-->
olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4 Chapter 6 Part 2


〇Seorang Pria Bernama Tsukishiro


2


Ada daerah berbatu di dekat perbatasan antara I2 dan I3, dan ada semak-semak yang lebih tinggi dari lutut di dekatnya.

“Jadi akan di lakukan di sekitar sini?”

Aku menurunkan ransel yang kubawa dan menyembunyikannya di semak-semak.

Selama aku tidak tahu apa yang menungguku dari sini, barang bawaan di punggungku hanya akan jadi penghalang. Aku memutuskan untuk meninggalkan semuanya termasuk tablet. Jika aku kembali ke pantai, aku akan dapat kembali ke tempat berbatu ini tanpa ragu-ragu.

Ichinose berkata bahwa ini adalah tempat di mana Tsukishiro bersiap untuk menguburkanku, ya.

Mungkin grup di table yang sama sepertiku diperlihatkan area yang ditunjuk yang sama sekali berbeda. Aku tidak ingin kehilangan satu poin dengan melakukan pencarian sekarang hanya untuk memastikan.

Mengetahui bahwa Ichinose terlibat di dalamnya, pilihan untuk tidak pergi sebaliknya telah hilang. Jika aku memilih untuk tidak pergi di sini, Tsukishiro tanpa ampun akan menghukum kelas Ichinose. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa hukuman yang akan dia berikan sebagai balasan.

Setelah persiapan selesai, tibalah saatnya aku mulai berjalan menuju I2.

“Yo, Ayanokouji. Sungguh kebetulan.”

Nagumo membawa tablet menatapku dengan mata seperti melihat sesuatu yang menarik.

Mengingat situasiku, tidak wajar bagi siapa pun untuk berada di area ini.

Jangan-jangan, apa pria ini terlibat dalam kasus Tsukishiro selain hadiah uang?

Tidak, gelar ketua OSIS tidak terlalu berarti bagi Tsukishiro.

Sepertinya kemunculannya di sini tidak perlu dikaitkan dengan masalah tersebut, tapi aku perlu tetap waspada.

“Kenapa Ketua OSIS Nagumo ada di tempat seperti ini?”

Bahkan jika dia melihat sekeliling dengan santai, tidak ada siswa di sekitarnya yang terlihat seperti anggota grup Nagumo.

“Tenang saja. Hanya kamu dan aku yang ada di sini.”

Mungkin dia sudah menggunakan pencarian GPS, Nagumo mengatakannya untuk menghilangkan kewaspadaanku.

“Tidak ada tugas di dekat sini, kemana tujuanmu?”

Arah kemunculan Nagumo adalah tenggara.

“Aku sedang bermain di pantai berpasir I4. Karena kehidupanku di pulau tak berpenghuni akan berakhir.”

Di hari terakhir, hampir semua siswa bejuang dan mengumpulkan poin, dan mereka bermain di pantai.

“Apa ini yang disebut ketenangan seorang raja?”

Nagumo tertawa tanpa menjawab pertanyaan itu.

“Tapi, aku akan mengembalikan pertanyaanmu tadi padamu, Ayanokouji. Untuk apa kamu datang ke tempat seperti ini di mana tidak ada area yang ditunjuk atau tugas? Apa untuk bertemu dengan Honami?”

Tidak mengherankan jika namanya muncul di sini. Bahkan jika dia tidak melihat Ichinose secara langsung, akan terlihat jelas bahwa kami berada dalam posisi dekat jika dia melakukan pencarian GPS.

“Jika benar begitu, apa itu masalah?”

“Tidak? Ada banyak hal yang harus dikatakan jika kalian masih bersama, tapi kau sendirian di sini sekarang. Dengan kata lain, kau memiliki tujuan lain. Ada apa di I2 sana?”

Ketika aku memutuskan untuk mengabaikan pertanyaan itu, Nagumo mengubah pertanyaan untuk melanjutkan.

