-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Watashi, ni-banme no kanojo de īkara Vol 1 Episode 1 part 7 Indonesia

Episode 1
Kedua dan Pertama



Hayasaka-san sedang berjalan menyusuri gang yang agak jauh dari jalan utama di kota saat senja.

“Maaf, ya.”

Begitu melihatku menyusulnya, Hayasaka-san menunduk.

“Rasanya, aku tidak bertindak baik.”

Hayasaka-san menahan poninya di sana untuk menyembunyikan ekspresinya.

“Aku tahu itu hanya bercanda, tapi aku tidak suka Kirishima-kun diremehkan. Apa itu mengganggumu?”

“Tidak sama sekali. Aku malah senang.”

“Tapi, mengejarku adalah kesalahan, tahu. Dari sudut pandang Tachibana-san, bakal kelihatan kalau sepertinya Kirishima-kun menyukaiku.”

Aku tidak yakin. Di tempat pertama, Tachibana-san tidak melihatku. Selain itu——.

“Itu kebenaran. Aku menyukaimu, Hayasaka-san.”

“Sebagai yang kedua, ‘kan.”

“Menyukaimu sebagai yang kedua, itu artinya aku sangat menyukaimu, loh.”

“Ya.”

Kemudian Hayasaka-san menggeliat, “A~a.”

“Padahal aku mau menolongmu, Kirishima-kun, eh malah semuanya dilakuin sama Tachibana-san.”

“Itu kelihatannya untuk menolongmu, Hayasaka-san.”

“Tidak, itu untuk menolongmu, loh, Kirishima-kun. Aku tahu. Apakah kamu senang?”

“Bahkan jika itu benar, Tachibana-san punya pacar.”

Cinta terbesarku tidak ada peluang untuk saat ini.

“Meski begitu, Kirishima-kun, kau sangat menyukai Tachibana-san, ‘kan?”

“Aku tidak tahu.”

“Saat sedang karaokean, yang kamu lihat hanyalah Tachibana-san.”

“Aku gak ingat.”

“Pura-pura gak tahu. Kamu terus melihatnya, dan itu membuatmu semakin tidak bersemangat.”

Hayasaka-san tertawa, “Fufu,”. Sepertinya dia geli dengan tingkahku di karaoke.

“Hanya karena Tachibana-san menaruh sedotan di cangkir pacarnya, kamu sudah sangat depresi. Dia akan melakukan hal seperti itu bahkan pada anak laki-laki yang tidak dia pedulikan. Aku juga melakukannya kok.”

Benar, Hayasaka-san juga menaruh sedotan di cangkir anak laki-laki di sebelahnya.

“Melihat itu, aku depresi lagi.”

“Oh gitu oh gitu. Jadi aku membutmu cemburu juga.”

Hayasaka-san terlihat agak senang.

“Aku gak bisa menolongmu, tapi seperti yang dijanjikan, aku akan menghiburmu, Kirishima-kun.”

Hayasaka-san mendekat. Tapi, dia berhenti sangat dekat denganku, melihat jari-jari kakinya, dan tap-tap dia menghentakan tumitnya.

“Aku merasa agak malu hari ini. Kira-kira kenapa, ya.”

“Gak perlu maksaiin diri.”

“Gak kok. Aku mau melakukannya untuk Kirishima-kun sekarang. Itu, sangat menenangkan soalnya.”

Setelah mengatakan semua itu, Hayasaka-san tidak bergerak dengan wajahnya yang masih merah.

Jadi kali ini, aku memeluk Hayasaka-san duluan.

“Kirishima-kun.”

Lengan Hayasaka-san melingkari punggungku. Memang, aku merasa lebih tenang. Aku sangat bahagia.

Ketika kupikir demikian, Hayasaka-san mendongak sambil menutup matanya.

Aku sudah membayangkan pelukan, tetapi ternyata Hayasaka-san punya ide lain.

“Rasanya seperti soda melon.”

Kata Hayasaka-san, setelah menciumku. Lalu dia menempelkan wajahnya ke dadaku sambil memasang wajah manis sambil berkata, “Ehehe,”.

“Hayasaka-san, kamu punya kebiasaan dipeluk, ya.”

“Un, aku, suka ini.”

Kami berpelukan sebentar.

“Maaf ya, Kirishima-kun bukan yang nomor satu.”

“Gak papa kok.”

Aku pun sama seperti itu.

Related Posts

Related Posts

3 comments

  1. Tadi ngelihat ilustrasi nih Novel, tapi gak ada gambar cowok nomor satuysatu disukai Hayasaka. Jadi penasaran siapa yang disukai Hayasaka

    ReplyDelete