-->
R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Cari Blog Ini

Seirei Gensouki Volume 17 Bab 4 Part 4 Indonesia

Bab 4
Reuni Baru dan Pertemuan Baru


◇◇◇


Di pagi hari, dua hari setelah tiba di desa Kerajaan Karasuki.

Rio membawa Gōki, Kayoko, Komomo, dan Aoi ke ibukota Kerajaan Karasuki. Dia dibantu oleh Orphia, yang mengangkut Gōki dan yang lainnya ke ibukota. Ketika mereka mendarat di sebuah bukit di sepanjang jalan dekat ibukota kerajaan——,

“Kalo gitu, kami akan kembali ke sini pada siang hari dalam tiga hari.”

Setelah janji penjemputan, rombongan itu berpisah dengan Orphia yang kembali ke desa.

Kemudian, Rio dan yang lainnya memasuki ibukota kerajaan, dan mereka menuju ke kediaman Gōki terlebih dahulu. Alasan kenapa mereka tidak langsung pergi ke kastil kerajaan sebagian adalah untuk mempertemukan Gōki dan keluarganya, tapi juga karena Gōki sekarang telah pensiun dan dalam pelarian.

Karena dia pergi tanpa memberi tahu siapa pun bahwa dia akan mengejar Rio, tidak dapat dihindari bahwa akan ada keributan jika dia tiba-tiba muncul dan menuntut berbagai prosedur. Jadi dia memutuskan untuk meminta Hayate mengatur pertemuan rahasia antara Raja Homura dan istrinya, Ratu Shizuku.

Hayate terkejut dengan sekembalinya rombongan ayahnya yang tiba-tiba, tapi begitu dia memahami situasinya, dia segera mulai bertindak sebagai perantara. Dia kembali sebelum tengah hari dan mengatur pertemuan rahasia sore itu.

Kemudian, rombongan Rio dibawa oleh Hayate ke kastil kerajaan setenang mungkin. Mereka dipandu ke ruangan tempat Rio pernah bertemu dengan Raja dan Ratu——,

“Terima kasih banyak sudah mau menemui kami di hari yang sama meskipun kunjungan kami tiba-tiba. Homura-sama, Shizuku-sama.”

Rio membungkuk kepada raja dan ratu, atau kakek-neneknya, yang duduk di kursi di seberangnya.

“Kamu sudah kembali. Jelas aku harus meluangkan waktuku untuk yang terpenting. Terlebih lagi, Gōki dan Kayoko yang mengejarmu juga bersamamu, tidak ada yang lebih penting dari ini bagiku sekarang.”

Homura terlihat sangat senang melihat cucunya Rio, yang merupakan peninggalan dari putrinya Ayame.

“Bukan aku, tapi kita, Sayang?”

Istri Homura, Shizuku, menggembungkan pipinya seolah-olah dia sedang merajuk. Dia adalah nenek Rio, jadi dia pasti sekitar 40 tahun lebih tua darinya, tetapi wajahnya yang cemberut cukup menawan.

“Hahaha, maaf-maaf.”

Homura tertawa senang dan meminta maaf dengan tulus.

“Aku sangat senang bertemu denganmu lagi, Rio. Aku sangat, sangat senang kamu kembali. Aku sangat lega melihatmu baik-baik saja.”

Shizuku menghela napas lega dan kelopak matanya terkulai pelan. Ekspresinya itu persis seperti ibu Ayame yang diingat Rio.

“Banyak yang telah terjadi sejak aku meninggalkan wilayah Yagumo, tapi terima kasih.”

Rio tersenyum lembut dan mengangguk, meskipun dia tenggelam dalam pikiran.

“...Hayate telah memberitahu kami gambaran kasar tentang situasinya, tapi bisakah kamu memberi tahu kami lebih banyak tentang apa yang terjadi?”

Homura meminta penjelasan——,

“Ya. Aku datang ke sini dengan niat itu. Untuk saat ini, aku akan memberi tahu kalian apa yang terjadi.”

Rio memutuskan untuk memberikan penjelasan singkat tentang peristiwa yang terjadi mulai dari saat dia meninggalkan Kerajaan Karasuki untuk membalas dendam sampai dia kembali ke Kastil Kerajaan Karasuki. Karena penjelasan itu terbatas pada informasi minimum yang diperlukan mengenai fakta-fakta, penjelasan itu selesai dalam beberapa menit. Terakhir, dia bilang bahwa dia akan berjalan bersama Gōki dan yang lainnya mulai sekarang——,

“...Kamu sudah diberkati dengan banyak pertemuan, ya? Mungkin itu sebabnya, seperti yang ku pikirkan saat kamu memasuki ruangan, kamu tampaknya memiliki ekspresi yang jauh lebih baik sekarang.”

Homura menatap ekspresi Rio dan mulai tersenyum senang.

