-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Tensei Shitara Slime Datta Ken Volume 18 Prolog


Prolog: Kunjungan Rahasia


Sekitar waktu ketika Rimuru dan yang lainnya bertempur sengit melawan Rudra.

Di sini, ada tamu tak diundang di lokasi kerajaan binatang Eurazania.

Sebuah bangunan besar bernama [Sky Castle] sedang dalam proses pembangunan oleh berbagai macam iblis.

Saat Kekaisaran Timur mulai menyerang hutan besar Jura, Geld, yang bertanggung jawab atas komando keseluruhan, meninggalkan lokasi konstruksi. Pekerjaan ini dihentikan karena itu, tetapi pekerjaan yang dilakukan hanya oleh orang-orang yang tersisa itu dilakukan seperti biasa.

Orang yang datang ke tempat tersebut adalah Obera, yang merupakan salah satu pilar dari [Tujuh Malaikat Utama].


Lantai atas [Sky Castle].

Milim dan Obera saling berhadapan di Ruang Langit, yang berfungsi sebagai kantor pertama sementara mereka.

Selain keduanya, hanya ada Middray di belakang Milim. Yang lainnya telah dievakuasi dari tempat ini karena mereka tidak bisa bertarung bahkan jika mereka ada di sana.

Milim mengirim Carrion dan Frey keluar, tetapi dia tidak berpartisipasi dalam perang. Ada beberapa alasan untuk ini, tetapi yang paling penting adalah pertahanan negaranya.

Ketika Milim mempertimbangkan dari sudut pandang Kekaisaran, dia tidak dapat menyangkal kemungkinan penyerbuan melalui rute wilayah yang dikuasai oleh Milim.

Juga, jika dia mengambil inisiatif untuk bergabung dalam perang, dia harus berurusan dengan manusia. Bukan niatnya untuk melakukan itu, sehingga Milim memilih untuk tetap tinggal.

Dan tampaknya itu hal yang benar untuk dilakukan.

“Apa yang kau mau dariku?”

Milim bertanya pada orang yang tidak dikenal yang datang ke negara ini.

Middray, mungkin karena kepercayaan mutlaknya pada Milim, hanya diam sementara menunggu dan melihat apa yang akan terjadi. Dia sedang menunggu jawaban Obera atas pertanyaan Milim, untuk melihat bagaimana dia akan menanggapinya.

Dan kemudian Obera yang dimaksud.

Dia menonaktifkan aura yang melindungi seluruh tubuhnya dan berlutut di depan Milim.

“Senang bertemu denganmu. Putri Naga Milim. Nama saya Obera. Saya adalah [Tiga Laksamana], dan utusan setia [Naga Bintang], Veldanava-sama.”

[Tln: Tiga Laksamana ini si Zalario, Cornu, dan Obera]

Obera yang mengatakan ini adalah wanita cantik dengan rambut hitam yang beriak seperti langit malam. Matanya, yang bersinar seperti bintang, juga indah dan memiliki pesona yang memukau orang yang melihatnya.

Milim sangat senang dengan kemungkinan pertarungan, tetapi dikecewakan oleh sikap Obera yang tidak terduga.

“Unh?”

Saat dia sedang bingung, ada tanda bahwa Obera tersenyum.

“Tidak heran engkau tidak tahu. Saat Anda lahir, saya sedang dalam misi di dunia lain.”

Obera memberi tahu Milim bahwa dia menyesal atas keterlambatan menemuinya.

Apa maksudnya ini? Milim bertanya-tanya.

“Kekuatanmu cukup besar, tapi apakah kau berniat untuk melawanku?”

“Tidak sama sekali.”

“Fumu. Jadi, kau datang untuk apa?”

“Saya ingin mengucapkan salam dan memberi peringatan.”

[Tln: 忠告 = chuukoku, bisa berarti saran atau peringatan]

Kemudian Obera mendongak dan menatap Milim dengan ekspresi tegang di wajahnya.



Percakapan dilanjutkan setelah pindah ke ruang pertemuan sementara.

Obera memulai dengan memperkenalkan dirinya sekali lagi, dan kemudian menjelaskan secara detail tentang apa yang terjadi sekarang ini.

Ketika Milim mendengar bahwa bibinya, [Scorch Dragon] Velgrynd, telah jatuh ke tangan Feldway, dia ingin segera pergi untuk menyelamatkan Rimuru, tetapi Obera mengingatkannya bahwa sudah terlambat untuk melakukan apa pun pada saat ini.

“Apa kau bilang? Jika terus begini, sahabatku Rimuru...”

“Sudah terlambat untuk itu sekarang.”

Mendengar jawabannya, Milim menjadi geram.

“Lalu kenapa kau tidak datang lebih awal?”

“Saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu.”

Bahkan di hadapan Milim yang marah, Obera menundukkan kepalanya tanpa membuat alasan.

