-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Seirei Gensouki Volume 16 Bab 2 Intro Indonesia

Bab 2
Mansion Baru dan Kegemparan baru?


Setelah beberapa puluh menit. Lokasi bergeser dari ruang resepsi kerajaan tempat Rio dan yang lainnya berada, ke halaman kastil.

Rio diantar oleh Charlotte berjalan sampai di sekitar mansion yang akan diberikan François kepadanya. Satsuki, Liselotte, Julianne, serta Christina dan Flora yang sudah berganti pakaian, menemani mereka.

“Ini adalah mansion yang akan diberikan kepada Haruto-sama.”

Charlotte berhenti di depan mansion dan berbicara kepada kelompok itu, menunjuk dengan tangannya.

“Tepat di samping menara tempat aku tinggal. Aku tahu aku bisa melihat mansion ini dari atas di kamarku, tapi ternyata ada di sini. Bagus sekali dilihat dari dekat.”

Satsuki membalikan badan dan melihat ke puncak menara tempat dia tinggal. Jarak antara keduanya kurang dari seratus meter.

“Ayo masuk ke dalam. Rumah ini sudah dilengkapi dengan perabotan minimal, dan kami akan bawakan barang lain yang mungkin kamu perlukan sembari kamu menunggu, jadi kamu bisa langsung tinggal di sini. Mari kita intip sebentar di setiap kamar di dalam mansion dan kemudian kita bisa bicara di ruang tamu.”

“Silakan lewat sini,” kata Charlotte, lanjut memandu mereka. Di depan mansion, beberapa pelayan yang melayani Charlotte sedang menunggu dalam diam dan menundukan kepala. Kemudian, salah satu dari mereka mengangkat wajah, mendekati pintu masuk, dan membukanya.

Mereka semua langsung masuk ke dalam mansion. Di mulai dengan mengelilingi setiap kamar secara bergantian, Rio mengganti pakaian bepergiannya di tengah jalan, dan akhirnya semuanya pindah ke ruang tamu dan duduk di sofa.

Urutan tempat duduk didasarkan pada panduan santai Charlotte, dengan Liselotte dan Julianne duduk di kursi bawah dekat pintu, dan yang lainnya duduk di seberang keduanya, berhadap-hadapan (Rio duduk di antara Satsuki dan Charlotte, dengan Christina dan Flora duduk di seberang mereka, dan bersama Julianne dan Liselotte membentuk huruf-U).

“Karena hanya ditinggali oleh keluarga kerajaan, ini adalah masion yang sangat bagus, ya. Luas dan ada banyak kamar.” kata Satsuki tampak sangat terkesan, seolah-olah dia benar-benar menikmati tur mansion.

“Saya masih merasa tidak enak untuk tinggal di sini karena saya bukan keluarga kerajaan...”

Rio mengeluarkan perasaannya yang sebenarnya sekali lagi sekarang setelah dia melihat mansion itu.

“Yah, memang benar bahwa menjadi satu-satunya yang diizinkan tinggal di halaman kastil meskipun bukan keluarga kerajaan membuatmu mencolok, bukan?”

Satsuki mengatakan itu dengan senyum kecut, mungkin setuju dengan perasaan Rio. Tapi——,

“Ayahku yang berdiri di puncak keluarga kerajaan itu bilang tidak apa-apa, jadi tidak ada masalah. Aku sendiri ingin Haruto-sama tinggal di mansion ini, dan aku akan melakukan yang terbaik untuk mendukungnya.” kata Charlotte tanpa jeda sambil tersenyum.

“Ahaha.... Ada satu hal yang membuatku penasaran, apa itu definisi keluarga kerajaan? Aku mengerti kalau Char-chan, Putri Christina dan Putri Flora adalah keluarga kerajaan, tapi aku bertanya-tanya sejauh mana seorang raja dan kerabatnya disebut keluarga kerajaan, apakah ruang lingkupnya tidak jelas atau mungkin ada cukup banyak keluarga kerajaan.”

Setelah mengeluarkan tawa kering yang halus, Satsuki bertanya.

“Hal-hal ini dijelaskan secara rinci dalam hukum nasional yang disebut Hukum Rumah Tangga Kekaisaran. Tidak ada bedanya di kerajaan mana pun bahwa keluarga raja saat ini, yaitu raja saat ini, istrinya, dan anak-anak yang lahir dari mereka yang belum kehilangan hak waris termasuk dalam keluarga kerajaan. Juga, kurasa raja sebelumnya dan istrinya, serta anak-anak yang lahir dari raja sebelumnya dan istrinya yang belum kehilangan hak waris, biasanya diperlakukan sebagai keluarga kerajaan. Rincian lainnya seharusnya ditangani secara berbeda di setiap kerajaan, tapi bagaimana di Kerajaan Beltram, Christina-sama?”