“Wah, jadi kamu juga? Sebenarnya, aku juga.”

Shizuku juga setuju dengan senang hati, mungkin karena sepasang suami istri itu sepemikiran.

“Fufufu. Itulah yang dikatakan semua orang yang sudah lama tidak bertemu Rio-sama. Sebenarnya, saya juga merasa begitu.”

Gōki berbicara dengan bangga.

“...Apakah itu benar-benar terlihat di wajahku?”

Rio menyentuh pipinya dengan tangannya dan memiringkan kepalanya pensaran. Lalu——,

“Fumu. Bukannya itu telah menghilang sepenuhnya, tapi mungkin bisa dikatakan ekspresi gelap yang ku rasakan darimu dulu telah menjadi jauh lebih terang. Itu mungkin perwujudan dari kekuatan tekadmu...”

Sepertinya dia bukan hanya seorang raja. Homura mampu mengungkapkan bagaimana ekspresinya telah berubah dari Rio yang dulu menjadi Rio hari ini.

“Mungkin karena aku sudah menyelesaikan balas dendamku?”

Rio memiringkan kepalanya, terlihat sedikit tidak nyaman.

“Fufufu. Memang benar ada beberapa orang yang terlihat berseri-seri setelah membalas dendam. Namun, orang-orang seperti itu biasanya memiliki ekspresi yang lebih agresif. Mereka menunjukkan pembenaran mereka. Mereka tidak akan menunjukkan ekspresi bersalah sepertimu.”

Homura langsung memotongnya dan mengatakan bahwa itu karena mereka tidak ragu bahwa diri mereka benar sehingga mereka bisa terlihat berseri-seri dan bebas dari rasa bersalah. Itu adalah poin akurat yang bisa dibuat Homura karena dia telah melihat begitu banyak orang sebagai raja. Lalu——,

“...Jika seperti itu ekpresiku sekarang, maka seperti yang Anda katakan, Homura-sama. Aku pikir itu karena aku diberkati dengan pertemuan yang baik.”

Rio mengakuinya dengan mulutnya sendiri.

“Jadi berkat pertemuan yang baik itu, kamu memiliki orang-orang hebat di sekitarmu, ya.”

Shizuku menebak dengan wajah bahagia seakan itu tentang dirinya.

“...Ya. Orang-orang itu dekat denganku dan mengatakan bahwa mereka ingin bersama ku meskipun aku hanya mencoba hidup untuk membalas dendam. Dan itu membuatku sadar. Aku telah memperoleh sesuatu yang sama pentingnya dengan apa yang telah hilang dariku.”

Rio secara perlahan mulai tersenyum saat dia mengungkapkan perubahan hatinya.

“...Sebenarnya. Ketika kamu berbicara tentang balas dendam di depanku, kupikir kamu akan menutup diri setelah kamu membalas dendam. Tapi, aku bahkan tidak bisa memberitahumu untuk menghentikan balas dendammu.... Bagaimanapun, sepertinya itu adalah kekhawatiran yang tidak perlu.”

Homura terlihat sedikit pahit memikirkan Rio pada saat itu, tapi pada akhirnya dia melepaskan ketegangan dari tubuhnya.

“Mungkin sudah terlambat untuk sesuatu yang egois ini, tapi sekarang setelah membalas dendam, aku ingin menjalani hidupku sedemikian rupa sehingga aku tidak akan kehilangan hal-hal berharga yang kumiliki sekarang.”

Demi diriku sendiri dan demi yang lain, ekspresi Rio menegang dengan tegas mengatakan itu.

“...Aku mengerti. Itu sebabnya kamu memutuskan untuk menerima Gōki dan yang lainnya, ‘kan?”

“Ya...”

“Tapi, apa rencanamu kedepannya? Apakah kamu akan tetap tinggal di Kerajaan Karasuki?”

Untuk beberapa alasan, Homura tampak sedikit gugup dan bertanya, melihat ekspresi Rio untuk mencari tahu apa yang dia pikirkan. Alasannya adalah——,

(Seandainya, seandainya kamu berniat untuk tetap tinggal di Kerajaan Karasuki...)

Dia setidaknya bisa menyiapkan Rio tempat tinggal yang aman karena dia sudah membalas dendam dan mendapatkan sesuatu yang berharga. Mungkin itu yang dia pikirkan. Tapi——,

“Aku akan kembali ke wilayah Strahl.”

Rio menjawab tanpa bimbang.

“...Begitu, ya. Maka kami akan merindukanmu lagi.”

Ekspresi Homura diselimuti kekecewaan.

“Aku harus kembali ke wilayah Strahl demi masa depan orang-orang yang berharga untukku. Aku minta maaf.”

Ada masa depan Miharu dan Satsuki, Aki dan Masato, dan ada juga soal Celia. Itu berarti, dia harus menetapkan basis operasinya di wilayah Strahl. Itulah yang dia pikirkan.

