-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Watashi, ni-banme no kanojo de īkara Vol 1 Episode 6 part 1 Indonesia

Episode 6
Revolusi Segi Empat


Dengan hanya dua minggu tersisa sampai liburan musim panas, kata Maki.

“Ayo kita kemah musim panas.”

Di ruang klub setelah pelajaran selesai di pagi hari.

Semuanya dimulai dari seorang guru bahasa Inggris bernama Miki-chan, yang berpacaran dengan Maki. Aku meminjam namanya sebagai penasihat klub ketika aku menghidupkan kembali klub PeMis yang hampir ditutup. Tampaknya Miki-chan itu kena omel di rapat staf karena tidak ada catatan kegiatan dari klub PeMis.

“Kalau mau pergi kemah, apa kegiatannya di sana?”

“Ambil video misteri dan posting di Internet. Dengan itu sudah cukup sebagai catatan kegiatan. Terlebih lagi, kita bisa menginap gratis di hotel sumber air panas.”

Maki menunjukkan situs web penginapan mata air panas kuno di tabletnya.

“Ini untuk tujuan promosi. Jika kita merekam film pendek di sebuah penginapan dan mempostingnya di situs video, kita bisa menginap gratis. Musim panas adalah musim sepi dan kamar-kamarnya kosong, jadi kurasa itu sempurna.”

Saat-saat itulah circle pembuatan film mahasiswa diharapkan datang.

Sebagai imbalan untuk menginap gratis, mereka akan diminta untuk merekam video promosi.

“Jadi, ayo lakukan, misteri pemandian air panas.”

“Enggak ah.”

“Kenapa!?”

“Jelas saja itu merepotkan, bukan?”

“Kau ingat, jika kau tidak membuat catatan kegiatan, ruang klub akan diambil, loh.”

“Kalau itu jangan deh.”

“Makanya kita harus melakukannya, ‘kan?”

Maki sangat termotivasi. Tampaknya dia ingin sekali menyutradarai sebuah film. Katanya dia sudah meminta Yamanaka-kun dari klub manga untuk menulis storyboard.

“Untuk aktornya, kita akan minta orang-orang yang cocok dengan itu.”

“Naskahnya?”

“Tachibana saja yang bikin. Dia tampak ahli dalam hal-hal kreatif semacam itu.”

“Kalau begitu, akan kucoba bicarakan dengannya.”

“Rasanya tidak pasti. Apa terjadi sesuatu?”

“Tidak ada kok.”

“Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini Tachibana tidak masuk sekolah, bukan?”

“Ada kompetisi piano, jadi dia tidak masuk sampai itu selesai.”

Itulah yang sebenarnya. Tapi sejujurnya, hubungan antara aku dan Tachibana-san tidak baik akhir-akhir ini.

Sejak aku menolak untuk menciumnya, suasana hati Tachibana-san sangat buruk.

“Aku yakin ada sesuatu.”

Kata Maki sambil cengengesan. Dia memiliki intuisi yang bagus untuk hal yang aneh.

“Tapi yah, kau akan baik-baik saja bahkan jika hubunganmu dengan Tachibana menjadi rumit, ‘kan? Lagi pula, kau mengasuransikan dirimu dengan nomor dua yang membuat iri semua orang.”

Maki melihat ke luar gedung sekolah. Di kejauhan, terlihat Hayasaka-san berdiri di gerbang belakang.

“Kalian akan pulang bareng, ‘kan?”

“Begitulah.”

Aku berdiri dan bersiap untuk pergi.

“Mungkin saat ini masih tenang, tapi nanti kau akan berada dalam masalah besar.”

Kata Maki sambil berpikir.

“Apa maksudnya itu?”

“Aku tidak akan mengatakannya. Tapi, kau akan segera mengetahuinya.”

Dia pasti sudah mendengar sesuatu dari Miki-chan.

“Yah, ayo kita kemah musim panas. Kalau tidak, ruang klub akan diambil.”

“Ya.”

Namun, ada satu hal yang menggangguku. Katakanlah kami akan membuat film pendek.

“Apa yang akan menjadi tugasku?”

“Kirishima, kau sepertinya payah dalam berakting.”

Kira-kira apa ya, pikir Maki, lalu menjawab.

“Kupikir kau bisa menjadi mayat.”

“Aku begini-begini ketua klub, loh,” kataku sambil membayangkannya.

Di sebuah ruangan kayu yang remang-remang, Tachibana-san yang mengenakan yukata, membunuhku dengan perlahan, dengan sengaja, dan dengan sangat lembut.

(Tln: Ini dead flag. Bukan untuk Kirishima, tapi Hayasaka)

“Yah, mungkin itu bukan ide yang buruk.”

“Jangan biarkan fantasi sesat menguasaimu.”

Related Posts

Related Posts

Post a Comment