Charlotte dengan lancar menjelaskan apa yang dia ingat, dan bertanya ke Christina, putri dari kerajaan lain.

“Ya, hal yang sama berlaku di kerajaan Beltram.”

Christina mengangguk dengan nada suara yang tenang.

“Singkatnya, semua orang yang pernah menjadi Raja dan Ratu, baik saat ini atau sebelumnya, akan memegang status keluarga kerajaan sampai mereka mati, ‘kan? Jadi anak-anak Raja dan Ratu akan terus menjadi keluarga kerajaan selama mereka belum kehilangan hak waris.”

Satsuki mengulanginya dengan caranya sendiri yang mudah dipahami.

“Ya, itu benar. Kehilangan hak waris itu artinya meninggalkan keluarga kerajaan. Akan ada perlakuan khusus bagi mereka yang bergabung dengan keluarga kerajaan kerajaan lain, tapi secara umum, mereka bisa dianggap mengambil posisi pengikut setelah bergabung dengan keluarga pengikut. Kurasa ada banyak kasus di mana seseorang bergabung dengan keluarga Duke lokal. Faktanya, ada keluarga kerajaan yang terdaftar di Duke Cretia di masa lalu.”

Charlotte melanjutkan penjelasannya sambil melihat ke arah Liselotte.

“Begitu, ya. Jadi, Liselotte-chan juga bukan anggota keluarga kerajaan, tapi dia adalah kerabat dari keluarga kerajaan, ya? Fumufumu.”

“Ya.”

“Kalau dipikir-pikir, anggota keluarga kerajaan selain keluarga raja tidak terlalu sering terlihat di kastil, ‘kan? Meskipun aku sendiri setidaknya pernah menyapa mereka.”

“Tidak disarankan bagi siapa pun selain keluarga raja saat ini untuk terlibat terlalu dalam dalam politik, karena dapat menyebabkan penyebaran kekuasaan. Itu sebabnya hanya anggota keluarga raja saat ini, seperti Ayah, Ibu, Kak Michelle, aku sendiri, dan adikku Rosalie, yang diizinkan untuk tinggal di gedung istana kerajaan. Keluarga kerajaan lainnya diizinkan untuk tinggal di mansion yang berada di halaman istana kerajaan.”

“...Pertanyaan yang membuatku penasaran terus berdatangan, tetapi jika seorang anggota keluarga kerajaan sampai repot-repot menikahi seorang pengikut dan meninggalkan keluarga kerajaan, apakah itu tentu saja karena pernikahan politik?” tanya Satsuki menatap Charlotte.

“Ya. Dalam kebanyakan kasus, itu dilakukan untuk memperkuat ikatan antara keluarga kerajaan dan pengikut tertentu. Perbedaan status jelas saja menjadi kendala, jadi seperti yang kukatakan sebelumnya, Kebanyakan dari mereka masuk ke keluarga Duke.”

Charlotte berbicara secara rinci, dan dengan wajah memerah, dia membuat dirinya terlihat sejenak oleh Rio dan tersenyum padanya.

“Fuun, jadi begitu...”

Satsuki juga menatap wajah Rio sejenak, dan puas dengan jawabannya.

“Bagaimanapun, sebagian besar kasus kehilangan hak waris adalah untuk keluarga kerajaan berpangkat rendah dengan hak suksesi takhta yang lebih rendah, jadi itu tidak terlalu relevan untuk keluarga kerajaan dengan hak suksesi takhta yang lebih tinggi seperti Christina, Flora, dan aku sendiri.”

Charlotte menambahkan penjelasannya.

“Nn, tetapi, akan sulit untuk menemukan pasangan nikah kalau tidak mau kehilangan hak waris, dan untuk keluarga kerajaan berpangkat tinggi mungkin akan tetap melajang selama sisa hidup mereka, bukan?”

“Tidak akan seperti itu. Sudah biasa bagi keluarga kerajaan berpangkat tinggi untuk membawa anak-anak dari pengikut mereka masuk ke dalam keluarga kerajaan. Sebagian besar orang yang masuk berasal dari keluarga Duke.”

“Aa, jadi mereka menikah sambil mempertahankan status keluarga kerajaan mereka, ya? Aku mengerti.”