“Bukankah ujian di pulau tak berpenghuni sudah berakhir? Aku hanya ingin berbicara denganmu sekali. Karena tidak banyak situasi di sekolah di mana kau dan aku, ketua OSIS, dapat berbicara satu sama lain.”

“Memang sih.”

Aku hanyalah seorang siswa yang tidak mencolok.

Di sisi lain, dia adalah ketua OSIS yang bisa membungkam anak kecil yang sedang menangis, dan kami tidak sebanding.

Tapi aku tidak berpikir dia datang sejauh ini hanya untuk berbasa-basi.

“Sepertinya kau tahu kalau siswa tahun pertama akan menyerangku, ya.”

“Spekulasimu sepertinya tidak buruk.”

Ini tentang hadiah 20 juta poin akan didapat jika ada yang bisa mengeluarkanku.

Meskipun Tsukishiro adalah pemimpinnya, fakta yang tidak dapat disangkal bahwa Nagumo terlibat.

Jika itu adalah pria seperti Nagumo, tidak aneh untuk mengamati situasi ku dengan pencarian GPS kapan pun itu.

Jika dia melihat gerakanku dan siswa tahun pertama kemarin, serangan itu akan terlihat jelas.

Nagumo bisa melihat gambaran keseluruhan dari ujian khusus ini sebaik aku, tidak bahkan lebih dariku.

Alasan kenapa dia muncul tanpa kesulitan di tempat ini adalah karena dia mengetahui gerakanku.

“Jangan berpikiran buruk tentangku karena hadiah uang itu? Sejak awal itu bukan ideku.”

“Direktur Pengganti Tsukishiro, ‘kan?”

“Kalau kau sudah tahu sejauh itu, mudah untuk menjelaskannya. Semua uang berasal dari Direktur Pengganti. Aku hanya meminjamkan namaku sebagai ketua OSIS.”

Terlepas dari apakah dia mau atau tidak, jika ada instruksi dari Direktur Pengganti, bahkan Nagumo tidak akan bisa melawannya.

“Jika itu adalah perintah dari Direktur Pengganti, aku bisa mengerti kenapa kau menerimanya. Tapi jika itu adalah ketua OSIS Nagumo yang kukenal, aku pikir kau akan menolak ide semacam itu.”

“Ketika hadiah uang dibicarakan, jika itu adalah siswa selain kamu, aku tidak akan menerimanya. Tapi, kaulah yang ditunjuk bukan orang lain. Satu-satunya pria yang diakui oleh Horikita-senpai.”

Sudah kuduga, Nagumo melihat Horikita Manabu di belakangku melalui diriku.

“Jawab aku, Ayanokouji. Apa yang mau kamu lakukan setelah ini?”

Mudah untuk mengatakan [tidak usah dipikirkan karena aku adalah keberadaan yang tidak berharga].

Tapi Nagumo tidak akan menerima itu.

Selama aku tidak tahu apa yang akan terjadi, aku ingin menghargai waktu.

“Ini tidak ada hubungannya dengan ketua OSIS Nagumo. Bukankah seharusnya kau berkonsentrasi pada ujian khusus terakhir tanpa perlu menghiraukan ku? Selisih skormu dengan Kouenji seharusnya tipis. Jika kau tidak kembali, kalian tidak akan bisa mendapatkan hadiah urutan kedatangan. Kau juga akan terus melewatkan beberapa tugas.”

Artinya dia membiarkan kemungkinan untuk di susul.

“Jangan khawatir. Di hari terakhir ini, aku benar-benar menghentikan Kouenji.”

Mengatakan itu, Nagumo mengeluarkan transceiver dari saku belakangnya.

Apa itu artinya sudah cukup dengan memberi instruksi bahkan jika dia terpisah dari grupnya?

“Aku bertanya-tanya apa yang akan kau lakukan, tapi jika kau tidak bisa menjawabnya, akan ku ubah pertanyaannya. Tunjukkan padaku seperti apa kemampuan satu-satunya orang yang diakui oleh Horikita-senpai. Itu artinya keseriusanmu.”