“Kamu tidak perlu meminta maaf.”

“...Baik. Namun, meskipun aku menghabiskan lebih banyak waktu di wilayah Strahl, aku berharap bisa lebih sering datang ke sini di masa depan. Jika tidak terlalu merepotkan, bolehkah aku datang dan menyapa kalian lagi?”

Jika itu Rio, dia bisa melakukan perjalanan pulang pergi antara wilayah Strahl dan Yagumo dalam sebulan. Karena itu, kecuali ada semacam keadaan darurat yang membuatnya tidak mungkin pergi selama sebulan, dia ingin datang secara teratur di masa depan.

“Tentu saja.”

“Sudah jelas.”

Suara Homura dan Shizuku tumpang tindih dengan kuat.

“...Terima kasih banyak.”

Rio merasa lega dalam damai.

“Sebenarnya, aku berharap kami juga bisa bertemu langsung dan berterima kasih kepada orang-orang yang berharga bagimu yang telah mengubahmu seperti ini...”

Shizuku menghela nafas sangat kecewa karena dia pensaran dengan orang-orang yang tinggal bersama Rio.

“Jelas kita tidak bisa begitu saja membawa mereka ke kastil. Karena jumlah mereka banyak, itu akan terlalu mencolok.”

Akan sangat sulit bagi sekelompok orang tak dikenal untuk mengunjungi kastil dan bertemu dengan Raja dan Ratu. Apalagi, selain Miharu yang berambut hitam, yang bahkan tak terlihat seperti penduduk wilayah Yagumo, wajah Celia, Aishia, Latifa, Sara, Orphia, dan Alma diketahui berbeda dengan wajah para penduduk di wilayah Yagumo dalam hal karakteristik ras (Ngomong-ngomong, Sara dan yang lainnya menggunakan artefak sihir untuk menyembunyikan karakteristik ras mereka.) Meskipun mereka bisa mengubah warna rambut mereka dengan artefak sihir, ada ketakutan kuat bahwa orang akan mengira mereka berasal dari negara asing.

“Mungkin sulit bertemu di dalam kastil di mana ada banyak orang yang melihat? Tapi, jika itu di luar kastil...”

Homura mendesah fumu dengan ekspresi serius di wajahnya, dan kemudian——,

“Ngomong-ngomong, berapa lama kamu berencana untuk tinggal di desa Yuba-dono kali ini?”

Dia bertanya kepada Rio.

“...Sekitar dua minggu.”

Rio terkejut dan bertanya-tanya apakah mereka berencana untuk bertemu di luar kastil. Seharusnya ada banyak larangan ketika Raja dan Ratu pergi, tapi——,

“...Jika Anda tidak keberatan bertemu untuk waktu yang sangat singkat, saya pikir bukannya tidak ada cara. Itu jika kita bisa mendapatkan kerja sama Orphia-dono.”

Gōki menatap Rio, tersenyum dengan seringai.

“Benarkah?”

“Tolong jelaskan lebih detail, Gōki.”

Homura dan Shizuku terlihat sangat tertarik.

“Dimungkinkan untuk menyembunyikan diri selama beberapa jam, bukan? Selama waktu itu, kita bisa menyelesaikan pertemuan kita. Bagaimana menurutmu, Rio-sama?”

Gōki memiliki ekspresi licik di wajahnya. Rio yang tahu tentang Aerial, mengerti rencana macam apa yang dipikiran Gōki hanya dengan itu.

“Kurasa tidak ada yang tidak bisa dilakukan, tapi apakah Raja dan Ratu tidak apa-apa menyelinap keluar dari kastil?”

Rio mengkonfirmasi berdasarkan risikonya——,

“Kami akan memikirkannya ketika saatnya tiba. Jika kami kembali dalam beberapa jam, kami bisa membuat alasan. Jika terjadi sesuatu, sebagai raja, aku akan bertanggung jawab. Jadi, bagaimana cara kami keluar dari kastil?”

Homura menyatakan dengan tekad yang bulat, dan matanya bersinar seolah-olah dia telah kembali ke masa kecil. Dia ingin sekali menemui orang-orang yang sangat berharga bagi Rio sehingga dia siap untuk menyelinap keluar.

“Ya ampun, ini mengingatkanku pada saat Ayame melarikan diri dari kastil dan pergi ke desa Zen hingga menyebabkan keributan. Tidak kusangka aku akan bisa menyelinap keluar juga.”

Shizuku juga ikut dalam rencana.

Dengan begini, rencana kunjungan rahasia raja dan ratu dilakukan atas inisiatif mereka sendiri. Dan tiga hari setelah Orphia datang menjemput, raja dan ratu melakukan kunjungan pribadi ke desa, mengejutkan Yuba, Miharu dan yang lainnya.

Related Posts

Related Posts

2 comments