-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4.5 Bab 4 Part 3 Indonesia


Bab 4
Pertumbuhan Setiap Orang


3


“Wah~mengejutkan~”

Tak lama setelah kami selesai bermain dan kembali ke kamar tamu, Miyamoto kembali sambil menggerutu.

“Apa terjadi sesuatu?”

“Bukan lagi terjadi sesuatu. Di toilet terdekat, Tokitou memegangi dada Katsuragi. Ah, tentu saja Tokitou yang nyari gara-gara. Tetapi itu orang suka sekali bertengkar, ya.”

“Oi oi, Apa kau tidak menghentikannya? Yuuya bisa sangat menakutkan ketika dia marah, kau tahu?”

Miyamoto tampak agak kesal dengan sikap Akito seolah-olah dia sudah mengabaikannya.

“Mana mungkin aku hentikan. Itu bukan urusanku, dan aku akan mendapat masalah jika terlibat.”

Katsuragi dan Tokitou Yuuya. Keduanya adalah siswa dari kelas Ryuuen.

“Katsuragi baru saja pindah dari kelas A. Mengingat dia adalah musuh sampai beberapa waktu yang lalu, tidak mengherankan jika satu atau dua masalah terjadi. Iya, ‘kan, Kiyotaka.”

“Itu mungkin saja.”

“Aku sedikit khawatir, kenapa kita tidak pergi untuk melihat situasinya?”

“Biarkan saja, Miyake. Kelas musuh sedang berselisih, jadi itu relatif menguntungkan kita, bukan? Katsuragi sendiri awalnya adalah anggota dari kelas A, tidak mengherankan jika mereka tidak akur.”

“Tapi kan... kita sama-sama tahun kedua.”

“Jika kita ikut campur, kita juga mungkin akan ikut terjerat di dalamnya, ‘kan? Bagaimana kalau itu menarik perhatian Ryuuen?”

Akito tampaknya tidak puas dengan bujukan Miyamoto, tapi dia mendengarkannya sejenak.

Bisa dibayangkan bahwa situasinya bisa menjadi lebih buruk jika Akito pergi.

Saat mendengarkan percakapan antara keduanya, aku diam-diam berdiri.

“Sudah kubilang biarkan saja.”

“Tidak, kupikir kau benar untuk diam tentang kasus Katsuragi. Aku haus, jadi aku hanya mau pergi ke toko.”

Mengatakan itu, aku meninggalkan kamar tamu.

Kalau tidak salah dia mengatakan tentang toilet terdekat tempat mereka berdua berselisih.

Jika itu perselisihan sepele, lebih baik biarkan saja seperti yang dikatakan Miyamoto, tapi....

Ketika aku mendengar nama Tokitou, hal pertama yang terlintas dalam pikiran ku adalah Tokitou Katsumi, teman sekelas Ichinose yang berada di grup yang sama denganku di kamp pelatihan bersama tahun lalu. Orang yang berselisih sekarang adalah orang lain, Yuuya Tokitou. Aku ingat pernah terkejut mendengar bahwa nama keluarga Tokitou yang relatif langka bukan hanya kebetulan, tapi kerabat jauh. Sejak saat itu, kami tidak berhubungan dekat, tapi adapun Katsumi Tokitou, dia adalah teman yang berbagi makanan, pakaian, dan tempat tinggal denganku.

Tampaknya mereka tidak saling mengenal, tapi jika tidak apa-apa bagi orang luar sepertiku untuk masuk, aku ingin menjangkau mereka.

Itulah yang ingin aku lakukan....

Aku mendekati ruang istirahat, tapi tidak ada tanda-tanda Katsuragi dan yang lainnya.

Ada sedikit perselisihan, tapi mungkin hal itu sudah teratasi.

“Ayanokouji-kun.”

Saat aku hendak melihat-lihat daerah itu, Hiyori memanggilku.

“Apa kamu melihat Katsuragi?”

“Sudah kuduga akan terlihat oleh orang lain. Aku juga datang ke sini setelah mendengar kalau Katsuragi-kun dan Tokitou-kun sedang berselisih. Jadi tadi aku meminta mereka untuk pindah tempat.”

Begitu, ya. Di sekitar ruang istirahat mau tidak mau mereka akan mencolok.

Aku mengikuti Hiyori saat dia menuntunku, dan aku mendengar suara samar datang dari tempat yang tidak populer.