Apakah itu alasan terbesar dia datang sejauh ini?

“Jangan bilang, itu artinya aku harus bertarung dengan ketua OSIS di sini?”

“Aku tidak membenci perkelahian, tapi aku lebih suka pertarungan yang lebih layak. Bahkan setelah ujian di pulau tak berpenghuni ini selesai, aku masih memiliki kesempatan untuk bertarung dengan tahun ajaran lain, jadi aku ingin kau jadi lawanku.”

Apakah ini penunjukan langsung dari ketua OSIS?

“Kau seharusnya mengerti bahkan di ujian pulau tak berpenghuni kali ini? Aku dan ketua OSIS tidak akan bisa bersaing.”

Faktanya, Nagumo secara konsisten mempertahankan peringkat pertama atau kedua dalam ujian ini.

Kouenji yang bersaing ketat dengannya mungkin memiliki kesempatan untuk menyalipnya, tapi ini masih merupakan pertarungan yang sulit.

“Kau sendirian, aku bertujuh. Akan aneh untuk menganggapnya sebagai persaingan.”

“Bukankah Kouenji lawan cukup bagus? Dia memang aneh, tapi tidak salah lagi kalau dia adalah orang yang bakat. Di sisi lain, aku belum pernah masuk 10 besar grup sekalipun.”

Jika dia mencari musuh yang kuat, aku mendorongnya untuk melawan Kouenji.

“Yah, memang dia lebih dari yang kubayangkan. Karena dia satu-satunya yang membuatku mengambil langkah ofensif dalam ujian kali ini.”

Saat dia seperti menerima Kouenji, mengangkat bahunya seolah-olah dia takjub.

Tindakan ofensif itu mengacu pada apa yang di lakukan Nagumo dengan transceiver sekarang.

“Karena itu adalah trik yang hanya bisa dilakukan ketua OSIS untuk mendahului urutan kedatangan dan memonopoli tugas menggunakan seluruh siswa tahun ketiga.”

Tidak seperti tahun pertama dan kedua, hampir semua grup di tahun ketiga berada di bawah kendali Nagumo.

Jika dia ingin menyegel Kouenji dengan pasti, dia pasti bisa menyegelnya dengan memobilisasi semua siswa tahun ketiga.

Tidak peduli seberapa kuat dia, seberapa cepat kakinya, dan seberapa baik dia dalam menyelesaikan tugas, itu tidak berguna.

Grup yang terbentang memotong semuanya.

Hasilnya, Kouenji hanya bisa mendapatkan bonus kedatangan dengan pergerakan dasar.

Sementara itu, Nagumo akan memperlebar selisih skor hanya dengan menumpuk bonus kedatangan.

“Sudah kuduga kau bisa menebaknya. Kapan kau menyadarinya?”

“Aku sudah curiga sejak saat di bendera pantai. Karena wakil ketua OSIS Kiriyama dan yang lain tidak berani mengisi tempat kosong dan membiarkannya kosong. Itu adalah kursi yang ditinggalkan untuk ketua OSIS.”

Tapi, aku datang lebih dulu, jadi dia tidak punya pilihan selain masuk dengan anggota yang kosong.

Nagumo sedang menunggu Kiriyama dan teman-temannya menyelesaikan tugas sambil bermain dengan santai.

“Aku hanya mengira kalau wakil ketua OSIS Kiriyama adalah musuhmu, tapi sepertinya tidak demikian.”

“Jika dia ingin lulus sebagai kelas A, dia akan bekerja sama denganku yang dibencinya.”

“Kesampingkan Kouenji yang tidak biasa, siswa biasa tidak akan bisa melakukan apapun, ya.”

Setelah mendengar jawabanku, Nagumo tertawa seolah ada yang tidak beres.

“Kau benar-benar berpikir begitu? Kau sama sekali tidak mengira aku orang yang hebat.”

