-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

You-Zitsu LN 2nd Year Vol 4.5 Bab 5 Prolog Indonesia

Bab 5
Game Berburu Harta Karun yang Dipenuhi Masalah Wanita


Hanya ada tiga hari tersisa liburan di kapal.

Hari-hari terlalu intens dan berlalu terlalu cepat.

Pagi-pagi sekali, saat semua orang mulai menyesali hari-hari mereka di kapal pesiar ini, sebuah email dikirim ke semua siswa di sekolah sekaligus. Hondō adalah orang pertama yang membuka ponselnya dan membacakan pesannya.

“Game berburu harta karun akan diadakan hari ini jam 10 pagi? Apa ini?”

Kami semua membaca email, yang berisi kata [game] yang tidak dikenal itu secara bersamaan.


[Game Berburu Harta Karun]

  • Game bonus dimainkan partisipasi bebas
  • Persyaratan partisipasi : Minimal 1 orang dari jenis kelamin apa pun diizinkan, dan 10.000 poin pribadi diperlukan untuk berpartisipasi
  • Hari pelaksanaan: Hari ini, 8 Agustus
  • Penjelasan detail akan diberikan di tempat (Anda harus tiba di lantai 5 sebelum pukul 10:00).
  • Anda dapat memilih untuk tidak berpartisipasi setelah menerima penjelasan


“Kukira sejenak ini adalah ujian khusus, tapi tidak mungkin, ‘kan. Partisipasi bebas terdengar menarik, ‘kan?”

Partisipasi bebas dan satu-satunya risiko yang harus ditanggung individu adalah 10.000 poin untuk biaya partisipasi, ya.

Detailnya tidak diketahui saat ini, tetapi karena ini disebut perburuan harta karun, kupikir aman untuk berasumsi bahwa akan ada hadiah besar di luar biaya partisipasi. Isinya diharapkan sederhana, dengan poin pribadi diberikan kalau menemukan harta karun.

Sebagai orang yang selalu kekurangan uang, sepertinya ide yang bagus untuk berpartisipasi jika ada kesempatan untuk mendapatkan bonus tambahan. Dan fakta bahwa aku dapat bergabung dengan 10.000 poin tampaknya cukup wajar.

Miyamoto dan Hondō sepertinya tentu saja ikut berpartisipasi, dan setelah selesai makan kami mulai membicarakan rencana kamu untuk pergi bersama.

Aku juga berpikir untuk mengajak Akito untuk ikut berpartisipasi...

“Jangan pikirkan aku, pergilah bersenang-senang...”

Di atas tempat tidur, Akito menghela napas sedikit malas, dia sedang tidur karena demam.

Mungkin karena dia terlalu bersemangat dengan kolam renang pribadi kemarin.

“Jika bukan karena larangan membawa barang-barang pribadi, aku akan meminjamkanmu konsol game-ku.”

“Aku tidak merasa seperti ingin bermain game dalam keadaan seperti ini...”

Agak kecewa, Akito membenamkan wajahnya ke bantal.

Setelah menyelesaikan makanku dengan Akito yang terbaring di tempat tidur dan menghabiskan waktu santai di kamar sampai sekitar pukul 09:50, meskipun itu sedikit menyakitkan, kami bertiga memutuskan untuk meninggalkan Akito dan menuju ke aula.

Related Posts

Related Posts

4 comments