Aku diarahkan untuk mengintip dari dalam bayang-bayang dan diam-diam mencari pusat suara. Seperti yang dilaporkan Miyamoto, itu adalah Katsuragi dan Tokitou. Tetapi, sepertinya gadis lain, Okabe, juga bergabung dengan mereka.

“Katsuragi, apakah kamu benar-benar mengikuti Ryuuen?”

“Masih belum mengert, ya. Meskipun kata-katanya agak berubah, ini adalah ketiga kalinya kau menanyakan pertanyaan itu padaku.”

“Itu karena kamu tidak menjawabku.”

“Aku tidak bisa menjawabnya. Aku terus bertanya apa yang kau maksud dengan mengikuti.”

Sementara Katsuragi menangani situasinya dengan tenang, Tokitou membiarkan emosinya menguasai dirinya.

“Yang kumaksud itu adalah menjadi anjingnya dan menuruti apa pun perintahnya.”

“Aku tidak ingat sudah menjadi anjingnya, dan aku tidak bermaksud untuk mendengarkan perintahnya.”

“Maaf, tapi kurasa tidak demikian. Kalau itu benar, kenapa kamu bekerja sama dengan pria itu dalam ujian di pulau tak berpenghuni?”

“Itu pernyataan yang sulit dipahami. Tentu saja agar kelas bisa menang.”

Memangnya untuk apa lagi, jawab Katsuragi sebagai seolah itu sudah sewajarnya.

“Meskipun kalian tidak menempati peringkat ketiga?”

“Memang benar, sepertinya tidak berjalan sesuai rencana. Tetapi, itu bukan hasil yang buruk.”

“Apa itu? Itu sama dengan peringkat ke-4 ke bawah, ‘kan? Dan kartu ambil keuntungan jadi tidak berguna, kan?”

“Itu artinya Ryuuen memiliki lebih banyak hal dalam pikirannya daripada yang kamu pikirkan.”

“Bukankah kau itu hanya orang asing? Jadi katakan padaku, apa yang dia pikirkan?”

“Sekarang masih belum pada tahap untuk membicarkannya. Maaf, tapi aku tidak bisa melakukan itu.”

“Apa-apaan itu? Palingan tidak ada apa-apa, ‘kan? Yang jelas, aku sangat membenci Ryuuen.”

Pertukaran pertanyaan dan jawaban terus berlanjut.

Satu hal yang pasti, Tokitou sangat membenci Ryuuen dari lubuh hatinya.

“Memang benar jika aku ditanya apakah dia orang yang bersahabat, aku tidak bisa memberikan jawaban ya dengan jujur.”

Katsuragi mengangguk setuju tanpa menyangkal hal itu.

Tapi, sepertinya sikap ini juga tidak disukai Tokitou.

“Meski begitu kau bekerja sama dengan Ryuuen di pulau tak berpenghuni dan menikmati makan bersama dengannya hari ini, bukan?”

“Kita berputar-putar, ya. Sepertinya ada kesalahpahaman———”

Katsuragi hendak menyangkalnya, tapi Tokitou memotongnya dengan sikap menggigit.

“Padahal waktu itu kau sangat memusuhinya, kau ternyata mudah ditundukan, ya. Kukira kau adalah pria yang memiliki semangat lebih dari itu.”

“Aku sudah berseteru dengan Ryuuen bukan hanya sekali atau dua kali, terlepas dari teman atau musuh. Tapi sekarang aku memenuhi peranku sebagai anggota kelas, sebagai teman sekelas Ryuuen. Dan jika kelas ini bergerak di sekitar Ryuuen, maka masuk akal untuk mengikutinya.”

“Kurasa itu bukan kalimat yang akan dikatakan oleh pria yang pernah berseteru dengan Sakayanagi.”

“Prosesnya berbeda. Ketika dimulai sebagai tahun pertama, kami bahkan belum memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin. Dan karena Sakayanagi yang maju sebagai kandidat untuk tugas itu, dan aku ada perbedaan pendapat, aku pun menyebut diriku sebagai pemimpin dan terjadilah konflik. Kelas saat ini telah menetapkan Ryuuen sebagai pemimpin mereka dan memegang kendali. Lagian, apa kau akan mengakuiku sebagai pemimpin setelah aku dipindahkan?”

“Itu...”

“Selain itu Sakayanagi dan Ryuuen adalah tipe yang berbeda. Warna kelasnya juga sangat berbeda.”

Katsuragi menjawab dengan argumen yang bagus, tapi Tokitou sepertinya tidak setuju sama sekali.

