-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 4 Part 7


〇Pengepungan. Kouenji VS Grup Bebas


7


Lalu setelah tidur sebentar, aku mulai malakukan pencarian GPS pada pukul 06:00 pagi. Jika mereka memutuskan hari ini, seharusnya ada pergerakan yang tidak biasa terutama di antara para siswa tahun pertama, termasuk Housen.

"Posisi mereka———tidak ada yang berubah.”

Housen, satu-satunya dari table yang sama ada di posisi terdekat denganku, tapi selain itu, setiap orang berjarak lebih dari tiga kotak. Sepertinya belum ada pergerakan apa pun saat ini. Aku tidak berpikir mereka akan menyerang di tempat yang mencolok, jadi aku bisa berpikir bahwa itu aman selama Ishizaki dan yang lainnya ada di dekatku.

Hiyori, Ishizaki dan yang lain juga mulai bangun dan mulai mempersiapkan ujian pada hari ke-12 hari ini.

Saat semua orang sudah siap, kami mulai berjalan bersamaan.

“Dari pagi sudah mendaki ke sini ini melelahkan.”

Ishizaki, yang belum terbangun sepenuhnya, mengeluh.

“Mau bagaimana lagi. Jika kita tiba-tiba menginjak area yang ditunjuk, kita akan kehilangannya.”

Nishino membalas Ishizaki seperti itu.

Aku rasa mereka sudah berkomunikasi seperti ini selama lebih dari 10 hari.

Anggota lainnya fokus untuk berjalan, seolah-olah mendengarkan.

“Ayanokouji-kun, apakah kamu merasa kesepian selama ujian?”

Hiyori yang berjalan di sampingku, bertanya begitu.

“Tidak terlalu. Sebaliknya, aku merasa lebih nyaman.”

“Aku... Aku akan merasa sedikit kesepian atau takut.”

“Takut, ya. Rasanya aku tak bisa membayangkan Hiyori yang ketakutan.”

Aku memiliki gambaran dia tidak peka terhadap topik seperti itu karena dia selalu acuh tak acuh.

Bahkan jika fenomena psikis terjadi, dia sepertinya akan bertepuk tangan sambil berkata, [itu luar biasa].

(Tln: [Sugoidesu ne~])

“Begini saja aku masih sangat takut loh. Karena itulah sejujurnya aku terkesan karena Ayanokouji-kun itu luar biasa.”

(Tln: bener kan kata Kiyo)

“Bukankah Horikita dan Ibuki lebih baik dariku?”

Semakin lama perjuangan melawan kesepian, semakin lemah kondisi mentalmu, dan kau akan semakin memikirkan hal-hal yang tidak perlu kau pikirkan.

Suara angin dan suara goyangan pepohonan mulai terasa seperti sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

“Benar juga... seorang gadis hidup di pulau tak berpenghuni sendirian... aku tidak akan sanggup.”

Membayangkannya, Hiyori memiliki ekspresi yang sedikit ketakutan di wajahnya.

Aku bisa melihat sisi yang langka darinya, mungkin hanya di ujian di pulau tak berpenghuni.

“Hei, kalian ternyata sangat dekat, ya.”

Ishizaki yang berjalan di depan sebelum kusadari, melihat ke belakang untuk melihat kami dan berkata begitu.

“Kau ini, ya ampun, jangan menguping dan ikut campur.”

Nishino langsung mencengkeram lehernya, tapi Ishizaki melanjutkan.

“Mending kalian pacaran saja sekalian! Setelah itu datanglah ke kelas kami? Ya?”

“Itu terlalu banyak lompatan!”

Tinju yang kuat diayunkan dari Nishino, dan Ishizaki memegangi kepalanya dan menjerit.

“Lucu sekali, ya, Ishizaki-kun itu.”

Sambil tertawa fufufu, Hiyori menjawab tanpa terlihat terganggu.

Yah, akan sulit jika dia benar-benar menerima perkataan Ishizaki satu per satu.