Posisi Obera adalah sebagai bawahan Feldway, sang [Phantom King].

Saat ini, dia diperintahkan untuk mempertahankan [Istana Phantom], dan pergi menemui Milim merupakan pelanggaran serius atas perintahnya.

Dia seharusnya menjelaskannya, tetapi Obera hanya malu pada dirinya sendiri karena tidak memenuhi harapan Milim. Melihat sikapnya, Milim tidak punya pilihan selain menenangkan amarahnya.

“Sepertinya aku terlalu berlebihan. Aku berterima-kasih karena telah memberitahuku.”

“Kata-kata Anda sendiri sudah memuaskan.”

Saat dia terus menundukkan kepalanya dengan hormat, Obera tidak menunjukkan tanda-tanda dia berbohong.

Milim bisa melihat niat seseorang.

Melihat sikap Obera, Milim percaya bahwa dia bertindak dengan sungguh-sungguh.

“Rimuru adalah orang yang berhati-hati, terlepas dari penampilannya. Dia percaya bahwa apa pun yang terjadi, dia akan berhasil. Itu benar, aku percaya pada Rimuru.”

“Iya”

“Jika kau mengatakan kau bukan musuhku, aku tidak akan membiarkanmu mengganggu Rimuru.”

“Saya mengerti——itulah yang ingin saya katakan, tapi saya tidak bisa bergerak secara terbuka. Saya pikir itu masih merupakan ide yang bagus untuk bertindak dengan kepercayaan dari Feldway, tapi bagaimana menurut Anda?”

Obera mengatakan dia akan mematuhi perintah dari Feldway. Tetapi jika Milim mau, dia siap membelot dari Feldway pada saat ini.

Rambutnya hitam seperti langit malam, dan matanya bersinar seperti bintang di langit.

“Fumu. Aku tidak bisa merasakan kebohongan dari kata-katamu.”

“Sesuai katamu, nona. Semuanya benar, dan saya bersungguh-sungguh.”

“Kalau begitu, aku ingin bertanya, apa tujuanmu?”

Ketika Milim menanyakan itu, Obera mulai berbicara tanpa ragu.

“Feldway tampaknya merencanakan kebangkitan Veldanava-sama, tapi saya menganggap tindakan itu tidak sopan. Ayah Anda, Tuhan, akan bangkit tanpa bantuan dari siapa pun. Dan fakta bahwa dia tidak bangkit dengan mudah pasti karena ada maksudnya. Sangat, sangat sulit bagi saya untuk memahami kehendak Tuhan...”

Dengan kata lain, Obera percaya bahwa alih-alih mencoba menghidupkan kembali Veldanava, putrinya, Milim, harus dimahkotai sebagai Tuhan.

“Kau pikir kau ingin berada di pihakku?”

“Saya tidak memiliki pikiran sombong dalam tubuh kecil saya. Saya ingin menjadi alat untuk Anda. Saya tidak menginnginkan apapun dari Anda, dan itu memberi saya kesenangan terbesar untuk melayani Anda, maka tolong perintahkan saya.”

Semuanya sesuai keinginan Milim. Niat sebenarnya Obera adalah itu.

Milim mengerti ini, tapi dia juga bingung dengan tekad Obera.

“Jadi, kenapa kau bersedia mengkhianati Feldway?”

“Ufufu, itu perbedaan pendapat. Agaknya Feldway yang melanggar kehendak Veldanava-sama.”

Obera menegaskan.

Nada suaranya tanpa ragu-ragu adalah bukti bahwa dia serius.

“Saya yakin bahwa kehendak Veldanava-sama terletak pada kebahagiaan Anda, putrinya. Saya yakin akan hal ini, dan karena itu saya tidak memiliki belas kasihan bagi mereka yang akan menyakiti Anda.”

Berarti, ini cerita sebelum pengkhianatan atau semacamnya.

Dari sudut pandang Obera, yang merasa tindakan Feldway berbahaya bagi Milim, dia hanyalah musuh, bahkan jika dia adalah  seorang rekan kerja.

Namun, Obera pintar.

Dia memiliki kebijaksanaan untuk menyerahkan segalanya kepada Milim, daripada bertindak atas inisiatifnya sendiri. Dia sangat berhati-hati untuk tidak membiarkan tindakannya menghalangi tindakan Milim.

Itulah mengapa dia menemui Milim walaupun dalam risiko.

Jika Milim ingin melakukan sesuatu, dia tidak akan melakukan apa-apa untuk menghalanginya, dan sebaliknya, jika diperintahkan, dia akan mencabut taringnya tidak peduli siapa lawannya. Itulah inti dari [Tiga Laksamana] Obera.

Milim tidak buta akan hal itu.

“Baiklah, kalau begitu aku percaya padamu dan aku akan menambahkanmu ke bawahanku. Middray, tidak apa-apa kan?”