“Kan sudah kubilang, Tokitou. Katsuragi-kun tidak layak dipertimbangkan.”

Okabe yang diam sampai sejauh ini, menepuk bahu Tokitou dan mengatakan kepadanya bahwa tidak ada gunanya melangkah lebih jauh.

“Pada akhirnya, Katsuragi-kun yang tidak mendapat tempat di kelas A, senang dijemput oleh Ryuuen, ‘kan? Dengan kata lain, kamu adalah anjingnya.”

“Bahkan jika aku menyangkalnya di sini, aku tidak berpikir kalian akan mengerti.”

Jadi begitu, aku dapat melihat akar masalahnya, meskipun secara kasar.

Hiyori menepuk pundakku dengan ujung jarinya, aku menarik wajahku untuk melihatnya.

“Beberapa teman sekelasku yang mengeluh itu bukan cerita kemarin sore.”

“Aku yakin. Mungkin sekarang semua kebencian yang mereka rasakan telah menumpuk.”

Kediktatoran Ryuuen secara alami menciptakan oposisi yang kuat.

Sampai sekarang, mungkin dia sudah memaksanya untuk tetap terkendali, tapi akhirnya mereka mulai bangkit kembali.

“Bagaimana dengan Ryuen? Sebelumnya, dia tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada para pemberontak, ‘kan?”

“Sebelumnya memang begitu.”

“Apakah itu yang menyebabkan masalah seperti ini?”

Hiyori mengangguk kecil.

“Semua orang berubah. Pada awalnya, aku juga tidak memiliki perasaan yang kuat tentang kelas. Aku bahkan hampir tidak pernah berpendapat selama aku bisa menghabiskan tiga tahun dikelilingi oleh buku.”

Memang benar, jika aku ditanya apakah kehadiran Hiyori kuat sejak awal, aku akan mengatakan tidak.

Sebaliknya, aku bahkan tidak menyadari keberadaannya.

“Tokitou-kun selalu membenci metode Ryuuen-kun. Bukan hanya Tokitou-kun. Tapi juga Okabe-san yang berdiri di sampingnya sekarang, adalah salah satunya.”

“Maksudmu dia ingin merangkul Katsuragi dan berbalik melawan Ryuuen?”

“Mungkin saja begitu.”

Dari segi kemampuan, Katsuragi cukup mumpuni untuk menjadi pemimpin pengganti. Dan karena dia siswa pindahan, dia bisa menyerang Ryuuen tanpa ragu-ragu.

“Tetapi Yuuya Tokitou, ya. Kamu sudah membuat musuh merepotkan lagi, ya, Ryuuen.”

Yuuya Tokitou dikenal karena kepribadiannya yang keras kepala, kata-katanya yang kasar, dan pendendam, meskipun Akito juga mengatakan hal yang sama.

“Apa kamu juga berpikir begitu, Ayanokouji-kun?”

Seperti yang dikhawatirkan Hiyori, situasi ini tidak menguntungkan siapa pun.

“Memang benar bahwa kelas kami baik-baik saja sekarang. Aku pikir salah satu faktor utamanya adalah karena Ryuuen-kun yang kembali setelah hiatus, telah menunjukkan banyak perkembangan.”

Dibandingkan dengan awal tahun pertama, Ryuuen, Ishizaki dan orang lain di sekitarnya telah berkembang pesat.

“Tetapi lain cerita apakah kemajuan pesat itu akan berlangsung selamanya atau tidak. Itu mungkin benar untuk kelas mana pun, tapi jika Ryuuen-kun dikeluarkan dari sekolah di masa depan, aku pikir kelas kami akan runtuh sekaligus.”

“Itu karena cara bertarung Ryuuen selalu dekat dengan bahaya.”

Mungkin akan ada perkembangan di masa depan di mana orang mengambil risiko besar untuk menang besar.

Aku juga sangat penasaran dengan [janji] yang dia buat dengan Sakayanagi.

“Ketika itu terjadi, keberadaan seseorang yang bisa mengambil alih posisinya sangat diperlukan.”

Itu artinya seorang calon pemimpin dalam situasi yang tidak terduga. Hiyori tersenyum padaku.

“Saat itu, Ayanokouji-kun... maukah kamu datang ke kelas kami?”

Hiyori tidak terlihat seperti penampilannya, tanpa optimisme dan berbicara tentang strategi untuk memenangkan kelas.

“Sungguh hal yang berani untuk dikatakan.”