“Itu tidak———”

Aku mencoba menyangkalnya, tapi Nagumo menahanku dengan tangannya.

“Kau pikir aku hanya memobilisasi tahun ketiga dan menang hanya dengan kekuatan, tapi itu salah. Aku akan menunjukkan padamu kekuatan superku mulai sekarang.”

(Tln: Chou nouryoku = psychokinesis, esper)

“Kekuatan super, ya?”

“Aku akan menebak peringkat grupmu pada akhir hari ke-12.”

Hanya 10 grup teratas dan 10 grup terbawah yang terbuka untuk umum. Tidak termasuk 20 grup itu dari total 157 grup, ada 137 grup tanpa penggabungan. Tentu saja, hanya aku yang tahu persis peringkatku.

Pada tahap terakhir sebelum tanggal berubah, aku berada di peringkat 16.

“Peringkatmu adalah... 11, ‘kan?”

Nagumo menjawab dengan percaya diri, tapi sedikit meleset dari peringkatku.

Tapi, aku tidak bisa tertawa pada tebakannya yang meleset. Pada hari ke-12, aku melakukan pencarian GPS berulang kali untuk persiapan penyerangan dari siswa tahun pertama. Jika bukan karena pengeluaran tambahan itu, peringkat ke-11 akan sangat mungkin.

Tidak mungkin untuk mengetahui peringkat semua grup karena adanya aturan.

Dengan kata lain, ada beberapa alasan untuk apa yang dikatakan Nagumo.

“Mungkin sedikit berbeda, ya. Tapi kupikir kamu berada di peringkat ke-15 atau ke-16?”

“Benar. Sejujurnya aku cukup terkesan.”

Jika aku mengakuinya dengan jujur, Nagumo akan dengan tenang menerima fakta tersebut.

“Aku hanya bercanda tentang kekuatan super itu, tapi jika kau benar-benar memiliki kemampuan yang tersembunyi, kau pasti ada di sekitar peringkat itu.”

Rupanya, seorang pria yang bernama Nagumo ini jauh lebih baik dari yang aku kira.

“Kau sedikit lebih rendah dari peringkat ke-10 agar tidak akan menonjol, dan selalu menempatkan diri pada posisi untuk mencapai puncak, ‘kan? Jika aku dan Kouenji saling bentrokan dan peringkat kami jatuh, kau mengincar itu untuk membalikan keadaan.”

Aku tidak ingin terlihat menonjol dan bergerak dengan niat mengintai sampai akhir hari ke-12.

Ketika kecepatan perolehan poin peringkat atas melambat karena kelelahan di tahap akhir ujian, tergantung situasinya, aku akan mengumpulkan poin sekaligus dan meninggalkan batasan untuk mengincar podium. Tidak, aku bermaksud untuk meninggalkan rencana itu.

“Apa kau menyadarinya? Bahwa itu tidak mungkin sejak awal?”

Artinya strategi khususku sudah ditiadakan oleh Nagumo sejak awal.

“Kuronaga dari tahun ketiga yang ada di peringkat ke-10, ‘kan? Itulah yang membuatku tetap di peringkat ke-10. Untuk membunuh orang yang mengincar pembalikan keadaan dengan mendapatkan poin di tempat yang tidak terlihat.”

Sementara skor untuk peringkat ke-10 dan ke-9 semakin melebar, semakin sulit bagiku untuk mengincar peringkat teratas hari demi hari.

Semuanya sesuai rencana Nagumo.

Secara paksa melenyapkan musuh yang tidak terlihat dan mempersempitnya menjadi musuh yang terlihat.

“Aku selalu bertanya-tanya apakah kau memiliki kemampuan, tapi sekarang sudah jelas. Kau berhak untuk dihancurkan olehku, jadi berbahagialah.”

“Apa itu bagian dari strategimu bahwa ketua OSIS sendiri yang memimpin untuk mengincar Kouenji di hari terakhir?”