“Tidak selalu demikian, tetapi sering dianggap tidak terhormat bagi keluarga kerajaan berpangkat tinggi untuk kehilangan hak waris. Mungkin ada beberapa keluarga kerajaan yang ingin tetap menjadi keluarga kerajaan selama sisa hidupnya, bahkan jika mereka tidak mengatakannya secara terbuka.”

Singkatnya, ada hirarki kekuasaan dalam keluarga kerajaan, dan tergantung pada pangkatnya itu, apakah pencabutan hak waris bisa mudah terjadi atau tidak.

Dan bagi keluarga kerajaan berpangkat tinggi, ada diantaranya yang tidak ingin kehilangan hak warisnya.

“Kurang lebih aku bisa mengerti, tapi..., pernikahan keluarga kerajaan tampaknya rumit, ya.”

Mungkin dia melihat sekilas dari berbagai keadaan, ekspresi Satsuki berubah menjadi senyum tipis.

“Tanpa keraguan, itu benar.”

Charlotte menghela nafas lesu dan membenarkan dengan lantang. Kemudian——,

“Tapi aku rela kok bahkan jika harus kehilangan hak warisku asalkan bisa menikahi Haruto-sama.”

Tiba-tiba mengatakan hal seperti itu dan tersenyum genit pada Rio, yang duduk di sebelahnya.

“Uh, gohok, gohok.... ma-maaf.”

Rio hendak menyesap cangkir di tangannya. Dia terkena pukulan telak lewat kata-kata yang mengejutkan dan membuatnya tersedak, tapi dia dengan cepat pulih dan buru-buru meminta maaf kepada semua orang.

Tapi sepertinya kata-kata Rio tidak tersampaikan, karena semua orang di ruangan itu kecuali Charlotte tercengang, menatap heran dan membatu.

Di tengah keadaan itu——,

“H-Hei, hei, Char-chan. Seharusnya kamu jangan mengatakan hal-hal seperti itu di depan Putri Christina dan Putri Flora, bukan?”

Satsuki menjadi yang pertama membuka mulutnya. Dia menyadari keberadaan Christina dan Flora, dan memperingatkan Charlotte.

“Itu tidak sepenuhnya benar. Situasinya telah berubah sejak kepergian Haruto-sama dari kastil setelah pesta malam.”

“Itu... apa maksudnya?” tanya Satsuki, menyipitkan matanya untuk melihat perubahan ekspresi di wajahnya.

Dia ingat pernyataan yang dibuat Charlotte ketika Rio meninggalkan kastil setelah pesta malam.

——Aku memang berpikir kalau kamu seperti kakak  laki-lakiku, tapi sepertinya aku salah.

Alasannya adalah karena aku telah mulai menyukai Haruto-sama secara pribadi sebagai lawan jenis.

“Semuanya berkat Haruto-sama. Fufu, kita sudah tidak bertemu cukup lama, tapi apakah kamu mengingat kata-kataku dengan jelas, Haruto-sama?”

Charlotte menjawab pertanyaan Satsuki dengan mengelak, lalu bertanya kepada Rio.

“Ya, tentu saja...” jawab Rio, menangkap tatapan Charlotte dengan muram, seolah dia mengingat kejadian saat itu dengan benar.

“Senangnya.”

Charlotte senang dengan senyum riang di wajahnya, seperti gadis seusianya. Sementara itu, Liselotte menatapnya dengan sangat heran.

Sebagai putri seorang Duke, Liselotte telah mengenal Charlotte sejak dia masih kecil dan telah membangun hubungan dekat dengannya, sebagian karena Charlotte menyukainya. Karena itu, Liselotte sangat memahami Charlotte.

Bukan hal yang langka bagi Charlotte untuk menunjukkan tanda-tanda tertarik pada lawan jenis, tapi itu hanya untuk tujuan menggoda, bukan karena dia benar-benar tertarik.

Singkatnya, menggoda lawan jenis dan melihat reaksi mereka adalah salah satu dari sedikit hobi Charlotte yang sangat menyebalkan. Setidaknya, begitulah sampai sekarang. Tapi——,

(Ekspresinya ini. Charlotte-sama, apakan kamu serius?)

Kali ini entah bagaimana tampaknya berbeda.

Salah satu alasannya adalah karena ekspresi wajah Charlotte dalam pandangan Liselotte sekarang adalah ekspresi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Dan alasan utamanya adalah sejauh yang Liselotte ingat, Charlotte tidak pernah mengatakan apa pun secara langsung yang menyiratkan bahwa dia memiliki kesukaan khusus pada lawan jenis, hanya karena dia tertarik pada orang lain.

