-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Seirei Gensouki Volume 16 Bab 5 Part 2 Indonesia

Bab 5
Berbagi Informasi


◇◇◇


Kemudian sesi diskusi segera dibubarkan.

Malam ini akan diadakan pesta untuk merayakan kembalinya Christina dan Flora, tapi karena kehadiran Rio hanya akan mempersulit para bangsawan untuk berurusan dengannya, Christina mengatakan kepadanya bahwa tidak apa-apa jika dia tidak hadir, jadi dia memutuskan untuk tidak hadir.

Rio dan Celia langsung berjalan keluar dari gedung kantor pusat. Ada suasana yang sedikit berat di antara mereka, seolah-olah percakapan yang baru saja mereka lakukan masih tersisa. Tetapi——,

(Celia, apakah kamu ingin menikahi Haruto?)

Tiba-tiba, suara Aishia bergema di otak Rio dan Celia. Selain ke pemegang kontraknya yaitu Rio, untuk mengirim telepati ke Celia, Aishia sekarang pasti tinggal di tubuh Celia karena dia perlu untuk tinggal langsung di tubuhnya untuk menghubungkan jalurnya. Dan, yah, kesampingkan itu——,

“Apa...!?”

Suara Celia bocor dan dia berhenti, wajahnya memerah karena kaget. Tidak ada orang lain selain Rio dan Celia tepat di sebelah mereka, tetapi para prajurit yang berjaga-jaga mendengar suaranya dan menarik perhatian mereka.

(Tung, a-apa yang kamu bicarakan, Aishia!?)

Celia mengeluh kepada Aishia melalui telepati. Suaranya bergema di kepala Rio mungkin karena Aishia melalui dirinya.

(Bukankah soal itu yang dibicarakan sebelumnya?)

Suara penasaran Aishia bergema.

(Bukan! Itu berbeda, bu-bukan kok!)

Celia pasti sangat terguncang karena jelas terlihat dari samping bahwa dia tergesa-gesa untuk menyangah. Tapi pada titik ini, mereka memperhatikan bahwa para prajurit di sekitar mereka memiringkan kepalanya karena penasaran, jadi keduanya mulai berjalan dengan cepat agar tidak terlihat tidak wajar.

(...Bagaimana denganmu, Haruto?)

Aishia bertanya pada Rio.

Kenapa tanya aku?

Katanya terkejut——,

(Dengan mengambil peran sebagai asistenku, Sensei..., Celia mungkin akan diperlakukan seperti tunanganku)

Jawab Rio, berusaha untuk tetap tenang.

(Apakah itu buruk?)

(Aku tidak yakin apakah itu buruk atau tidak...)

Rio kesulitan menjawab.

(Kalian berdua tidak ingin bersama?)

Ini pasti menjadi pertanyaan bagi Rio dan Celia.

(...Kurasa aku ingin)

Rio mengungkapkan perasaannya dengan jujur.

(Be, narkah?)

Celia memandang Rio dengan sedikit terkejut dan bertanya.

(...Aku pikir itu pengecut untuk tidak menyampaikan perasaanku, jadi aku akan menyampaikannya dengan benar. Selama ini hidupku selalu mengalami kehilangan sesuatu. Kehidupan dimana aku terus-menerus melihat diriku kehilangan ikatan. Makanya, sampai baru-baru ini, aku hidup untuk diriku sendiri.... Tapi sebenarnya, aku tidak selalu kehilangan. Ada lebih banyak ikatan yang ku peroleh daripada kehilangan)

Rio mengungkapkan pikirannya.

(Rio...)

Celia tampak seperti dipenuhi dengan emosi yang kuat.

(Aku tidak ingin kehilangan ikatan lagi. Karena itu, aku ingin menghargai ikatan dengan semua orang yang sangat dekat dengan diriku ini, bahkan jika aku baru bisa mewujudkannya dari sekarang. Di antara mereka, tentu saja ada Celia. Aku telah kehilangan segalanya ketika aku berusia 5 tahun, dan Celia ikatan pertama yang ku dapatkan, jadi aku ingin bersama Celia. Itu niatku yang sebenarnya)

Rio menegaskan.

(Maka lebih baik bersama)

Desak Aishiah.

(Tapi, itu juga keegoisanku. Celia kini memiliki posisi sebagai bangsawan. ...Aku sangat pengecut, jadi aku tidak ingin menjauhkan Celia dari kebahagiaan hanya karena aku ingin bersamanya)

Intinya dia belum siap. Dia belum merasa percaya diri. Karena dia pernah kehilangan sesuatu yang penting bagi dirinya. Karena dia tidak bisa melindungi sesuatu yang penting bagi dirinya.

Takut. Dia takut kehilangan sesuatu yang penting bagi dirinya, karena tidak mampu melindunginya. Namun, dia telah membuat baru sesuatu yang penting bagi dirinya....

Itu sebabnya dia resah.

Dia tidak bisa memberikan jawaban.

Dia memiliki idealisme layaknya anak kecil.

Dia pengecut, jadi sekarang dia belum siap. Orang tidak berubah semudah itu. Tapi....

Lalu——,

(...Saat-saat paling bahagia dalam hidupku, kamu tahu? Itu selalu saat aku bersama Rio. Saat kita biasa minum teh di lab akademi, atau saat kita bertemu lagi dan mulai tinggal bersama di rumah batu. Aku lupa bahwa aku adalah seorang bangsawan dan merasa bahagia)

Celia juga mulai mengungkapkan pikirannya.

(Tapi, aku juga seorang bangsawan, dan aku tahu aku harus hidup untuk kerajaanku. Itulah sebabnya aku bergabung dengan Restorasi)

Tapi, tapi kau tahu——Celia melanjutkan kata-katanya——,

(Aku ingin berada di sisi Rio, baik sebagai individu maupun sebagai bangsawan. Sampai sekarang, kupikir tidak mungkin kita berdiri bersama. Kupikir kita tidak bisa berdiri bersama. Namun, ketika Christina-sama bertanya apakah aku mau mengambil peran asisten Rio, kupikir mungkin aku bisa melakukannya.... Aku sangat senang, dan tanpa kusadari aku sudah memberi tahu Christina-sama bahwa aku ingin menjadi asistenmu)

(Celia......)

Rio berhenti dan menatap wajah Celia.

(U-um, tapi bukan berarti aku akan minta Rio untuk bertanggung jawab, loh, ya? Yah, kamu tidak perlu pe-peduli kalau orang-orang di sekitar melihatku sebagai tunanganmu! Ah, tapi mungkin lebih baik kalau Rio peduli!?)

(Tln: ki ni shita, agak sulit mencari kata yang cocok dalam konteks ini)

Wajah Celia semakin memerah, dan dia berbicara dengan tidak jelas.

(Tolong tenang)

Rio tersenyum kecut dan memanggil Celia.

(...u-un)

(Kita baru saja keluar dari benteng, tapi ayo kembali ke tempat Putri Christina dan beri tahu dia kalau kita telah membuat keputusan resmi tentang asisten)

(Un...)

Celia menjawab dengan gugup.

Kemudian mereka berbalik dan kembali ke tempat mereka datang, ke tempat Christina dan Flora. Langkah mereka lebih ringan daripada ketika mereka meninggalkan kantor pusat, dan mereka tersenyum lembut, seolah-olah telah terbebas dari beban mereka.

Related Posts

Related Posts

1 comment

  1. best ship emang keduanya~ paling seneng ane ama characternya celia~

    ReplyDelete