“Kalau aku mau, aku bisa mendapatkannya entah itu 400 atau 500 poin. Tapi itu sedikit merepotkan. Dan itu tidak akan menarik, bukan? Aku memberi harapan pada tahun pertama atau kedua bahwa mereka bisa menang. Dan jika dia kalah dalam pertarungan jarak dekat, aku mungkin bisa melihat ekspresi si Kouenji itu yang kesal.”

Nagumo telah bertarung dengan santai selama dua minggu terakhir sebagai grup terkuat.

Lalu apa dia ingin memamerkan keberadaannya dengan menenggelamkan Kouenji di hari terakhir ini dan menjadi peringkat pertama?

Jika Nagumo menganggapnya serius, dia akan bisa tahu semua skor yang didapat grup tertentu. Itu karena dia bisa mengetahuinya apakah hadiah urutan kedatangan diperoleh atau tidak dan bagaimana hasil dari sebuah tugas, menggunakan pencarian GPS dan mata temannya. Bahkan sekarang di hari terakhir saat skor tidak diketahui, tidak ada keraguan bahwa Nagumo tahu persis berapa banyak skor yang dimiliki Kouenji.

Dengan kata lain, sangat mungkin menghasilkan kemenangan dramatis yang membuatnya menang dengan selisih satu poin.

“Yah, aku sudah tidak peduli lagi tentang Kouenji. Hal terakhir yang akan kulakukan di sekolah ini. Itu adalah mengalahkanmu, Ayanokouji.”

Nagumo yang selalu mengejar bayangan Horikita Manabu mencoba melihatnya lagi padaku.

Dia mungkin ingin mengalahkannya sepenuhnya dan memperjelas hitam dan putih dengan cara yang berbeda.

“Sayangnya, pemimpin kelas D tahun kedua adalah Horikita. Bahkan jika ada ujian khusus yang bersaing dengan tahun ketiga, aku tidak akan bertarung dengan ketua OSIS Nagumo.”

“Kalau begitu, tidak ada pilihan lain bagiku selain memaksamu untuk tampil di depan panggung, ya? Termasuk hadiah uangnya.”

Apa itu artinya dia tidak akan ragu untuk menjelaskan tentang hal itu sama sekali?

“Maaf, tapi aku sedang terburu-buru. Tolong lanjutkan pembicaraan ini lain kali saja.”

“Kau pikir kau bisa melarikan diri dengan mudah? Aku tidak akan pergi sebelum kau dan aku bertarung.”

Nagumo menyusul dari belakang, mungkin dia ingin mengikutiku.

Jika ada sesuatu yang menunggu di depan, itu akan melibatkan Nagumo. Yang ada di sana adalah Tsukishiro. Dalam kasus terburuk, Nagumo bisa kehilangan semua yang telah dia bangun dan dikeluarkan atas nama kekuasaan.

Jika aku mencoba membujuknya dengan kata-kata di sini, Nagumo tidak akan merespon.

Tentu saja, aku tidak bisa membuat janji dengan berbohong.

Aku berhenti dan melihat ke belakang.

“Kau mau melawanku———”

Aku mendorong dada Nagumo dengan kuat tanpa peringatan saat dia salah paham dan merasa senang.

Nagumo mungkin tidak menyangka akan didorong oleh seorang kouhai, dia jatuh ke tanah dari pantat tanpa ada perlawanan. Tablet yang dia bawa dan transceiver di sakunya berjatuhan.

“Ap———”

Sepertinya dia tidak mengerti apa yang telah terjadi padanya.

Sebelum memahaminya, biarkan aku melakukan apa yang perlu aku lakukan.

“Ketua OSIS Nagumo. Meski begini, aku berniat membiarkanmu sendiri. Kau memiliki kemampuan yang berbeda dari Ketua OSIS Horikita, dan berdiri di puncak sekolah ini dengan cemerlang. Faktanya, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa bahkan dalam ujian khusus ini, tidak hanya mempertahankan peringkat teratas dengan mudah, tapi juga memiliki kendali penuh.”