“Aku juga membujukmu sebelumnya, tapi itu hanya setengah bercanda untuk menemani Ishizaki-kun. Tapi undangan kali ini berbeda dari itu.”

Dengan kata lain, dia serius.

“Aku sama sekali tidak menganggapnya kelas yang lemah. Tetapi juga benar bahwa kami kekurangan orang yang bisa memimpin kami dalam keadaan darurat. Bagaimana menurutmu?”

Pertempuran yang didukung oleh Hiyori, Katsuragi, dan Kaneda sebagai penasihatnya, ya.

“Belum tentu Ryuuen akan dikeluarkan dari sekolah. Benarkan?”

“Tentu saja, yang terbaik adalah itu tidak terjadi.”

Tapi aku merasa ini seperti undangan yang sedikit tidak terbayangkan untuk seorang seperti Hiyori.

Bahkan jika saya memikirkannya di perut saya, saya masih ragu ketika ditanya apakah saya harus mengatakannya sekarang.

“Apakah kamu mendengar sesuatu yang mengkhawatirkan?”

Aku bertanya dengan berani, tapi Hiyori hanya tersenyum kecil dan tidak menjawab.

Saat aku berbicara dengan Hiyori, Katsuragi dan Tokitou terus berdebat.

Kebekuan Katsuragi akhirnya pecah dengan tidak menanggapi dengan cara apa pun yang akan menyenangkan Tokitou.

“...Ini hanya membuang-buang waktu. Aku bicara denganmu karena kupikir kau akan mengerti, tapi aku salah.”

“Sepertinya kamu mengerti.”

“Aku tidak akan memintamu untuk diam tentang ini. Kalau kau ingin melaporkannya pada Ryuuen, lakukan sesukamu.”

“Aku tidak akan melaporkannya.”

“Apa kau yakin? Biar kukatakan, aku ini serius. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau meninggalkannya sendiri.”

“Jangan salah paham, Tokitou. Ada banyak hal yang salah dengan metode Ryuuen. Aku tidak berpikir itu salah untuk menjadi frustrasi sepertimu. Tetapi aku tidak setuju dengan perilaku yang berlebihan.”

Jelas sekali bahwa Tokitou sedang memikirkan sesuatu.

Dan tidak diragukan lagi bahwa itu adalah niatnya untuk melenyapkan Ryuuen.

“Bacod.”

Meninggalkan kata-kata itu, Tokitou pergi dari hadapan Katsuragi.

Kami menyembunyikan diri dan memalingkan muka dari Tokitou dan Okabe agar mereka tidak menyadari kami.

Aku berniat untuk pergi dengan tenang setelah itu, tapi...

Lenganku ditarik oleh Hiyori dan kami muncul di hadapan Katsuragi.

“Kau butuh sesuatu, Ayanokouji?”

Akan aneh untuk melarikan diri sekarang, jadi aku mengikuti arus dan berjalan ke Katsuragi.

“Tidak, kelasmu juga dapat banyak masalah, ya, Katsuragi.”

“Kukira itu sama di kelas mana pun. Aku tidak ingin kau mendengarnya jika memungkinkan.”

Katsuragi melihat sekali ke arah Hiyori, yang berdiri di sampingku.

“Aku tidak bisa setuju dengan ini, Shiina. Kamu sepertinya mempercayai Ayanokouji, tapi kurasa itu bukan keputusan yang tepat untuk membawa perasaan pribadimu ke dalam masalah kelas.”

Mungkin terdengar kasar, tapi apa yang dikatakan Katsuragi benar.

Mengirimkan informasi ke musuh yang tidak perlu kamu berikan bisa berakibat fatal nantinya.

“Mungkin begitu. Tapi siapa di antara teman sekelas ku yang bisa aku ajak bicara tentang ini? Jika salah satu pihak yang terlibat Ryuuen-kun mendengar tentang hal ini, dia tidak akan membiarkan Tokitou-kun dan yang lainnya sendirian, dan hal yang sama berlaku untuk siswa lainnya. Mereka mungkin mencoba menghasilkan poin dengan menjual teman-temannya yang berkhianat.”

“Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan membiarkan Ayanokouji mendengarnya.”

“Bukankah ini kesempatan bagus bagimu untuk memilah pemikiranmu tentang apa yang harus dilakukan, Katsuragi-kun?”

“Apa?”

“Kenapa kamu tidak mengungkapkan apa yang kamu pikirkan sekarang agar kamu bisa menentukan arah untuk dirimu sendiri?”