“Tentu saja, Milim-sama. Saya rasa saya tidak punya rasa keberatan.”

“Umu! Kalau begitu Obera, kau adalah rekanku mulai hari ini. Mereka tidak ada sekarang, tapi aku akan memperkenalkanmu pada Carrion dan Frey saat perang selesai!”

“Terima kasih.”

“Wahahaha! Sekarang, dengan Middray di puncak, aku memiliki Empat Raja Surgawi. Aku harus menyombongkan diri kepada Rimuru!”

Begitu diputuskan bahwa Obera akan menjadi salah satu dari mereka, Milim tertawa riang. Dia juga memutuskan untuk memanggil anak buahnya sendiri itu untuk bersaing dengan Empat Raja Surgawi Rimuru, yang diam-diam dia iri.

Seandainya Frey ada di sini, idenya pasti akan ditolak. Untungnya bagi Milim, bagaimanapun, hanya ada Middray di sini.

“Saya yang pertama! Yah, tentu saja. Saya satu-satunya yang paling tahu tentang Milim-sama!”

Jika Middray, yang merupakan orang terpenting di dunia bagi Milim, akan diberi gelar yang pertama dari Empat Raja Surgawi, tidak mungkin dia akan menentang Milim. Faktanya, dia sangat senang dan setuju.

Dengan ini, lahirlah Empat Raja Surgawi (versi Milim.)



Obera tiba-tiba diangkat sebagai Empat Raja Surgawi(versi Milim), namun dia menerima tanpa menunjukkan gerakan apapun.

Kata-kata Milim adalah kehendak Tuhan.

Obera mengutamakan Milim dalam segala hal.

Tapi, masalah yang mengganggu muncul di sini.

“Nah, sekarang setelah ini. Apa yang harus dilakukan dengan Obera, itulah pertanyaannya. Pada saat seperti inilah aku ingin berkonsultasi dengan Rimuru. ....”

“Umu, ini pasti masalah yang sulit. Haruskah saya tetap di sini seperti ini, atau haruskah saya aktif sebagai mata-mata saat di kamp musuh?”

Bagaimanapun, ada pro dan kontra.

Faktanya, Milim harus memikirkannya dengan cermat dan ingin mendengar pendapat Carrion dan Frey. Dan jika memungkinkan, dia juga ingin berkonsultasi dengan Rimuru.

Namun sayangnya, hanya Milim dan Middray saja yang ada di sini.

“Apa yang ingin kau lakukan?”

Middray tidak bagus dengan otaknya, jadi tidak cocok untuk teman berkonsultasi. Milim tahu betul ini, jadi dia langsung menanyakan pertanyaan kepada Obera tanpa mengandalkannya(Middray).

Kemudian, Obera menjawab tanpa ragu-ragu.

“Bagi saya, saya ingin kembali ke [Istana Phantom] sekali. Karena sulit untuk muncul di sini, saya perlu memaksakan diri untuk kesini. Karena itulah. Dan juga——”

Adapun peran Obera, dia ditugaskan untuk menangani para Cryptid di Dunia Lain. Lebih tepatnya, misi utamanya adalah memantau pergerakan [Naga Penghancur Dunia], Ivaraj.

Tugas utama Cornu adalah menyerang dimensi lain, dan tugas utama Zalario adalah berurusan dengan Insector.

Dengan persetujuan antara Phantom King Feldway dan Raja Insector Zelanus, Zalario dapat bergerak dengan bebas. Namun, sulit untuk berkomunikasi dengan Ivaraj, dan tubuh Obera tetap terkekang.

“Zelanus, raja serangga, dan Ivaraj, naga penghancur dunia? Mereka terdengar sangat kuat!”

“Ya. Selain Zelanus, Ivaraj sangat merepotkan. Sebut saja niat jahat yang menghancurkan dunia, dan tidak mungkin untuk hidup berdampingan dengannya. Itu diizinkan untuk ada atas kehendak Veldanava-sama, tapi saya pikir itu harus dicegah dengan tegas untuk dilepaskan dari [segel dunia lain].”

Jika dia tetap di sini, dia tidak akan bisa terus mengawasi Ivaraj. Obera ingin mengawasi Ivaraj sampai akhir agar dia tidak mempengaruhi rencana Feldway.

“Begitu ya. Kalau begitu, kurasa kau harus terus mengawasinya.”

“Ya.”

“Tapi, aku penasaran, apa yang akan dilakukan Feldway dengan Ivaraj?”

“Hmm, saya juga penasaran.”

Karena tidak mengetahui rencana Feldway, keraguan mereka wajar saja.

Obera kemudian mengungkapkan informasi sebanyak yang dia tahu.

“Feldway, dia telah ditugaskan oleh Veldanava-sama untuk mengawasi Ivaraj. Namun, dia berniat untuk meninggalkan misi itu dan memprioritaskan kebangkitan Veldanava-sama. Mereka saat ini sedang dalam proses memperluas Gerbang Dunia Bawah, dan secepatnya setelah selesai, mereka berencana untuk menyerang dengan seluruh phantom dan serangga iblis insector ke dunia ini.”

“Perluasan Gerbang Dunia Bawah adalah rencana yang telah lama direncanakan.”

“Ya.”

“Tapi apa yang akan kau lakukan setelah itu? Jika kau tidak menutup gerbang yang terbuka, bahkan mungkin Ivaraj akan dibebaskan?”

“Itu mungkin, tentu saja, jadi saya memberi tahu Feldway, tapi dia sama sekali tidak peduli. Saya sama sekali tidak tahu apa yang dia pikirkan.”

“Uh-huh.”

“Feldway gila. Tidak mengherankan jika dia berpikir tidak apa-apa bagi dunia untuk dihancurkan selama Veldanava-sama dibangkitkan.”

Feldway membenci dunia yang mengambil Veldanava darinya. Dia bermaksud untuk membuat ulang dunia, hanya menyisakan yang telah dia pilih. Jika Ivaraj menghancurkan dunia, itu mungkin yang terbaik menurutnya.

“Dengan kata lain, pada saat itu, kita akan mendapat masalah, bukan?”

“Ini cerita yang sangat menjengkelkan. Sepertinya Zelanus dan yang lainnya merepotkan, dan seharusnya disegel di dunia lain sebagaimana mestinya...”

Milim dan Middray merasa muak dan saling memandang.

Dia telah berjanji untuk bermain dengan Rimuru dan yang lainnya, tetapi ditunda karena perang. Selain itu, dengan adanya masalah ini, mood Milim sedang menurun.

“Jika ini terjadi, aku tidak punya pilihan selain mengalahkan Feldway.”

Milim membuat keputusan dengan sangat cepat.

“Begitu. Jadi, Milim-sama, saya, Middray, yang pertama dari Empat Raja Surgawi, ingin Anda memberi saya perintah untuk mengalahkan Feldway!”

Middray, yang tinggal untuk Milim, setuju tanpa berpikir.

“Umu! Dapat diandalkan, Middray. Aku akan berperang sebagai jendralmu. Kita akan menghancurkan ambisi Feldway dengan tangan kita sendiri!”

“Hahaha———! Saya sangat menantikannya, dan lenganku bergetar. Saya sangat menantikannya.”

Karena Frey tidak ada di sini, sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan mereka untuk menjadi liar. Tapi kemudian Obera angkat bicara.

“Mohon tunggu. Saya telah berbagi informasi dengan Feldway dan timnya sejak awal misi, dan tampaknya Kaisar Rudra bahkan telah merebut [Dragon Factor] Velgrynd. Tetapi pada saat-saat terakhir, Raja Iblis Rimuru ikut campur, dan keputusan pun ditunda.”

[Tln: kanjinya 竜の因子 artinya Dragon Factor kalau English, masih kurang yakin gw maksudnya]

Itu informasi yang cukup untuk membuat Milim tenang kembali.

“Dengan kata lain, apakah Rimuru aman?”

“Ya, nona. Misi sekarang sudah berakhir, dan Feldway telah mundur.”

“Mmm...... kalau begitu masih terlalu dini untuk bergerak sekarang.”

“Umu, seperti yang dikatakan Middray...”

Dengan momentum mereka terhenti, Middray dan Milim mendapatkan kembali ketenangan mereka.

Ada juga waktu luang sebelum Feldway memulai operasi berikutnya. Ini juga merupakan ide yang baik untuk bergerak untuk bertarung bersama Rimuru dan yang lainnya daripada bertindak secara paksa di sini.

Bagaimanapun, penting untuk mencocokkan informasi terlebih dahulu.

Bukannya Milim tidak mengerti itu.

“Kalau begitu Obera, kau akan terus mengawasi Feldway sampai kau mendapat perintah dariku.”

“Seperti yang Anda katakan.”

“Aku akan menghubungimu melalui panggilan sihir.”

“Saya mengerti.”

Milim dan Obera menyesuaikan panjang gelombang khusus yang hanya bekerja untuk mereka berdua. Dibutuhkan banyak kekuatan sihir untuk melintasi dimensi, tetapi dengan tingkat keahlian mereka, itu tidak akan menjadi masalah. Dengan ini, mereka mengamankan sarana komunikasi.


Setelah serangkaian percakapan seperti itu, kunjungan pun selesai.

“Kalau begitu. Saya akan undur diri dari sini.”

Setelah pamit, Obera kemudian pergi.

Milim dan Middray yang tersisa khawatir akan firasat konflik baru.


Diterjemahkan oleh : Ciel/Noir

Related Posts

Related Posts

1 comment