Aku juga akan menganggapnya sebagai angin lewat.

“Sakit tahu. Tidakkah kau pikir perlu membawa Ayanokouji menjadi teman kita?”

“Sama sekali tidak. Kau sendiri, bukannya terlalu terobsesi dengan Ayanokouji-kun.”

Bagi Nishino dan yang lainnya yang tidak mengetahui detailnya, perilakunya itu lebih aneh.

Hanya karena mendapatkan nilai sempurna dalam ujian, tidak heran jika itu terlihat seperti permintaan yang berlebihan.

“Soal itu yah, gimana bilangnya? ...Kami bergaul dengan baik, ya bergaul.”

(Tln: hachou no au=to think alike, to get along, aku terjemahin bergaul)

“Bergaul katamu. Aku rasa tidak ada orang yang bergaul dengan baik denganmu.”

Dihadapkan balasan keras Nishino, Ishizaki tidak sanggup dan mengirimkan tatapan meminta bantuan.

“Itu tidak benar. Ishizaki-kun begini-begini orangnya kek gitu.”

(Tln: Hiyori bilang ‘Are’)

Hiyori yang diminta bantuan mengatakan itu, tapi semua orang memiringkan kepalanya bersamaan.

“Gitu, maksudnya?”

“Gitu, ya gitu. Aku tidak bisa menjawab lebih dari itu.”

“...B-Begitu, ya. Untuk saat ini bukankah itu bagus, kamu mendapat pujian dari Shiina-san.”

“O-Ou! Aku tidak begitu mengerti apa yang dimaksud, tapi menurutku tidak buruk untuk dipuji!”

Aku pikir mungkin dia hanya tidak bisa memikirkannya secara spesifik.

Aku tidak bisa mengatakan hal yang begitu kejam, dan aku mendengarkannya dalam diam.

Setelah itu, area yang ditunjuk pertama kali yang diumumkan pada pukul 07:00 pagi adalah H10.

Hiyori dan yang lainnya tampaknya berada di area yang ditunjuk berbeda yaitu J9, jadi sepertinya kami tidak akan bersaing.

Aku tidak suka bersaing dengan tahun ajaran yang sama, jadi aku bersyukur.

“Kita berpisah di sini Ayanokouji. Sampai ketemu lagi, ya.”

“Ya. Ujian tinggal sebentar lagi, jadi lakukanlah yang terbaik dan jangan sampai lengah.”

Ishizaki meminta sentuhan, jadi setelah kuterima, kami mulai mengambil jalan yang berbeda satu sama lain.

Setelah berjalan sebentar, aku merasa seperti mendengar suara dari belakang.

Aku melihat ke belakang, Ishizaki dan Hiyori melambaikan tangan ke arahku.

Aku juga melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan dan memutuskan untuk menuju ke H10.

Pada hari ini, dengan menyesal aku mengulangi pencarian GPS setiap satu jam, tapi aku tidak melihat perubahan apa pun pada pergerakan siswa tahun pertama, dan saat itu pukul 17:00 sore.

Informasi yang dibawakan Nanase sampai harus mengambil risiko tentang penyerangan pada hari ke-12 adalah meleset. Amasawa yang mengetahui pengkhianatan Nanase, menunjukkan kebocoran informasi, ataukah itu dimaksudkan untuk dilakukan hari ini, tapi ditunda atau dibatalkan karena suatu kecelakaan?

Bagaimanapun, aku tidak boleh lengah pada hari ke-13 besok dan terakhir. Pergerakan dasar ke-3 dan ke-4 hari ini aku dipaksa dua kali pengabaian karena pengaruh area acak.

Peringkatku tidak turun terlalu banyak, tapi pencarian itu bergema dan membuat ku kembali ke peringkat 16.

Besok, apapun yang terjadi aku harus menginjak area yang ditunjuk.

Related Posts

Related Posts

1 comment