Ahli siasat, ya. Hiyori mencoba menggunakanku untuk memberi pengaruh positif pada Katsuragi.

Tidak mudah bagi Katsuragi yang memiliki kecenderungan untuk berpikir sendiri, untuk bergaul dengan orang lain.

Tindakan ini pasti tersampaikan pada Katsuragi, dan dia setuju dengannya meskipun dia tertegun.

“Sepertinya kamu lebih memikirkan kelas daripada yang kukira, Shiina.”

“Tentu saja. Aku akan lulus dengan semua teman sekelasku sebagai kelas A.”

Seolah didorong oleh kata-katanya ini, Katsuragi menuangkan pikirannya ke dalam kata-kata.

“Sebagai satu-satunya siswa tahun kedua yang telah mengalami dua kelas sejauh ini, aku dapat mengatakan bahwa ada perbedaan yang pasti antara kelas Sakayanagi dan kelas Ryuuen. Dalam kedua kasus tersebut, teman sekelas mereka cenderung tidak puas dengan pemimpinnya, tapi meskipun demikian, kelas Sakayanagi memiliki tingkat kekompakan tertentu. Di sisi lain, masih banyak siswa di kelas Ryuuen yang tidak memahaminya dan tidak puas.”

Itu persis seperti Tokitou dan Okabe, para siswa yang baru saja mendatangi Katsuragi.

“Ketidakpuasan ini akan terus menumpuk dan bertahan saat kelas sedang naik, tapi...”

“Maksudmu, kau takut saat berikutnya akan mulai terjadi penurunan?”

“Aa. Dalam beberapa kasus, satu kesalahan dapat mengakibatkan kelas menjadi setengah hancur. Aku tidak berpikir pria itu tidak bisa meramalkan hal itu, tapi... aku juga tidak berpikir dia akan mengubah sistem yang kita miliki sekarang.”

“Bukankah itu seperti yang kau prediksi, Katsuragi? Aku yakin Ryuuen juga pasti mengetahuinya.”

“Tetapi jika dia mengetahuinya, dia seharusnya membuat kompromi dengan Tokitou dan yang lainnya.”

“Yah, itu karena pasti akan ada penolakan terhadap metode Ryuuen.”

Rupanya, Katsuragi berpikir bahwa Ryuuen harus menyelesaikan masalah ini.

“Bukankah Ryuuen menarikmu keluar dari kelas A untuk mengantisipasi itu, Katsuragi?”

“...Aku?”

“Jika sesuatu terjadi pada Ryuuen sendiri, Katsuragi akan bisa menggantikannya. Aku yakin itu sebabnya dia membawamu masuk.”

Dia adalah apa yang Hiyori cari, seseorang yang bisa menjadi calon pemimpin.

“Itu adalah cerita yang sulit dipercaya.”

Tentu saja, seperti yang kukatakan pada Katsuragi, itu adalah penafsiran pribadiku sendiri.

“Dalam kasus Ryuuen, yang mencari risiko tinggi dan pengembalian tinggi, dia bisa lulus sebagai kelas A, atau dia bisa dikeluarkan dari sekolah karena ujian tertentu tanpa peringatan. Itulah sebabnya dia membutuhkan asuransi untuk keadaan darurat.”

Sangat mungkin bahwa pemerintahan Ryuuen akan runtuh oleh pengkhianatan dari satu orang.

“Jika benar demikian... aku tidak menyukainya.”

Dia berpikir demikian karena dia sangat menghargai Katsuragi, tapi Katsuragi tidak berusaha menyembunyikan ketidakpuasannya tentang hal itu.

“Aku dan Ryuuen adalah musuh karena perbedaan nilai-nilai. Itu tidak berubah bahkan setelah dia sekarang menjadi teman sekelasku. Tetapi karena kami sudah menjadi teman, kupikir paling tidak yang bisa kami lakukan adalah lulus sebagai kelas A tanpa kehilangan siapa pun.”

Mengetahui bahwa dia adalah orang seperti ini, Ryuuen mungkin tidak memberitahu Katsuragi secara langsung.

Dalam hal pertumbuhan pribadi, evolusi Ryuuen sangat luar biasa, tapi teman-teman sekelasnya belum mampu mengikuti momentumnya.

“Tentang sebelumnya, kau sudah membuat keputusan yang tepat untuk tidak membiarkan Ryuuen mendengar tentang masalah Tokitou.”

