bahkan jika Aku berikan semuanya, masih butuh lebih dari 500.000 untuk membuatnya cukup.

“Kei, kartu yang kau miliki adalah Ambil Keuntungan, kan?”

“Un. Apa bernilainya kartu ini?”

“Sejujurnya Aku tidak bisa mengatakan kalau kartu itu bermanfaat. Entah baik atau buruk, pengaruh yang didapatkan untuk diri sendiri adalah yang paling paling sedikit. Itu bukan kartu yang akan memberimu keuntungan ketika kau berusaha keras, juga tidak akan menolongmu ketika kau membuat kesalahan.”

Kau hanya bisa bertaruh pada grup mana yang tampaknya akan menang, sederhannya jika tebakanmu benar maka kartu itu akan berguna.

“…Tuh kan.”

Ketika entah bagaimana dia mengerti, Kei menghela nafas kecewa.

“Kartu milik Kiyotaka kalau tidak salah Cobaan, kan? Kartu itu memiliki efek yang hebat ketika kau menang, tapi sebaliknya jika kau kalah itu akan menjadi bencana, kan... Ah, tentu saja Aku tahu kalau Kiyotaka tidak akan ada masalah dengan itu. Aku ingin sekali punya kartu Dibagi Dua atau Ditiadakan.”

Untuk siswa seperti Kei, tidak mengherankan kalau kartu penyelamat lebih bermanfaat daripada kartu seperti kartu Cobaan.

“Kartu Ambil Keuntungan juga bukan berarti tanpa harapan. Ada banyak siswa yang berpikir bahwa kartu Dibagi Dua dan Ditiadakan itu tidak berguna. Untuk siswa seperti itu, kartu Ambil Keuntungan akan lebih berguna.”

Tidak seperti kartu Giliran Pertama dan Bonus, kartu ini tidak menarik bagi siswa yang percaya diri, tapi sebaliknya, kartu ini diincar oleh siswa dengan kemampuan menengah yang tidak berpikir mereka mampu menang. Selain itu, karena siswa dengan kemampuan menangah memiliki jumlah yang terbesar, mudah untuk menemukan mereka yang mau menukar kartunya dengan kartu ini. Akan tetapi, kartu Dibagi Dua juga banyak diinginkan oleh siswa dengan kemampuan menengah dan bawah. Tergantung pada siapa yang memilikinya, kartu yang tidak berharga bisa bersinar seperti kartu emas.

Kesimpulannya, nilai kartu tergantung pada siapa yang memilikinya dan situasi di mana mereka berada.

“Aku yang akan menyiapkan uangnya.”

“Ee, menyiapkan itu... Bagaimana caranya?”

“Meskipun Ada banyak cara untuk melakukannya, Aku juga bisa menjual kartu Cobaan untuk mendapatkan uang.”

“Tapi, itu berarti kau akan melepaskan kartu Cobaan... Apa tidak masalah?”

“Yang paling penting adalah menjagamu agar tidak dikeluarkan dari sekolah.”

“U-un... Te-terima kasih.”

Kei yang wajahnya memerah mengatakan itu.

Setelah itu, cerita bergeser ke liburan musim panas kami menjadi bersemangat dengan sendirinya, tidak ada perkembangan baru yang terjadi.

 

Credit

Youzitsu LN 2nd Year Vol 2 Chapter 3 terjemahan Indonesia oleh Luckser Rayne
Related Posts

Related Posts

Post a Comment