-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Watashi, ni-banme no kanojo de īkara Vol 1 Episode 1 part 6 Indonesia

Episode 1
Kedua dan Pertama



“Permainan semacam ini tidak baik, loh.”

Kata Tachibana-san dengan tegas.

Dia adalah seorang gadis dengan vibe khusus, jadi ruangan itu sunyi dan semua orang menunggu kata-kata selanjutnya darinya.

Tachibana-san hendak menyesap soda melonnya, seolah pekerjaannya sudah selesai.

Namun, karena tidak kunjung ada yang berbicara, Tachibana-san menambahkan satu hal terakhir.

“Ada juga yang tidak menyukainya, jadi kupikir lebih baik dihentikan.”

Tachibana-san tidak mengatakan siapa yang dia bicarakan, dan mencoba membiarkan topik itu mengalir begitu saja.

Tapi semua orang merasakannya di suatu tempat di hati mereka, dan mereka semua menatap Hayasaka-san secara serempak.

Wajah Hayasaka-san gelap dan muram.

Aduh, pikirku. Aku terlalu sibuk mengalihkan perhatian hingga aku tidak melihat Hayasaka-san. Dan Hayasaka-san tidak senang dengan kenyataan bahwa aku harus berpura-pura bodoh.

“Hmm, maaf.”

Hayasaka-san merasakan tatapan berkumpul dan buru-buru mengatakan itu, dengan ekspresi merapikan semuanya.

“Aku hanya tidak pandai dalam hal ini, kau tahu...”

Aku menunjukan senyum ramahku yang biasa, tapi itu tidak bertahan lama. Dia kembali ke wajahnya yang gelap.

Akhirnya, dia menahan poninya dan menyembunyikan ekspresinya.

“Entahlah, aku gak sanggup. Sepertinya fluku belum sembuh. Aku akan pulang sekarang.”

Meraih tasnya, dia berdiri dan meletakkan tangannya di gagang pintu keluar.

“Tachibana-san, maaf, ya. Aku sudah membuatmu merasa tidak nyaman.”

Dia melihat ke bawah dan hanya mengatakan itu, lalu pergi keluar ruangan begitu saja.

Semua orang tercengang.

“Kok rasanya, Hayasaka-san, bukankah hari ini dia selalu memihak Kirishima?”

Seorang anak laki-laki yang duduk di sebelah Hayasaka-san tampak terkejut.

“Seolah dia sepertinya, menyukai Kirishima, bukan?”

“Kurasa tidak begitu.”

Kataku.

“Hayasaka-san itu baik hati, jadi secara tidak sadar, dia mengatakan hal seperti itu.”

Oh gitu, lagipula Hayasaka-san adalah malaikat, bukan?

Jika seseorang sedang direndahkan, dia tentu ingin mengangkatnya, bukan?

Para anak laki-laki masing-masing mengelus dada mereka setuju.

“Aku dapat telepon dari adikku.”

Aku membuat alasan dan meninggalkan ruangan. Aku melihat kembali ke ruangan untuk terakhir kali.

Tachibana-san sedang mengutak-atik Denmoku dengan wajah seperti tidak terjadi apa-apa.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment