-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 4 Part 4


〇Pengepungan. Kouenji VS Grup Bebas


4


Setelah waktu yang singkat, para siswa tahun ketiga yang kelelahan berlutut di sekitar Kouenji dan terengah-engah.

Dia mematahkan semangat mereka dengan terus meniadakan serangan mereka tanpa mengepalkan tinjunya sama sekali.

“Hah, hah... sial, apa-apaan kau ini.... Kau benar-benar monster. Dan, bukankah lebih mudah untuk melepaskan diri dari kami beberapa saat yang lalu...”

Bahkan ketika Mikitani menjauh dengan takut, dia menyadari bahwa ada celah yang bisa diambil.

“Karena akan merepotkan untuk ditempel oleh kalian selamanya. Rasanya tidak enak jika daun-daun mati menghantam pipiku berulang kali.”

Kiriyama, yang mendengar itu, tidak panik dan menganalisa bahkan dalam situasi yang sulit ini.

“Begitu, ya. Memang benar Mikitani siap untuk mengejarmu selamanya. Jika kau bisa menunjukkan perbedaan kemampuan yang luar biasa seperti ini, semangatnya akan hancur. Tapi, itu adalah trik untuk menghancurkan hati lawan tanpa melawan balik, kau satu-satunya yang bisa memikirkannya dan melakukannya dengan kata-kata.”

Meski harus membuang hadiah urutan kedatangan untuk area yang ditunjuk, dia lebih memilih menyerang balik siswa tahun ketiga di sini.

Kiriyama dan yang lainnya tertangkap oleh Kouenji, yang memutuskan seperti itu.

“Apa kau baik-baik saja, Mikitani?”

“Y-Ya. Aku tidak terluka...”

Beberapa siswa jatuh atau terhempas ke tanah akibat ulah mereka sendiri, tapi sebagian besar tidak terluka. Paling-paling yang harus mereka lakukan adalah mengusap tangan mereka sendiri.

Dihadapan kekuatan yang luar biasa, dia bahkan tidak perlu mengepalkan tangan menunjukan yang perbedaannya.

“Kalau begitu, tidak ada yang keberatan kalau aku pergi, ‘kan?”

“Lakukan sesukamu, Kouenji.”

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Adieu~.”

Tak ada yang bisa menghentikannya lagi, Kouenji menghilang.

Setelah itu, Mikitani bergumam dengan semangat yang hancur.

“Apa-apaan orang itu. Apa dia benar-benar siswa SMA?”

“Akan selalu ada orang yang tidak sesuai dengan perhitungan. Seperti Nagumo.”

“Pada akhirnya, apa kita hanya bisa merangkak di tanah seperti ini selamanya?”

Dia memukul tanah dengan frustrasi atas kekecewaannya.

“Untuk di bodohi! Oleh Kohai aneh seperti itu! Sial! Sialan!”

“Pertempuran kita belum berakhir.”

Melihat ke arah Kouenji yang sudah menghilang, dan mengambil transceiver-nya.

“Kau, apa kau akan melaporkan kegagalanku ke Nagumo?”

“Apa gunanya melakukan itu? Aku adalah orang yang sudah diputuskan untuk menang.”

“I-Itu benar.”

“Jangan khawatir, Mikitani, sudah diasumsikan sejak awal bahwa Kouenji di luar standar. Tapi selalu ada kelemahan untuk lawan seperti apapun itu. Lebih baik terlalu besar daripada terlalu kecil, itulah artinya.”

Mikitani mengangguk dalam diam, entah bagaimana merasa bersyukur atas kata-kata Kiriyama.

Tapi di sisi lain, Kiriyama tak sedikit pun kesal karena sudah menduga hal ini akan terjadi sejak awal.

Sebuah strategi untuk memberi pukulan pada Kouenji, yang yakin telah menghilangkan pengganggu.

Meski diganggu oleh sejumlah besar orang, hampir tidak dirugikan. Akibatnya, Kouenji akan mendapat kesan yang kuat bahwa siswa tahun ketiga bukanlah masalah besar. Itulah tujuan Kiriyama.

Related Posts

Related Posts

2 comments