“Alangkah baiknya jika dia bisa membiarkan saja para pemberontak sendirian, tapi jika dia menyingkirkan mereka akan menjadi masalah yang lebih besar.”

Itu akan memeras otak untuk dikhawatirkan, tapi pada saat yang sama, itu akan berubah menjadi pengalaman yang berharga bagi Katsuragi.

Setidaknya situasinya sangat berbeda dengan saat dia berada di kelas A, di mana dia dijinakkan dan tidak memiliki kesempatan untuk bermain.

Ekspresi wajah Katsuragi sedikit melunak, seolah-olah dia memiliki ide baru dalam pikirannya.

“Bagaimana menurutmu, Katsuragi-kun?”

“...Aku tahu.”

Setelah berdeham sekali, Katsuragi mengalihkan pandangannya kembali padaku.

“Sekarang setelah aku menceritakannya padamu, aku mulai bisa melihat apa yang harus ku lakukan. Aku berterima kasih.”

“Tidak, aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan.”

“Kalau itu omong kosong, itu tidak layak dibicarakan, tapi apa yang kau katakan tepat sasaran. Aku yakin Shiina membuatmu mendengarkannya karena dia yakin kau akan memberikan jawaban yang tepat.”

Hyori tersenyum senang.

Aku memang sudah dimanfaatkan, tapi seharusnya ini cukup untuk membawa secercah harapan ke dalam kelas Ryuuen.

“Meski begitu, Ayanokouji. Beberapa siswa mungkin memikirkan hal yang sama, tapi itu sedikit mengejutkan.”

“Mengejutkan?”

“Karena hasil ujian khusus mu kali ini nyaris sekali.”

Tidak sedikit siswa, termasuk Matsushita, mungkin menjadi skeptis dengan kemampuanku.

Dalam hal itu, keberadaan Tsukishiro ternyata merupakan hal yang baik.

“Apakah itu kemampuanmu yang sebenarnya? Atau ada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?”

“Entah, siapa tahu.”

Aku mencoba mengelak seperti itu, tapi Katsuragi sepertinya tidak membiarkanku lolos.

“Shiina, maaf, tapi aku ingin berbicara sebentar dengan Ayanokouji.”

“Baiklah. Aku akan kembali ke kamarku. Sampai jumpa lagi, Ayanokouji-kun.”

Setelah bertukar salam perpisahan cepat dengan Hiyori, tinggal kami berdua di sini.

“Selama ujian di pulau tak berpenghuni, Ryuuen memberitahuku semua yang dia ketahui tentangmu.”

“Apa Ryuuen memberitahumu dengan terus terang?”

“Awalnya dia sedikit mengelak, tapi dia mengatakan bahwa dia akan memberitahuku jika aku mau menjadi bagian dari kelas.”

Itu semacam kalimat dari seorang pembunuhan.

Jika demikian, maka status X yang bergerak dalam bayangan di kelas Horikita.

Itu berarti semuanya, bahkan kejadian di atap, sekarang diketahui oleh Katsuragi.

Seperti yang dikatakan Sakayanagi, aku tidak dapat mencegah semakin banyaknya siswa yang mengenaliku sedikit demi sedikit.

“Sepertinya kau sudah memainkan peran dengan cukup baik sejauh ini.”

“Selama aku bisa menjalani kehidupan sekolah ku yang tenang, kurasa tidak banyak perbedaannya bagiku apakah aku berada di kelas A atau kelas D.”

“Apakah itu alasannya kau menyembunyikan kemampuanmu? Aku tidak akan mengungkapkannya pada orang lain, tapi mungkin tidak akan lama lagi sebelum mereka menyadarinya.”

Aku rasa. Hampir tidak ada cara untuk memblokir informasi yang sudah mulai menyebar.

“Aku hanya akan menjadi diriku dan melakukan apa yang harus kulakukan di sekolah ini.”

“Aku tidak tahu kapan itu akan terjadi, tapi aku menantikan hari dimana aku bisa melawanmu dengan serius.”

Setelah mengatakan itu, Katsuragi mengangguk sekali dan meninggalkan tempat itu.

Related Posts

Related Posts

5 comments

  1. Makasih atas tranlate an nya min, list orang yg tau kemampuan kiyo jd makin banyak wkwkwk

    ReplyDelete
  2. hadeh katsuragi so sok an mo lawan ayano wkwkwk

    ReplyDelete
  3. Daripada pake kata pemerintahan lebih baik pake kata kekuasaan atau kediktatoran aja

    ReplyDelete