Itulah sebabnya——,

(Dia rela bahkan jika harus kehilangan hak warisnya asalkan bisa menikahi Haruto-sama, tidak peduli bagaimana kau melihatnya, itu sama dengan keinginan untuk menikah, ‘kan?... A-Aku tidak mengerti. Apa yang terjadi di antara keduanya, apa maksudnya, sungguh? Aku sangat penasaran...)

Mau tidak mau Liselotte penasaran dengan niat sebenarnya Charlotte. Keterkejutan di wajahnya yang tidak biasa bisa terlihat. Julianne memperhatikan raut muka putri tercintanya di sebelahnya dan tertawa kecil.

“Karena itulah aku ingin segera bertemu dengan Haruto-sama lagi. Aku tidak akan menghentikanmu untuk menemani Christina-sama dan Flora-sama pergi ke Rodania, tapi dengan segala cara, tolong bujuk semua orang dan kembalilah secepat mungkin. Aku juga penasaran dengan Celia-sama, yang katanya teman dekat Haruto-sama.”

Charlotte menyebutkan keberadaan Celia secara khusus, mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke Rio di sebelahnya, dan mengajukan permintaan.

“Dia berafiliasi dengan Restorasi, jadi saya khawatir tidak bisa membawanya begitu saja.... Sepertinya dia juga punya pekerjaan di Rodania sekarang.”

Rio menjawab dengan terpaksa.

“Kalau begitu mari kita minta izin ke Christina-sama. Bagaimana menurutmu, Christina-sama?”

Charlotte bertanya pada Christina yang ada di sana. Responnya sangat ringan, atau lebih tepatnya mungkin dia mengundang Christina adalah untuk membicarakan hal ini sejak awal. Ini bisa dianggap sangat tidak sopan tergantung pada status dan posisi keduanya, tapi karena mereka adalah bangsawan berpangkat tinggi, ini bukan masalah.

“Ya, tidak apa-apa kok. Sudah hampir waktunya untuk liburan panjang, jadi tidak akan terlalu banyak kesulitan untuk mengurangi tugas mengajarnya. Aku yakin Sensei juga ingin bersama Tuan Amakawa setelah sekian lama.”

Christina tanpa kekhawatiran dan setuju hampir tanpa berpikir dua kali.

“Kalau begitu, sudah diputuskan. Celia-sama tampaknya sangat dekat dengan Haruto-sama, dan aku sangat menantikan untuk bertemu dengannya. ...Oh, iya. Kalau Miharu-sama dan yang lainnya juga datang ke sini, mungkin ide bagus untuk mengadakan pesta menginap di mansion ini.”

Charlotte tersenyum dengan senyum yang sangat manis dan memperluas pembicaraan.

“Gak papa nih, Haruto-kun? Kalau gak suka, lebih baik ngomong aja, tahu? Kalau tidak, pembicaraannya akan terus berkembang sesuai laju Char-chan.”

Satsuki menghela nafas sedikit lelah dan memberi tahu Rio. Mungkin dia sudah diminta seperti ini setiap hari untuk menemaninya melakukan berbagai hal.

“Yah, saya akan bertanya pada semua orang dan memutuskannya.”

Toh keputusan apakah akan datang atau tidak juga dari sana, pikirnya... dia tidak mengatakannya sampai ke sana, tapi Rio menjawab dengan sedikit senyum pahit memikirkannya.

“Kalau begitu, jika semua orang datang ke sini, kita akan mengadakan pesta menginap. Mumpung ada di sini, kamu juga harus ikut, Liselotte.”

“Saya juga? Saya punya jadwal kerja, jadi mungkin sulit tergantung jadwalnya...”

Liselotte terkejut dengan ajakan tiba-tiba Charlotte.

“Haruto-sama akan pergi ke Rodania bersama Christina-sama dan Flora-sama besok, ‘kan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali dari sana ke Galtuuk?”