Masih tenang, sebelum dia mengingat amarahnya, aku terus berbicara.

“Hanya saja, ada semacam wilayah yang tidak boleh kau masuki. Jadi tolong pergilah dari sini.”

“Hah... jangan bercanda, Ayanokouji. Apa kau pikir kau bisa memberiku perintah?”

“Aku tidak berniat menahan diri di sini karena kau adalah senpai yang sepantasnya ku hormati.”

“Ha? Memangnya kau ini siap———”

Aku melihat mata Nagumo dengan semua niat membunuhku.

“...!?”

“Apa kau tidak mengerti saat ku suruh kau untuk pergi?”

Nagumo berdiri dengan kuat agar tidak mengakui bahwa dia telah ditanamkan rasa takut.

“Bisa kau hentikan itu? Kaulah orang pertama yang meremehkanku sampai sejauh ini, Ayanokouji...”

Saat itu, transceiver yang jatuh di samping Nagumo menerima panggilan.

[Ini berjalan dengan baik, Nagumo, kami berhasil mencegah tugas Kouenji tiga kali berturut-turut. Beri kami instruksi selanjutnya.”

Aku bisa mendengar suara seseorang dari tahun ketiga yang senang.

Strategi menyegel Kouenji tampaknya berjalan dengan mulus.

Nagumo sama sekali tidak mencoba bereaksi terhadap suara itu dan memelototiku.

[Oi Nagumo, orang-orang atas tidak akan bergerak kecuali kau memberi instruksi. Bukankah perlu terus menyerang sampai akhir ujian untuk memastikan Kouenji jatuh ke peringkat kedua?]

“Apa tidak masalah mengabaikannya?”

Hanya dengan mendengar percakapan itu, aku bisa tahu bahwa percakapan itu penting bagi Nagumo.

Nagumo diam-diam mengambil transceiver itu dan mematikan dayanya.

“Yang terpenting bagiku itu bukanlah Kouenji.”

Tanpa mencoba membersihkan kotoran di badannya, Nagumo mendekat.

“Aku akan mengalahkanmu sepenuhnya. Itu adalah tugas terakhirku sebagai ketua OSIS.”

Apakah itu tekad? Setelah menginspirasi dirinya sendiri sebagai ketua OSIS dan aku melepaskan intimidasiku.

“Aku———!?”

Tanpa ragu-ragu, aku menghantamkan tinjuku ke ulu hati Nagumo.

“A, yano... ko!”

Dia tidak bisa bernapas sesaat, dan Nagumo jatuh di tempat ini hingga kehilangan kesadaran untuk sementara.

Aku memapah Nagumo dan menyandarkannya di pohon besar yang tidak terkena sinar matahari.

Selama dia tidak mendengarkan nasihatku, aku tidak punya pilihan lain selain melakukan ini di sini.

Peringatan waspada keluar mungkin karena jam tangan Nagumo telah mendeteksi ketidaknormalan, dan itu berdering selama 5 detik.

Seharusnya tidak butuh waktu lama sampai dia bangun.

Mungkin 20 menit atau 30 menit.

Yang jelas, aku tidak harus melibatkan Nagumo dengan masalah di depan. Tentu saja di masa depan, tidak dapat dipungkiri bahwa masalah lain akan muncul setelah ujian di pulau tak berpenghuni selesai. Itu juga hanya masalah sepele untuk sekarang.

Karena jika aku tidak menyelesaikan masalah yang harus ditangani tentang Tsukishiro, tidak akan ada jalan menuju masa depan yang terbuka.

Related Posts

Related Posts

2 comments

  1. Jadi ini pertarungan epic nagumo vs ayanokouji.

    ReplyDelete
  2. Awowkwkwk sekali tabok mampus lemah sekali gamer ini :v

    ReplyDelete