-->
olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 2 Chapter 3 Part 4 Indonesia

Musim Panas Hampir Tiba, Pertanda Pertarungan Sengit

 

4

 

Dalam perjalanan dari koridor ke pintu masuk.

“Yo!”

Orang yang menyapa ku ketika Aku melihat layar hitam sebelum ponsel ku dihidupkan adalah siswa Kelas B tahun kedua, Ishizaki Daichi. Dia memiliki senyum lebar di wajahnya. Apa dia mendapatkan suatu kabar baik?

“Aku menghubungimu melalui ponselmu, tapi tidak ada jawaban, jadi Aku langsung mendatangimu.

“Maaf tentang itu, ponsel ku baru saja kehabisan baterai.”

“Lupakan saja. Bisa tolong beri Aku sedikit waktu?”

“Apakah itu semacam intimidasi untuk ku?”

“Apa itu, itu lelucon yang menarik. Apakah orang yang bisa mengintimidasimu benar-benar ada di sekolah ini?”

Ishizaki menanggapi leluconku dengan leluconnya sendiri.

“Apa kau ada urusan setelah ini?”

“Tidak, Aku baru saja akan pulang.”

“Sungguh? Kalau begitu tidak ada masalah, ayo ikut denganku.”

Dengan senyum yang tidak memberi Aku kesempatan untuk berbicara, Ishizaki memberi isyarat dengan tangannya dan melangkah maju.

Jika Aku menyaksikannya seperti ini, Aku akan kehilangan jejaknya dalam sekejap mata.

Jika dia membuat keributan dengan berbicara buruk di sini, itu hanya akan menarik perhatian semua orang.

Aku punya waktu, jadi Aku memutuskan untuk mengikuti Ishizaki dari belakang.

Tapi ketika Aku berbalik, sebuah dinding besar yang seharusnya tidak ada di sini tiba-tiba muncul di depan mata ku.

Tidak, itu bukan dinding. Itu adalah teman sekelas Ishizaki, Yamada Albert.

Dia mengenakan kacamata hitam, dan dia meletakkan tangan kanannya, yang terasa mengintimidasi di bahuku.

“Hey.”

“...Hey.”

Aku tidak begitu mengerti situasinya, jadi Aku hanya menjawabnya dengan kata-kata yang sama, tapi apa yang sebenarnya terjadi?

Intimidasi yang Aku pikir hanya lelucon sebenarnya memiliki sentuhan realitas di dalamnya.

“Selamat siang, Ayanokouji-kun.”

Di sebelah tubuh besar Albert yang seperti dinding itu, ada juga sosok Hiyori muncul.

“Ini kombinasi yang tidak biasa.”

“Mungkin begitu.”

Aku pikir Ryuuen juga akan ada di sini, tapi sepertinya tidak demikian.

Ini bukan tempat yang tepat, ayo kita pindah.”

“Pindah? Ke mana?”

“Hmm, kemana ya... Aku belum benar-benar memikirkan itu.”

Ishizaki mengusap jari telunjuk kirinya di bawah hidungnya, tertawa sedikit malu-malu.

“Aku punya firasat buruk tentang ini, jadi bisakah kau membiarkanku pergi?”

Aku merasa bahwa perkembangan di sini tidak akan ada gunanya, jadi Aku meminta untuk pergi.

Emangnya kenapa, bukankah kau bebas sekarang? Kami tidak akan membiarkanmu pergi.”

“Tidak akan membiarkanku pergi... apa maksudnya?”

Albert, yang berdiri di belakangku, meraihku dengan kekuatannya yang luar biasa, dan menguncuki dengan kuat. Lalu, Hiyori juga menarik lenganku ke dirinya sendiri. Bersama-sama mereka berdua menangkap ku.

“Maaf Ayanokouji-kun. Tapi kami tidak bisa membiarkanmu melarikan diri.”

“Hah…?”

Pada akhirnya, ini bisa disebut sebagai intimidasi.

...Bisakah lelucon ini segera dihentikan.

Ngomong-ngomong, sepertinya ketiga orang ini akan membawaku pergi dari sini.

“Kita sangat mencolok di sini, jadi ayo kita pindah Ishizaki-kun?”

“Itu benar. Jadi, ke mana?”

“Hmm, kemana ya... bagaimana kalau ke kamar Ishizaki-kun?”

Saran dari Hiyori dengan santai.

“Eh? Ka-kamar ku? I-itu sih...! Tidak, tidak mungkin!”

Ketika Ishizaki mendengar bahwa kamarnya menjadi tujuan akhir, dia menolak seolah-olah dia panik.

“Emang ada apa? Apa ada ketidaknyamanan?”

“Itu, itu karena, ada berbagai alasan. Bahkan jika kau tiba-tiba bertanya kepadaku...”

“Kami tidak keberatan kok jika kamarmu agak berantakan. Iya kan?”

Albert, yang dimintai persetujuannya, menggelengkan wajahnya.

...Bukankah dia mengerti bahasa Jepang?

Aku yakin dia memerlukannya untuk mengikuti ujian dan pelajaran, tapi Aku ingin sekali mendengarnya berbicara bahasa Jepang.

“Ya, ya. Tidak hanya sedikit, itu sangat berantakan! Tidak ada tempat untuk meletakkan kakimu! Yah, Sayang sekali!”

“Jangan khawatir. Jika kau membutuhkannya, Aku akan membantumu membersihkannya.”

“Tidak tidak tidak! Aku tidak bisa membiarkan seorang gadis membersihkan tisu dan itu!”

Tanpa sadar dia mengatakan hal-hal yang berantakan.

“Tisu... ya? Ada apa masalah dengan itu?”

Hiyori bingung dan bertanya-tanya tentang apa ada yang salah dengan semua itu.

“Pokoknya jangan ke kamarku! Ya, itu benar, ayo kita pergi ke kamar Albert!”

Ishizaki mengubah topik pembicaraan dengan panik.

“Benar, ke kamar Albert saja? Ya? Ya!”

Ishizaki menyarankan itu, seolah dia melarikan diri dari sesuatu.

“OK.”

Sudah ku duga dia mengerti bahasa Jepang, Albert menunjukkan persetujuannya dengan tanggapan singkat.

Albert mulai bergerak sambil mendekapku.

“Tapi... Apakah Aku akan dibawa seperti ini?”

“Tidak apa-apa. Yamada-kun itu sangat kuat.”

Tidak, bukan itu masalahnya.

Sebaliknya, Aku pikir ini akan terlihat sangat mencolok, tapi...

“Tidak masalah. Di satu sisi, ini juga semacam permohonan.”

Setelah mengatakan itu, Hiyori tersenyum lembut seperti biasa, dan mulai berjalan seperti seorang pemimpin.

“O~oh Aku mengerti, seperti yang diharapkan dari Shiina! Ide bagus, ide bagus!”

Apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan dengan membawaku pergi.

Dengan mengingat pertanyaan itu, Aku dibawa ke asrama.



 Credit

Youzitsu LN 2nd Year Vol 2 Chapter 3 terjemahan Indonesia oleh Luckser Rayne

Related Posts

Related Posts

Post a Comment