“...Berapa lama, ya? Jika terbang dengan pesawat sihir, kami bisa mencapai Rodania dari Galtuuk di penghujung hari, dan aku bisa langsung bertemu dan berbicara dengan Celia-sama.... Jika aku punya satu atau dua hari lagi, aku bisa bertemu dan berbicara dengan Miharu-san dan yang lainnya, jadi jika aku juga dapat menggunakan pesawat sihir untuk melakukan perjalanan dari Rodania ke Galtuuk, itu akan memakan waktu sekitar seminggu.” kata Rio memberi tahu mereka perkiraan waktu yang diperlukan. Di hadapan orang lain, dia menyebut Celia dengan “sama”. Lalu——,

“Saya akan mengurus transportasi pulang perginya. Mengingat kami akan menggerakan kapal sihir.”

Christina menawarkan untuk menyediakan transportasi pulang perginya.

“Ara, apa kamu yakin? Aku sedang berpikir untuk menjemputnya dari sini.”

Charlotte mengkonfirmasi kesediaan Christina.

“Ya, saya juga berencana untuk kembali ke sini untuk berbicara dengan Yang Mulia François segera setelah saya kembali ke Rodania. Kami akan merasa sangat aman jika Tuan Amakawa mau ikut dengan kami.”

“Begitu, ya. Maka, akan kuserahkan transportasinya ke Restorasi, tapi jika kamu akan kembali ke sini lagi dengan Haruto-sama, maukah kamu bergabung dalam pesta menginap dengan kami, Christina-sama?”

Charlotte tertawa kecil dan mengundang Christina untuk bergabung.

“Tidak, saya...”

Tentu saja menahan diri dari Rio akan didahulukan. Christina hampir secara refleks mencoba mengatakan tidak, tapi dia menarik kembali kata keduanya ketika dia tiba-tiba menyadari bahwa Flora di sebelahnya sedang melihatnya dengan penuh harap.

“Jika Christina-sama mau datang, tentu saja Flora-sama juga bisa diajak.”

Charlotte menambahkan itu sambil melirik Flora.

“...Kalau begitu, saya belum yakin apakah saya bisa ikut dalam pesta menginap ini, tapi saya berharap bisa menghadiri pesta minum teh dan pesta makan malam.”

Christina ragu-ragu sejenak sebelum menjawab.

“Aku senang. Akan lebih menyenangkan jika kalian berdua bisa bergabung, jadi silakan. Tapi perlu diingat bahwa aku berharap kita bisa menciptakan suasana pesta yang santai dan informal agar teman-teman Haruto-sama tidak merasa tercekik.”

Charlotte mengatakan itu, seolah-olah dia mempertimbangkan kehadiran Miharu dan yang lainnya. Sementara itu——,

(Pembicaraan ini benar-benar semakin besar dan besar. Daripada itu, memangnya boleh para putri dan putri Duke yang belum menikah tinggal di rumah pria yang belum menikah? ....Meskipun aku tahu ini sudah sangat terlambat)

Rio bertanya-tanya, sedikit bingung.

“Huh, aku sangat menantikannya. Aku tidak sabar menunggu sampai waktunya tiba.”

Charlotte memikirkannya dengan ekspresi sangat senang di wajahnya. Mungkin di dalam benaknya, pesta itu sudah diadakan.

(Kurasa keikutsertaanku sudah dikonfirmasi. Yah, aku ingin Miharu-san dan Satsuki-san bertemu lagi, dan bahkan jika Latifah dan yang lainnya tidak bisa datang, kalaupun Latifah dan yang lainnya tidak bisa datang, aku harus datang, ya? Untuk pesta menginap, yah, kurasa aku harus tinggal di kamarku sebanyak mungkin...)

Selama sang putri Charlotte adalah inisiator yang mengundang semua orang untuk bergabung, mungkin tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan Rio. Rio merasa jika dia memikirkannya lagi, dia akan merasakan semakin cemas, jadi dia memutuskan untuk berpikir demikian.

“Bagaimana dengan Anda, Julianne-sama?”

Charlotte akhirnya menoleh ke Julianne yang belum diundang untuk menanyainya.

“Saya seorang wanita yang sudah menikah, jadi silahkah kalian anak-anak muda untuk bersenang-senang. Saya akan bicarakan hal ini dengan suami saya, jadi tolong jaga putri kami.”

Julianne menolak untuk berpartisipasi dengan nada suara yang agak lucu.

(...Aku juga sudah dipastikan akan berpartisipasi, ya. Aku harus kembali ke Amande dulu dan menyesuaikan jadwalku)

Liselotte menghela nafas ringan.

Namun, bibirnya tersenyum senang.

Related Posts

Related Posts

2 comments

  1. Bab 1 part 2 nya gak ada min???????atau emang langsung bab 2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cek di https://www.youzitsu.com/p/seirei-gensouki-volume-16.html

      Delete